kehamilan
7 Ciri Orang yang Sebaiknya Dihindari Ibu Hamil, Bisa Bikin Stres & Overthinking
HaiBunda
Rabu, 11 Mar 2026 09:55 WIB
Daftar Isi
-
7 Ciri orang yang sebaiknya dihindari ibu hamil
- 1. Perempuan yang menceritakan kisah persalinan mereka yang menakutkan
- 2. Petugas medis yang mengatakan, "Anda tidak bisa melakukannya."
- 3. Bagian dari diri sendiri yang mengatakan "Kamu tidak bisa melakukannya"
- 4. Orang-orang yang memberi tahu bagaimana Bunda seharusnya melahirkan
- 5. Teman yang membuat Bunda merasa tidak aman secara emosional
- 6. Ibu kandung atau ibu mertua yang serba cemas
- 7. Orang-orang yang iri dengan kehamilan Bunda
Banyak yang sering berpesan ketika hamil jangan membenci orang lain atau nanti anaknya mirip sama yang dibenci. Padahal sebenarnya ini lebih ke kondisi emosional Bunda bisa memengaruhi kesehatan janin. Untuk itu ibu hamil perlu memahami ciri orang yang perlu dihindari selama hamil.
Kehamilan sejatinya menjadi masa yang penuh kebahagiaan. Namun, ibu hamil rentan stres dan gelisah.
Sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa stres ibu hamil dapat meninggalkan jejak biologis yang mempengaruhi kesehatan janin. Karena itu, selain menjaga pola hidup sehat, ibu hamil juga penting memilih lingkungan sosial yang dapat mendukung kondisi fisik dan mental.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
7 Ciri orang yang sebaiknya dihindari ibu hamil
Ibu hamil sebisa mungkin dikelilingi orang-orang yang menghargai dan memahami kerentanan Bunda. Berikut ini tujuh orang yang harus Bunda hindari selama kehamilan dilansir YourTango:
1. Perempuan yang menceritakan kisah persalinan mereka yang menakutkan
Bailey Gaddis, penulsi dari Feng Shui Mommy: Creating Balance Amidst the Chaos for Blissful Pregnancy, Childbirth and Motherhood, mengatakan bahwa tak ada ruang tambahan untuk cerita persalinan yang menakutkan dalam perjalanan seseorang menjadi ibu.
"Saya yakin pikiran Anda sudah terampil dalam seni berenang melalui skenario terburuk; Anda tidak perlu orang lain menceritakan pengalaman mereka," jelas Gaddis.
Jika orang asing, ibu, saudara perempuan, sepupu, teman, ahli akupunktur, atau siapa pun mencoba berbagi cerita persalinan dengan Bunda, hentikan mereka dan tanyakan apakah cerita tersebut akan membahagiakan untuk persalinan Bunda yang akan datang, atau justru rasa takut.
Jika itu akan menanamkan rasa takut, mintalah mereka untuk menceritakan kisah tersebut setelah Bunda melahirkan.
2. Petugas medis yang mengatakan, "Anda tidak bisa melakukannya."
Ibu hamil menginginkan tenaga kesehatan yang mengingatkan betapa luar biasa persalinan dan hal-hal yang dapat Bunda lakukan untuk mewujudkannya.
Meskipun Bunda memiliki serangkaian keadaan khusus, dan memerlukan intervensi medis tertentu pada persalinan nanti, perjalanan Bunda menuju menjadi seorang ibu tetap bisa luar biasa dan penyedia layanan kesehatan harus mendukungnya.
Jika penyedia layanan kesehatan selalu berbicara dengan nada khawatir, carilah orang lain yang memancarkan optimisme untuk persalinan yang bahagia dan sehat yang akan mereka upayakan dalam membantu Bunda.
3. Bagian dari diri sendiri yang mengatakan "Kamu tidak bisa melakukannya"
Ini adalah teman yang sulit untuk ditinggalkan. Individu batin yang dimaksud kemungkinan telah bersama Bunda selama hidup ini dan telah mengklaim untuk menjaga Bunda tetap aman dari risiko.
Dan sekarang, diri sendiri ikut panik tentang ketidakpastian jalan yang dilalui. Bunda dapat memutuskan hubungan dengan sisi diri yang penuh ketakutan dan membatasi ini dengan memilih untuk mengikuti intuisi, alih-alih suara ketakutan.
4. Orang-orang yang memberi tahu bagaimana Bunda seharusnya melahirkan
Individu-individu ini merasa nyaman dengan cara mereka memilih untuk melahirkan dan ingin Bunda memvalidasi pilihan mereka dengan membuat pilihan yang sama.
Bunda mungkin secara intuitif merasa selaras dengan beberapa pilihan yang disarankan orang-orang ini, jika demikian maka bagus dan ikuti saja.
Tetapi bagaimana jika Bunda merasa tidak selaras dengan pilihan yang mereka tawarkan? Bunda dapat mengatakan tidak, dan memilih sesuatu yang lain.
Pilihan Bunda tidak ada hubungannya dengan mereka. Jika mereka menyadari hal itu dan tidak terikat pada apakah Bunda mengikuti cara mereka atau cara lain, pertahankan mereka.
Jika mereka menekan untuk melakukannya dengan cara mereka, Bunda mungkin perlu membatasi interaksi dengan mereka, setidaknya sampai bayi lahir.
5. Teman yang membuat Bunda merasa tidak aman secara emosional
Ketika Bunda memiliki teman yang tidak mengerti bagaimana kebahagiaan Bunda dan suami dengan kehamilan yang tidak direncanakan ini, kemudian teman itu membagikan pemikirannya kepada semua orang yang mau mendengarkan, maka sebaiknya jauhi.
Bunda mungkin akan merasa sakit hati dan merasa hilang kepercayaan dengannya. Tetap bersama teman tersebut hanya akan menghabiskan banyak energi emosional. Usahakan ibu hamil tetap menjaga hati selama kehamilan.
6. Ibu kandung atau ibu mertua yang serba cemas
Intervensi ibu, termasuk ibu yang sedang memberikan infus rasa takur dosis tinggi, jangan sampai memasuki ruang persalinan dan langsung meninggalkan ruangan. Banyak dari kita sangat bergantung pada pendapat ibu, meskipun kita tidak suka mengakuinya. Meskipun Bunda mungkin tidak selalu setuju dengan pendapat tersebut, pendapat itu seringkali memiliki pengaruh kuat dalam pikiran kita.
Jika Bunda memiliki sosok ibu yang sering berbagi pemikiran yang menambah rasa takut pada kehamilan, Bunda dapat melarangnya membicarakan semua hal tentang persalinan saat bersama dengannya.
Bunda dapat menghabiskan waktu untuk mengatur kamar bayi, atau merencanakan pesta menyambut bayi, tetapi jika percakapan mulai mengarah ke persiapan persalinan, komplikasi medis, atau hal lain yang mungkin membuatnya takut, jauhkan dia dari pembicaraan tersebut.
7. Orang-orang yang iri dengan kehamilan Bunda
Memutuskan hubungan dengan orang lain itu sulit. Budaya kita mengajarkan perempuan untuk menyenangkan orang lain dengan segala cara, tetapi Bunda berhak untuk mengeluarkan orang-orang yang iri.
Bunda berhak merasa berdaya untuk mengklaim hak memilih siapa untuk diajak bergaul.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Rutin Olahraga Jadi Cara Alami agar Ibu Hamil Terhindar dari Stres
Kehamilan
Menjalani Kehamilan di Tengah Riuhnya Indonesia Kini, Bijak Hadapi Kabar Negatif yuk Bun
Kehamilan
Stres atau Tidak? Kondisi Mental Ibu Hamil Kelak Bisa Dideteksi dengan Air Liur
Kehamilan
Cara Menjaga Kesehatan Mental Ibu Hamil agar Melahirkan Anak Berkarakter Positif
Kehamilan
5 Tips Menjaga Gaya Hidup Sehat Selama Kehamilan
5 Foto
Kehamilan
5 Potret Kebahagiaan Anggika Bolsterli Jalani Kehamilan Pertama
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
10 Hal Terlarang yang Harus Suami Hindari saat Istri Sedang Hamil
Ucapan Dokter saat USG Berdampak Besar pada Persepsi Orang Tua ke Anak, Simak Penjelasannya
11 Ucapan yang Tidak Boleh Dikatakan pada Pejuang Garis 2, Bisa Menyakiti Hati