Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Wajah Berubah Saat Hamil, Influencer Kecantikan Ini Mengaku Tak Mengenali Dirinya

Amrikh Palupi   |   HaiBunda

Selasa, 24 Mar 2026 19:30 WIB

Bahaya Tersembunyi Menempatkan Cermin di Kamar Tidur Menurut Feng Shui
Wajah Berubah Saat Hamil, Influencer Kecantikan Ini Mengaku Tak Mengenali Dirinya/Foto: Getty Images/narith_2527
Daftar Isi
Jakarta -

Perubahan saat hamil sering kali tidak hanya terjadi pada perut yang membesar, tetapi juga pada wajah dan kondisi tubuh secara keseluruhan. Hal inilah yang dialami oleh seorang beauty influencer bernama Amber Pitkin yang mengaku sempat tidak mengenali dirinya sendiri karena perubahan fisik selama masa kehamilan.

Mengutip laman People, selama bertahun-tahun, Amber Pitkin dikenal sebagai kreator konten kecantikan yang menampilkan kulit bercahaya, riasan sempurna, dan kepercayaan diri di depan kamera. Namun saat hamil anak pertama, ia harus menghadapi berbagai perubahan saat hamil yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Hal ini terjadi ketika usia kehamilannya memasuki sekitar 14 minggu, Pitkin mulai menyadari perubahan kecil pada wajahnya. Awalnya ia mengira hal tersebut hanya sementara. Namun setelah memasuki usia kehamilan lebih dari empat bulan, perubahan tersebut menjadi jauh lebih terlihat. Pitkin mengatakan bahwa bukan hanya hidungnya yang berubah, tetapi juga bibir dan matanya terlihat berbeda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Bukan hanya hidungku, tapi juga bibirku bahkan mataku. Itu cukup mengejutkan, aku merasa seperti tidak mengenali diriku sendiri," kata Amber Pitkin dikutip dari laman People

Menurut Amber Pitkin, perubahan itu terasa luar biasa karena terjadi begitu cepat dan ia tidak memiliki kendali terhadap perubahan yang dialami tubuhnya. "Rasanya sangat luar biasa mengetahui begitu banyak perubahan terjadi pada tubuhmu dan kamu tidak punya kendali atas hal itu," tuturnya.

Wajah bengkak seiring pertumbuhan kehamilan

Seiring kehamilan Pitkin berkembang, pembengkakan tersebut menjadi semakin terlihat, tidak hanya di foto, tetapi juga di kamera. Terlebih pekerjaannya berkaitan dengan konten kecantikan yang menampilkan wajah dari jarak dekat, perubahan kecil sekalipun terasa semakin jelas di bawah lampu terang dan lensa kamera beresolusi tinggi. 

Hal ini membuat perempuan 31 tahun ini tidak percaya diri. Sebagai kreator konten makeup, ia bahkan sempat merasa tidak ingin lagi melihat dirinya di kamera.

"Awalnya, hal itu benar-benar membuat rasa percaya diriku turun. Sebagai seseorang yang membuat konten makeup dan kecantikan, aku jadi tidak ingin melihat diriku sendiri di kamera lagi. Aku hanya ingin bersembunyi,” kata Pitkin.

Meski begitu, kondisi tersebut sebenarnya cukup umum terjadi selama kehamilan. Menurut Healthline, perubahan hormon selama kehamilan dapat menyebabkan pembuluh darah melebar, yang kemudian menimbulkan pembengkakan, termasuk pada bagian hidung.

Akhirnya menerima perubahan saat hamil

Seiring waktu, cara pandang Pitkin terhadap perubahan saat hamil mulai berubah. Ia perlahan belajar menerima kondisi tubuhnya daripada terus melawannya. Ia menyadari bahwa perubahan tersebut hanyalah fase sementara dan tubuhnya sedang melakukan sesuatu yang luar biasa, yaitu menumbuhkan kehidupan baru.

"Aku harus mulai berdamai dengan perubahan ini, bukan melawannya. Fase ini hanya sementara, dan tubuhku sedang melakukan sesuatu yang luar biasa,” ujar Pitkin.

Oleh karena itu, berbagai hal kecil dilakukan oleh Pitkin untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya dan membuatnya merasa cantik. Seperti merapikan rambut atau mencoba teknik perawatan wajah.

"Di saat yang sama, aku tetap ingin melakukan hal-hal kecil yang membuatku merasa seperti diriku sendiri, entah itu merapikan rambut atau mencoba berbagai teknik perawatan wajah. Hal-hal kecil itu memberiku kepercayaan diri dan membuatku merasa cantik lagi," katanya. 

Keputusan Pitkin untuk berbicara terbuka tentang perubahan wajah selama kehamilan muncul karena ia merasa topik ini jarang dibahas. Menurutnya, banyak perempuan merasa takut dianggap terlalu memikirkan penampilan atau tidak bersyukur jika membicarakan sisi sulit dari kehamilan.

"Aku pikir banyak orang takut terdengar terlalu mementingkan penampilan atau tidak bersyukur. Ada tekanan untuk hanya berbicara hal-hal positif tentang kehamilan karena itu dianggap sebagai sebuah berkah dan kamu seharusnya bersyukur bayimu sehat,” katanya.

Padahal menurut Pitkin, bersikap jujur tentang pengalaman yang menantang tidak berarti seseorang kurang mencintai bayinya. Sebaliknya, itu hanya menunjukkan bahwa kehamilan adalah pengalaman yang sangat menuntut secara fisik maupun emosional.

"Bersikap jujur tentang bagian-bagian yang sulit tidak berarti kamu mencintai bayimu lebih sedikit. Itu hanya berarti kamu sedang melalui salah satu pengalaman paling menuntut secara fisik dan emosional dalam hidupmu," tuturnya. 

Alih-alih hanya menonjolkan 'sisi indah kehamilan', Pitkin memilih menunjukkan perubahan nyata yang terjadi tanpa disaring sekaligus mengingatkan para ibu hamil bahwa apa yang dialami tubuh mereka adalah hal yang alami dan tidak perlu disembunyikan.

"Aku membayangkan kehamilan akan terasa manis dan membuatku selalu terlihat glowing. Jadi ketika aku merasa kesulitan, aku sempat berpikir ada yang salah denganku. Namun setelah mulai membagikan sisi yang lebih jujur dan rentan, aku menemukan begitu banyak perempuan lain yang merasakan hal yang sama," ungkap Pitkin. 

Dengan membagikan pengalamannya secara jujur, Pitkin justru menemukan banyak perempuan lain yang merasakan hal serupa. Mereka saling berbagi pengalaman, bertukar tips, dan memberikan dukungan satu sama lain.

"Membicarakannya secara terbuka membuat kami semua merasa tidak sendirian. Kami bisa berbagi pengalaman, saling bertukar tips, dan saling menguatkan, yang ternyata sangat menenangkan," imbuhnya. 

Respons positif sesama ibu hamil

Meski sesekali ada komentar negatif yang mengkritik penampilannya, Pitkin mengatakan sebagian besar respons di dunia maya justru positif dan penuh dukungan. 

"Aku belum pernah menerima begitu banyak pesan dukungan yang hangat dari para ibu lain. Sangat luar biasa melihat begitu banyak kebaikan dan empati dari sesama perempuan," katanya.

Pitkin memilih untuk melihat gambaran yang lebih besar. Masa kehamilan ini mengajarkannya bahwa rasa percaya diri tidak bisa hanya bergantung pada penampilan, terutama ketika penampilan seseorang terus berubah. 

"Aku harus menempatkan nilai diriku pada sesuatu yang lebih dalam, pada kekuatan, ketangguhan, dan kemampuan tubuhku, bukan hanya pada bagaimana tampilannya,” katanya.

Seiring ia menjalani kehamilannya, Pitkin juga sedang mendefinisikan ulang arti kecantikan dan kepercayaan diri bagi dirinya sendiri secara langsung. 

Ia juga memberikan pesan kepada perempuan lain yang mungkin sedang mengalami perubahan saat hamil. Menurutnya, penting untuk memberi ruang bagi diri sendiri untuk menerima perubahan tersebut.

"Berikan dirimu ruang untuk memahami dan menerima diri sendiri. Tubuhmu sedang melakukan sesuatu yang luar biasa. Tidak apa-apa jika ada momen ketika kamu merasa tidak seperti dirimu sendiri, tapi jangan biarkan itu menentukan nilai dirimu,” ujar Pitkin.

Pitkin menyarankan agar ibu hamil tetap melakukan hal-hal kecil yang membuat mereka merasa percaya diri, dikelilingi oleh orang-orang yang mendukung, dan selalu mengingat bahwa fase ini hanya sementara. Karena pada akhirnya, kekuatan yang dibangun selama masa kehamilan akan tetap menjadi bagian dari diri mereka selamanya.

"Lakukan hal-hal kecil yang membuatmu percaya diri, kelilingi dirimu dengan orang-orang yang mendukung, dan ingat bahwa fase ini hanya sementara, tetapi kekuatan yang sedang kamu bangun akan tetap bersamamu," kata Pitkin. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda