HaiBunda

KEHAMILAN

6 Tips Program Hamil Anak Kedua untuk Mencegah Kehamilan Berisiko Tinggi

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 02 Apr 2026 20:40 WIB
6 Tips Program Hamil Anak Kedua untuk Mencegah Kehamilan Berisiko Tinggi/ Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Merencanakan kehamilan kedua tentu menjadi momen yang membahagiakan. Namun, Bunda juga perlu memastikan kondisi tubuh benar-benar siap agar terhindar dari risiko kehamilan yang dapat berbahaya.

Bila ingin program hamil (promil) anak kedua, ada baiknya Bunda melakukan persiapan yang matang. Hal ini karena setiap kehamilan berbeda. Begitu pula risikonya, dapat berbeda tergantung usia, penyakit, jarak antar kehamilan, dan bahkan gaya hidup seseorang.

Tips mencegah kehamilan berisiko tinggi untuk promil anak kedua

Melansir dari beberapa sumber, berikut 6 tips mencegah kehamilan berisiko tinggi dan komplikasi untuk Bunda yang ingin program hamil anak kedua:


1. Rencanakan jeda waktu yang tepat antar kehamilan

Salah satu poin terpenting untuk menurunkan risiko komplikasi di kehamilan kedua adalah memberikan jeda waktu yang tepat antar kehamilan. Menurut praktisi medis, Bunda disarankan untuk menunggu setidaknya 18 hingga 24 bulan sebelum hamil lagi.

Jeda waktu yang singkat mungkin tidak memberi tubuh ibu cukup waktu untuk pulih dari persalinan. Hal itu dapat menimbulkan risiko pada bayi di dalam kandungan.

"Studi menunjukkan bahwa interval kurang dari 18 bulan dikaitkan dengan peningkatan risiko pada bayi, termasuk kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, ukuran kecil untuk usia kehamilan, dan perawatan di NICU," kata dokter kandungan dan direktur ginekologi invasif minimal di Hutzel Women's Hospital di Detroit, Patrice Harold-Barrow, MD, dilansir Parents.

"Sebaliknya, interval yang lebih panjang atau lebih dari 59 bulan antara kehamilan, juga dikaitkan dengan peningkatan risiko seperti berkembangnya preeklampsia."

2. Menangani masalah kesehatan sebelum promil

Dikutip dari Times of India, status kesehatan seorang perempuan terkadang berubah cukup banyak di antara kehamilannya. Beberapa kondisi yang mungkin berkembang setelah persalinan pertama ini seperti gangguan tiroid, diabetes, hipertensi, obesitas, hingga kondisi mental seperti kecemasan dan depresi.

Sangat dianjurkan bagi seorang Bunda untuk menjalani pemeriksaan kesehatan pra konsepsi sebelum hamil anak kedua. Jika dikenali sejak dini, maka masalah medis dapat ditangani dengan baik, dan bisa mencegah komplikasi kehamilan.

3. Mengambil pelajaran dari pengalaman hamil anak pertama

Mengambil pelajaran dari pengalaman hamil anak pertama sangat penting dalam perencanaan kehamilan kedua, Bunda. Sering kali kehamilan pertama memberikan petunjuk tentang apa yang perlu diperhatikan selama kehamilan kedua.

Ada beberapa komplikasi yang perlu diperhatikan bila Bunda pernah mengalaminya di kehamilan pertama, seperti diabetes gestasional, preeklamsia, persalinan prematur, persalinan caesar, dan perdarahan pasca persalinan. Bunda dengan riwayat tersebut mungkin memiliki risiko kekambuhan yang tinggi.

Sebelum mulai promil, Bunda sebaiknya membagikan riwayat kehamilan tersebut ke dokter untuk membantu dalam merumuskan rencana perawatan kehamilan, yang mencakup pemantauan lebih ketat, tes skrining dini, dan pencegahan komplikasi. Ingat ya, intervensi dini dapat membuat perbedaan besar dalam hasil berdasarkan pengalaman masa lalu.

4. Menjaga berat badan dan mengonsumsi nutrisi yang sehat

Komponen kunci yang mencegah kehamilan berisiko tinggi adalah kesehatan ibu. Kekurangan nutrisi sering terjadi setelah kehamilan pertama, terutama jika periode menyusui berlangsung lama. Seorang Bunda yang kekurangan berat badan maupun yang kelebihan berat badan juga memiliki risiko yang sama.

Sebelum pembuahan dan selama kehamilan, Bunda perlu menerapkan pola makan sehat dan gizi seimbang yang mencakup asupan zat besi, kalsium, asam folat, protein, dan vitamin esensial yang tinggi. Selain itu, hindari diet ketat atau penambahan berat badan yang berlebihan.

Penurunan berat badan yang terkontrol sebelum waktu konsepsi melalui aktivitas dan pola makan sehat dapat membantu keberhasilan kehamilan dan pemulihan setelah melahirkan anak pertama. Bunda dapat berkonsultasi dengan ahli nutrisi untuk merencanakan diet yang sesuai dengan kehamilan atau promil.

5. Mengelola stres secara keseluruhan

Membesarkan anak pertama dan mempersiapkan kehamilan berikutnya dapat menjadi tantangan untuk fisik dan psikologis. Hal tersebut dapat memicu stres, kecemasan, dan kurang tidur, yang bisa berdampak negatif pada kesehatan serta kehamilan.

Untuk melindungi kesehatan mental selama promil anak kedua, Bunda bisa melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Istirahat dan tidurlah dengan nyenyak.
  • Lakukan aktivitas manajemen stres seperti yoga, meditasi, dan olahraga ringan.
  • Carilah dukungan emosional dari orang lain atau profesional bila diperlukan.
  • Masalah depresi pasca persalinan pada kehamilan pertama perlu dibicarakan dengan penyedia layanan kesehatan

6. Rutin periksa ke dokter

Kunjungan antenatal rutin menjadi sangat penting untuk menghindari risiko kehamilan yang buruk. Selama kunjungan antenatal, kesehatan seorang perempuan dapat dipantau, termasuk tekanan darah, kadar gula darah, pertumbuhan dan perkembangan janin, dan ada atau tidaknya indikasi komplikasi dini.

Tes skrining, USG, dan vaksinasi juga sangat penting untuk memastikan risiko terkendali dengan baik. Selama promil dan hamil, Bunda harus mematuhi saran dari dokter dan menghindari pengobatan mandiri.

Demikian 6 tips promil anak kedua untuk mencegah kehamilan berisiko tinggi. Semoga informasi ini bermanfaat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Kenali Aneurisma Aorta Abdominal, Ketika Perut Berdetak Seperti Jantung

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Kebiasaan yang Membuat Ingatan Tajam Sampai Tua, Lakukan dari Sekarang!

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Potret Mengemaskan Anak-Anak Nycta Gina & Rizky Kinos Punya Nama Unik

Parenting Nadhifa Fitrina

4 Ciri Kepribadian Orang yang Lahir di Bulan April, Suka Ketenangan tapi Penuh Ide

Mom's Life Amira Salsabila

6 Tips Program Hamil Anak Kedua untuk Mencegah Kehamilan Berisiko Tinggi

Kehamilan Annisa Karnesyia

20 Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Lengkap dengan Strukturnya

Parenting Azhar Hanifah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Kebiasaan yang Membuat Ingatan Tajam Sampai Tua, Lakukan dari Sekarang!

Potret Mengemaskan Anak-Anak Nycta Gina & Rizky Kinos Punya Nama Unik

6 Tips Program Hamil Anak Kedua untuk Mencegah Kehamilan Berisiko Tinggi

20 Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Lengkap dengan Strukturnya

4 Ciri Kepribadian Orang yang Lahir di Bulan April, Suka Ketenangan tapi Penuh Ide

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK