HaiBunda

KEHAMILAN

Dipecat Usai Umumkan Kehamilan, Perempuan Ini Terkejut saat Tahu Bosnya Ikut Hamil

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Senin, 16 Mar 2026 09:25 WIB
Dipecat Usai Umumkan Kehamilan, Perempuan Ini Terkejut saat Tahu Bosnya Ikut Hamil/Foto: Getty Images/Antonio_Diaz
Jakarta -

Perempuan bernama Lexie Smith menceritakan kisahnya melalui video di TikTok. Ia mengatakan kejadian itu terjadi pada November 2020 ketika dirinya sedang hamil sekitar lima setengah bulan. 

Saat pertama kali diterima bekerja, Smith memilih merahasiakan kehamilannya karena khawatir perusahaan tidak akan merekrutnya jika mengetahui kondisi tersebut. Namun suatu hari ia sakit dan harus izin ke dokter, sehingga akhirnya ia memberi tahu atasannya bahwa ia sedang hamil. 

Awalnya, atasan dan rekan kerjanya memberikan ucapan selamat. Mereka bahkan sempat menanyakan kapan ia akan mengambil cuti melahirkan. Smith menjawab bahwa ia belum memutuskan berapa lama cuti yang akan diambil. 


Namun hanya beberapa hari kemudian, hal tak terduga terjadi.

Ketika sedang bekerja seperti biasa, Smith tiba-tiba menerima telepon dari CEO perusahaan. Dalam panggilan tersebut, ia diberi tahu bahwa perusahaan tidak lagi membutuhkan jasanya dan hari itu menjadi hari terakhirnya bekerja. 

Smith mengaku sangat terkejut dan tidak diberi penjelasan jelas mengenai alasan pemecatannya.

Kaget saat tahu bosnya juga hamil

Beberapa minggu setelah dipecat, Smith kembali ke kantor lamanya untuk bertemu mantan rekan kerja. Di sanalah ia mendapat kabar yang membuatnya semakin bingung.

Bosnya yang sebelumnya menanyakan soal rencana cuti melahirkannya ternyata juga sedang hamil. 

Saat itu Smith mulai menghubungkan berbagai kejadian sebelumnya. Ia menduga pemecatan tersebut berkaitan dengan rencana cuti melahirkan yang mungkin akan bertabrakan dengan cuti bosnya. 

Ia pun merasa bahwa keputusan perusahaan mungkin diambil agar tidak ada dua karyawan yang mengambil cuti melahirkan pada waktu yang hampir bersamaan.

Diskriminasi ibu hamil masih terjadi

Meski kesadaran tentang hak-hak perempuan semakin meningkat, kenyataannya diskriminasi terhadap ibu hamil di tempat kerja masih sering terjadi di berbagai negara. Banyak perempuan mengalami perlakuan tidak adil setelah mengumumkan kehamilannya, mulai dari pengurangan tanggung jawab kerja, penolakan promosi, hingga pemecatan.

Menurut lembaga U.S. Equal Employment Opportunity Commission (EEOC), ribuan laporan diskriminasi terkait kehamilan diajukan setiap tahunnya. Kasus-kasus tersebut biasanya berkaitan dengan pemecatan, perubahan posisi kerja secara sepihak, atau penolakan terhadap kebutuhan kesehatan ibu hamil.

Secara hukum, diskriminasi karena kehamilan sebenarnya dilarang melalui Pregnancy Discrimination Act, yaitu undang-undang yang melindungi perempuan dari perlakuan tidak adil di tempat kerja karena kehamilan, persalinan, atau kondisi medis yang berkaitan dengan kehamilan.

Namun dalam praktiknya, diskriminasi masih terjadi karena berbagai alasan. Beberapa perusahaan khawatir produktivitas menurun atau harus menyediakan cuti melahirkan yang lebih lama. Akibatnya, sebagian pekerja perempuan justru merasa tertekan untuk menyembunyikan kehamilan mereka di awal masa kerja.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Human Resource Management Journal juga menemukan bahwa perempuan hamil sering menghadapi stereotip di tempat kerja. Mereka kerap dianggap kurang fokus, kurang produktif, atau tidak berkomitmen terhadap pekerjaan, meskipun anggapan tersebut tidak selalu benar.

Padahal, banyak studi menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang mendukung ibu hamil justru dapat meningkatkan loyalitas dan produktivitas karyawan. Kebijakan seperti cuti melahirkan yang jelas, fleksibilitas kerja, dan dukungan kesehatan dapat membantu ibu hamil tetap bekerja dengan optimal tanpa membahayakan kesehatan mereka maupun bayi yang dikandung.

Kisah Smith memicu banyak reaksi di media sosial. Banyak orang menilai apa yang dialaminya merupakan diskriminasi terhadap pekerja hamil. Padahal di banyak negara terdapat aturan yang melarang perusahaan memecat karyawan karena kehamilan. Namun kenyataannya, kasus seperti ini masih sering terjadi. Data menunjukkan ribuan perempuan setiap tahun melaporkan kasus diskriminasi terkait kehamilan, termasuk pemecatan, penolakan cuti, atau perlakuan tidak adil di tempat kerja. 

Karena itu, penting bagi perusahaan untuk menciptakan budaya kerja yang inklusif dan ramah bagi perempuan, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani masa kehamilan. Dengan dukungan yang tepat, ibu hamil tetap dapat berkontribusi secara maksimal di tempat kerja sekaligus mempersiapkan kelahiran anak dengan lebih tenang. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!



(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ibu Hamil Simpan Kolostrum Sebelum Bayi Lahir, Ini Kata Ahli

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Dipecat Usai Umumkan Kehamilan, Perempuan Ini Terkejut saat Tahu Bosnya Ikut Hamil

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Ibunda Vidi Aldiano Doakan Sheila Dara agar Lebih Kuat Menjalani Kehidupan

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Cara Diet Ampuh untuk Mengembalikan BB Ideal yang Naik setelah Lebaran

Mom's Life Arina Yulistara

Apakah Kolesterol Tinggi Harus Langsung Minum Obat? Ini Kata Dokter

Mom's Life Amira Salsabila

Nama Anak Nita Vior dan Vincent Beserta Arti & 30 Rangkaian Namanya

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cara Diet Ampuh untuk Mengembalikan BB Ideal yang Naik setelah Lebaran

Persiapan Mudik Ibu Hamil, Bolehkah Minum Vitamin Tambahan agar Tubuh Fit di Perjalanan?

5 Obat Anti Mabuk Perjalanan untuk Anak agar Nyaman & Bebas Mual

Ibunda Vidi Aldiano Doakan Sheila Dara agar Lebih Kuat Menjalani Kehidupan

Momen Kebersamaan Bintang Anak Hengky Kurniawan & Ibunda, Tingginya Curi Perhatian

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK