HaiBunda

KEHAMILAN

11 Penyebab Perut Sakit saat Hamil, Tanda Bahaya & Cara Mengatasinya

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Senin, 30 Mar 2026 08:10 WIB
11 Penyebab Perut Sakit saat Hamil, Tanda Bahaya & Cara Mengatasinya/Foto: Getty Images/damircudic
Jakarta -

Ibu hamil sering merasakan perut sakit sejak awal kehamilan. Apa sebenarnya penyebab perut sakit saat hamil ya, Bunda?

Serba serbi kehamilan memang ada saja ya, Bunda. Tidak cuma morning sickness yang banyak dikeluhkan ibu hamil tetapi juga perut sakit saat hamil yang membuat ketidaknyamanan. Padahal, menjaga pola makan sudah dilakukan dengan baik.

Mengenali perut sakit saat hamil

Perut sakit selama kehamilan merupakan gejala umum selama trimester pertama karena adanya perubahan hormonal terkait kehamilan. Biasanya, rasa sakit tersebut dikaitkan dengan mual di pagi hari yang dimulai dari 2 hingga 4 minggu setelah pembuahan dan biasanya membaik atau menghilang sepenuhnya pada trimester kedua.


Namun, perut sakit selama kehamilan bisa juga menandai adanya gangguan perut seperti keracunan makanan, gastritis, atau refluks gastroesofageal. Gejala seperti mulas, diare, atau gas berlebih mungkin menyertai ya, Bunda.

Jika Bunda masih merasakan gejala yang normal, tidak mengapa menunggunya hingga sembuh dengan sendirinya. Namun, saat perut sakit tak berujungdan semakin lemas, ada baiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau bidan terdekat.

11 Penyebab perut sakit saat hamil

Ada banyak perut sakit saat hamil yang tak banyak diketahui para ibu. Agar lebih bersahabat dengan gangguan ini, yuk, cari tahu apa saja penyebabnya, Bunda:

1. Morning sickness

Morning sickness merupakan gangguan yang umum terjadi selama trimester pertama kehamilan. Hal ini pun bisa terjadi kapan saja dan tidak hanya di pagi hari. Biasanya, morning sickness memang paling umum terjadi selama trimester pertama, namun dapat juga berlanjut sepanjang kehamilan. 

2. Hiperemesis gravidarum

Hiperemesis gravidarum adalah  mual dan muntah yang ekstrem selama kehamilan, yang didefinisikan sebagai beberapa episode muntah sepanjang hari yang berlangsung selama berminggu-minggu.

3. Asam lambung

Asam lambung lebih sering terjadi setelah minggu ke-24 kehamilan karena rahim yang membesar dapat menekan perut dari bawah sehingga menyebabkan asam lambung naik kembali ke kerongkongan.

4. Keracunan makanan

Keracunan makanan dapat terjadi kapan saja selama kehamilan setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi oleh racun yang dihasilkan oleh jamur atau bakteri.

5. Gastritis

Gastritis selama kehamilan dapat berkembang karena adanya perubahan hormonal kehamilan serta peningkatan tingkat stres dan kecemasan seperti dikutip dari laman Tuasaude.

6. Tukak lambung

Tukak lambung merupakan akibat dari gastritis kronis atau infeksi H.pylori. Kondisi ini dapat merusak atau melemahkan lapisan lambung dan menyebabkan terbentuknya tukak lambung karena iritasi terus menerus dari asam lambung.

7. Preeklamsia

Preeklamsia terjadi selama paruh kedua kehamilan dan dapat menyebabkan eklamsia. Komplikasi kehamilan serius ini patut diwaspadai karena dapat membahayakan nyawa ibu hamil dan janin.

8. Rahim yang membesar

Rahim yang membesar dapat menekan perut selama kehamilan dan akhirnya menyebabkan sakit perut dan asam lambung.

9. Gas berlebih

Gas berlebih banyak disebabkan oleh peningkatan progesteron yang memperlambat pencernaan sehingga bisa menyebabkan perut sakit selama kehamilan. Ini dikarenakan pencernaan yang lebih lambat berarti membutuhkan lebih banyak waktu bagi makanan untuk berfermentasi di perut. 

10. Sembelit 

Laju pencernaan dan pemrosesan makanan oleh tubuh saat hamil memang melambat untuk mengekstrak nutrisi sebanyak mungkin untuk bayi. Dengan kondisi sembelit dan perut kembung yang sangat umum terjadi tentunya membuat perut sakit terutama pada trimester pertama dan bahkan bisa berlangsung selama sembilan bulan penuh.

11. Kontraksi palsu

Kontraksi palsu juga bisa menjadi penyebab perut sakit selama kehamilan. Kontraksi ini mungkin terjadi sejak trimester kedua, tetapi umumnya muncul di trimester ketiga seperti dikutip dari laman Flohealth.

Tanda bahaya perut sakit saat hamil

Perut sakit saat hamil mungkin jadi hal normal selama kehamilan. Namun, Bunda juga perlu mengenali adanya tanda bahaya perut sakit saat hamil agar kehamilan tetap terjaga dengan baik.

Penting Bunda ingat bahwa saat mengalami nyeri hebat di perut (lambung) disertai tanda-tanda persalinan prematur, perdarahan vagina atau infeksi, atau jika Bunda mengalami trauma pada perut, segeralah bergegas ke IGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan darurat.

Selain itu, Bunda juga perlu segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami perut sakit dengan disertai gejala berikut:

1. Diare terus menerus, muntah, dan tanda-tanda dehidrasi
2. Persalinan prematur
3. Perdarahan vagina
4. Trauma pada perut seperti kecelakaan moil, jatuh, atau kekerasan
5. Bayi bergerak lebih sedikit dari biasanya
6. Adanya tanda-tanda infeksi

Cara mengatasi perut sakit saat hamil

Mengatasi perut sakit saat hamil biasanya dilakukan sesuai dengan penyebabnya ya, Bunda. Jika Bunda mengalami perut sakit yang parah, tentunya membutuhkan penanganan dari tim medis agar lekas pulih. Namun, jika perut sakit saat hamil tergolong ringan, Bunda bisa memilih perawatan mandiri di rumah.

Ketika menjalani perawatan mandiri di rumah, pastikan Bunda untuk melakukan hal-hal berikut:

1. Beristirahat untuk membantu mengatasi kelelahan
2. Minum cukup cairan untuk mencegah dehidrasi
3. Menghindari mengangkat benda berat
4. Minum obat untuk mengatasi perut sakit

Jika Bunda memerlukan obat untuk mengatasi perut sakit, dokter mungkin akan memeriksa terlebih dahulu apakah obat tersebut aman dikonsumsi selama kehamilan seperti dikutip dari laman Pregnancybirthbaby.

Bisakah perut sakit selama kehamilan dicegah?

Perut sakit saat hamil memang sulit untuk dihindari ya, Bunda. Apalagi, banyak penyebab yang melatari hadirnya perut sakit tersebut. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan ya, Bun:

1. Melakukan kontrol kehamilan ke dokter secara rutin
2. Menjaga kesehatan diri dan mewaspadai gejala jika merasakan nyeri yang tidak biasa
3. Mengenakan sabuk pengaman saat berada di dalam mobil agar melindungi bayi dan diri sendiri jika terjadi kecelakaan
4. Hindari sembelit dengan mengonsumsi makanan tinggi serat dan tetap terhidrasi

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ibu Hamil Simpan Kolostrum Sebelum Bayi Lahir, Ini Kata Ahli

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Setop Makan Gula dan Tepung 24 Jam, Ini yang Terjadi pada Tubuh

Mom's Life Annisa Karnesyia

Bunda Wajib Coba! 7 Minuman Ini Bantu Turunkan Kolesterol Setelah Lebaran

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

Sedang Merasa Dibenci Semua Orang? Ternyata Ini Maknanya Menurut Psikologi

Mom's Life Annisa Karnesyia

83 Nama Bayi Heroik dari Tokoh Dunia, Penuh Makna Kuat dan Inspiratif

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

4 Kalimat Langka yang Diucapkan Laki-laki saat Tulus Jatuh Cinta Menurut Psikolog

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Maternity Shoot Annisa Pohan saat Hamil Anak Kedua

Setop Makan Gula dan Tepung 24 Jam, Ini yang Terjadi pada Tubuh

83 Nama Bayi Heroik dari Tokoh Dunia, Penuh Makna Kuat dan Inspiratif

Bunda Wajib Coba! 7 Minuman Ini Bantu Turunkan Kolesterol Setelah Lebaran

Sedang Merasa Dibenci Semua Orang? Ternyata Ini Maknanya Menurut Psikologi

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK