Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Penyebab Ada Bekas Luka Caesar yang Terasa Kebas atau Masih Nyeri

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Minggu, 29 Mar 2026 08:30 WIB

Sakit perut
Penyebab Ada Bekas Luka Caesar yang Terasa Kebas atau Masih Nyeri/Foto: Getty Images/kyonntra
Daftar Isi
Jakarta -

Bekas sayatan operasi caesar memang butuh waktu untuk pulih sehingga rasa nyeri kerap timbul tenggelam dalam rentang tersebut. Apa sebenarnya penyebab ada bekas luka caesar yang kebas atau masih terasa nyeri?

Setelah melalui operasi caesar, luka memang tidak langsung sembuh dalam waktu singkat. Meskipun tampaknya dari luar luka terlihat mengering, tetapi bagian dalam luka masih butuh proses penyembuhan, Bunda.

Karenanya, ketidaknyamanan mungkin masih Bunda rasakan di fase tersebut. Termasuk kerap muncul rasa nyeri atau rasa kebas atau sensasi mati rasa  di area bekas sayatan operasi caesar. 

Normalkah bekas luka caesar yang terasa kebas atau nyeri?

Nyeri dan mati rasa atau kebas di sekitar area luka operasi caesar memang hal umum yang dirasakan para ibu usai persalinan caesar. Namun, Bunda tidak perlu khawatir karena hal tersebut sering kali merupakan tanda bahwa pemulihan masih berlangsung.

Penting Bunda ketahui bahwa mati rasa di area bekas luka operasi caesar merupakan hal yang wajar dalam beberapa minggu pertama. Dinding perut, termasuk kulit, fasia, dan saraf, dipotong selama operasi. Gangguan semacam ini membutuhkan waktu untuk pulih.

Namun, yang tidak normal ialah ketika gejalanya menetap selama berbulan-bulan atau bertahun-tabun ya, Bunda. Berikut ini beberapa hal yang masih dialami perempuan usai persalinan caesar?

1. Area mati rasa di atas atau di sekitar sayatan
2. Sensasi kencang atau menarik saat bergerak
3. Nyeri tajam dan tiba-tiba saat meregangkan tubuh atau berdiri
4. Nyeri saat berhubungan atau saat buang air kecil dan buang air besar
5. Kesulitan merasakan atau mengaktifkan otot inti

Ya, semua keluhan tersebut memang hal umum yang terjadi pada ibu usai persalinan caesar ya, Bunda. Bahkan, setelah rentang waktu yang lama sekalipun, pemulihan sering kali tetap berlangsung dan tak sedikit perempuan yang masih merasakan ketidaknyamanan tersebut. 

Hal ini karena pada pemulihan operasi caesar memang melibatkan lebih dari sekadar lapisan kulit terluar. Dan, selama operasi, ahli bedah memotong kulit, lemak subkutan, fascia, lapisan otot perut, peritoneum, rahim, saraf yang memasok dinding perut bagian bawah terutama dari saraf iliohipogastrik dan ilioinguinal yang dapat rusak, meregang, atau putus selama proses ini. 

Dan, kerusakan ini sering menyebabkan hilangnya sensasi atau perubahan sinyal saraf di sekitar lokasi sayatan. Selain itu, proses penyembuhan sering kali menciptakan adhesi jaringan perut atau pita jaringan ikat yang terbentuk di antara jaringan dan organ. Dengan kondisi tersebut, yang seharusnya bergeser dan meluncur sebagaimana mestinya, akhirnya jadi membuat prosesnya terhambat atau macet seperti dikutip dari laman Mutusystem.

Hal ini dikarenakan adhesi dapat membatasi gerakan inti dan batang tubuh, membatasi pernapasan dan mobilitas, menyebabkan masalah usus atau kandung kemih, menyebabkan ketidaknyamanan atau nyeri saat berhubungan, serta dapat memengaruhi postur tubuh karena menyebabkan ketidakseimbangan dan kompensasi berlebihan di otot lain.

Cara tepat merawat dan memulihkan bekas luka operasi caesar

Pemulihan pasca persalinan caesar memang tidak bisa instan dan membutuhkan waktu. Pemulihan yang efektif mencakup lebih dari sekadar penyembuhan kulit ya, Bunda. Dalam hal ini, Bunda membutuhkan strategi yang dapat mengembalikan fungsi, mobilitas dan sensasi dari dalam ke luar.

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan ya, Bunda:

1. Desensitisasi dan pijat bekas luka (setelah sembuh sepenuhnya)

Setelah area sayatan tertutup sepenuhnya (biasanya sekitar 6 minggu), teknik sentuhan lembut dan pijat dapat mengurangi hipersensitivitas saraf, meningkatkan sirkulasi, mencegah atau melepaskan adhesi, serta mengembalikan propriosepsi dan kesadaran tubuh. Ini tidak berarti menusuk atau menekan dengan keras tetapi bagaimana sentuhan lembut bermain dan konsisten dilakukan guna membangun otak dan tubuh terhubung kembali.

2. Latihan pernapasan dan manajemen tekanan intra-abdominal

Napas Bunda sebenarnya menggerakkan inti tubuh. Diafragma, dinding perut, dan dasar panggul bekerja sebagai satu tim. Ketika salah satunya tidak sinkron (sepertiyang sering terjadi setelah operasi), sistem akan rusak.

Untuk itu, Bunda diharapkan belajar untuk menarik napas sepenuhnya, mengembangkan tulang rusuk dan perut, menghembuskan napas sambil dengan lembut mengaktifkan otot inti bagian dalam, serta melatih kembali sistem untuk berkoordinasi lagi. Hal tersebut merupakan dasar untuk mengatasi ketegangan bekas luka dan gejala dasar panggul yang lebih dalam.

3. Gerakan fungsional

Lupakan sit up terlebih dahulu karena proses recovery lebih efektif dari gerakan selaras (kepala di atas tulang rusuk di atas panggul), mengangkat, memutar, dan berjalan dengan dukungan pernapasan, membangun kembali koordinasi dan bukan sekadar kekuatan, serta melakukan gerakan normal seperti yang dilakukan sepanjang hari  mulai dari berdiri, makan, mengangkat, membawa barang yang menjadi rehabilitas ketika bergerak,

Jika luka dibiarkan tanpa perawatan, disfungsi bekas luka dapat memburuk, Bunda. Dan, ketika adhesi dan diseksi bekas luka tidak ditangani, hal tersebut bisa menyebabkan beberapa risiko berikut:

1. Nyeri punggung yang terus-menerus
2. Peningkatan risiko prolaps organ panggul
3. Inkontinensia urin atau feses
4. Penurunan fungsi atau kenikmatan seksual
5. Diastasis recti yang tidak pernah sepenuhnya sembuh

Karenanya, sangat penting bagi siapa pun mendapatkan yang lebih baik. Ingatlah bahwa nyeri bekas luka operasi caesar bukanlah sesuatu yang harus ditahan dan diabaikan.

Bagaimana jika tidak melakukannya sesegera mungkin?

Tidak ada kata terlambat untuk melatih kembali tubuh ya, Bunda. Baik operasi caesar yang dilakukan 6 minggu atau 6 tahun yang lalu, tubuh tetap responsif terhadap rehabilitasi. Sebab, jalur saraf dapat diatur ulang dan koordinasi otot dapat kembali serta sensasi dan kekuatan dapat dibangun kembali dengan masukan dan konsistensi yang tepat.

Jika Bunda masih merasa mati rasa, tegang, atau seperti tidak dapat merasakan inti tubuh diri sendiri, mungkin hal itu dikarenakan Bunda tidak pernah diajari cara untuk reconnect. Untuk itu, secara perlahan Bunda bisa melakukannya perlahan-lahan agar bisa melalui semua proses tersebut dengan baik dan pemulihan pun bisa maksimal.

 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda