HaiBunda

KEHAMILAN

Organisasi Terkemuka di Eropa Buat Panduan Baru untuk Perempuan dengan Penyakit Jantung yang Ingin Hamil

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Jumat, 20 Mar 2026 09:55 WIB
Ilustrasi Penyakit Jantung/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Tharakorn
Jakarta -

Organisasi terkemuka di Eropa, European Society of Cardiology (ESC), baru-baru ini meluncurkan panduan untuk perempuan dengan penyakit jantung yang ingin hamil. Panduan ini diterbitkan pada Hari Perempuan Internasional yang jatuh di tanggal 8 Maret, Bunda.

Perlu diketahui, menurut ulasan di jurnal Nature Reviews Cardiology tahun 2020, penyakit jantung memengaruhi 1 hingga 4 persen kehamilan. Penyakit jantung pada kehamilan merupakan penyebab signifikan morbiditas dan mortalitas.

Panduan ESC tentang penyakit jantung pada perempuan

Pedoman baru dari ESC dibuat untuk memberdayakan perempuan yang hidup dengan penyakit kardiovaskular atau penyakit yang memengaruhi jantung dan pembuluh darah. Pedoman dapat memberikan informasi yang mudah diakses tentang pilihan dukungan medis dan psikologis bagi perempuan dengan penyakit kardiovaskular yang sudah ada sebelum, selama, dan setelah melahirkan.


"Mengidap penyakit kardiovaskular saat hamil dapat menyebabkan stres dan kecemasan tambahan, dan ibu harus menjaga kesehatannya sendiri serta menjaga pertumbuhan dan kesehatan janinnya," kata anggora forum ESC dan salah satu penulis panduan, Françoise Steinbach, dilansir laman resmi ESC Cardio.

"Pedoman baru ini menjelaskan apa yang harus dilakukan perempuan dengan penyakit kardiovaskular untuk mencegah masalah selama kehamilan, dan memberikan informasi tentang periode setelah melahirkan dan perawatan ibu jangka panjang. Bagi mereka yang memiliki kondisi jantung genetik, pedoman ini juga memberikan saran tentang konseling pra-kehamilan sehingga perempuan dapat membuat keputusan yang tepat," lanjutnya.

Dalam pedoman ini, perempuan dengan penyakit kardiovaskular disarankan untuk dievaluasi dan ditangani oleh tim khusus bagian jantung selama kehamilan, sejak mereka ingin memulai keluarga hingga kehamilan dan persalinan, dan setelah melahirkan.

Tim khusus ini akan berisi ahli jantung, ahli anestesi, bidan, dokter kandungan, dan perawat spesialis klinis. Tim dapat diperluas tergantung pada masalah klinisnya, seperti menambahkan dokter umum, ahli bedah, spesialis perawatan intensif, dan konselor genetik.

Pedoman tersebut juga menyarankan agar tim perawatan kesehatan bekerja sama dalam proses pengambilan keputusan bersama dengan perempuan tersebut untuk mengembangkan rencana persalinan yang dipersonalisasi. Rencana tersebut harus menentukan apakah persalinan harus diinduksi, bagaimana persalinan dan kelahiran harus dikelola, dan pemantauan apa yang mungkin dibutuhkan ibu setelah bayi lahir.

Persalinan pervaginam sebaiknya dianjurkan untuk sebagian besar perempuan dengan penyakit kardiovaskular karena komplikasi yang umumnya lebih rendah. Namun, operasi caesar mungkin tetap direkomendasikan dalam beberapa situasi tertentu.

Setelah melahirkan, panduan tersebut merekomendasikan agar perempuan dengan penyakit kardiovaskular menjalani pemeriksaan kesehatan mental secara berkala oleh tim perawatan kesehatan, sehingga setiap masalah dapat diidentifikasi sejak dini dan diberikan dukungan yang sesuai. Mereka mencatat bahwa risiko mengembangkan depresi di antara ibu baru di populasi umum adalah sekitar 10 hingga 20 persen, dan risiko ini meningkat dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya seperti penyakit kardiovaskular.

Penyakit jantung pada ibu hamil

Secara global, jumlah ibu hamil dengan penyakit kardiovaskular semakin meningkat, Bunda. Hal ini disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti usia ibu yang lebih tinggi pada kehamilan pertama, meningkatnya jumlah perempuan dengan penyakit jantung bawaan yang mencapai usia subur, dan meningkatnya prevalensi komorbiditas kardiovaskular.

"Semakin banyak perempuan dengan penyakit kardiovaskular yang diketahui mempertimbangkan untuk bisa hamil," ungkap ahli kardiologi dan genetika klinis dari Department of Internal Medicine and Paediatrics di Ghent University, profesor Julie De Backer.

"Hal ini disebabkan oleh banyak alasan, seperti semakin banyak perempuan yang lahir dengan gangguan jantung yang bertahan hingga dewasa, semakin banyak yang telah menjalani transplantasi atau pengobatan kanker, dan semakin banyak yang memiliki penyakit jantung yang didapat. Panduan ini memberikan nasihat yang jelas dan mudah diakses kepada dokter dan pasien berdasarkan bukti terbaru," sambungnya.

Perlu diketahui, penyakit kardiovaskular pada ibu hamil kini menjadi penyebab utama kematian non-obstetri pada ibu hamil, yang menyumbang 33 persen dari kematian terkait kehamilan di seluruh dunia. Padahal, 68 persen kematian terkait kehamilan yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskular dapat dicegah.

Kehamilan merupakan periode berisiko tinggi bagi perempuan yang mengidap penyakit kardiovaskular, Bunda. Hal ini karena terjadinya perubahan fisiologis pada jantung dan sistem peredaran darah yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan metabolisme ibu dan janin.

Demikian penjelasan terkait panduan organisasi di Eropa terkait penanganan perempuan dengan penyakit jantung yang ingin hamil, sedang hamil, dan setelah melahirkan. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Hati-Hati, Ini 5 Kebiasaan Sehat yang Ternyata Bisa Merusak Jantung

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

THR Anak yang Masih Kecil Hak Siapa? Ini Hukum Islam yang Wajib Diketahui Orang Tua

Parenting Nadhifa Fitrina

Fotografer Kerajaan Inggris Ini Menyesal Pernah Memotret Putri Diana saat Hamil, Ada Apa?

Kehamilan Amrikh Palupi

Pemerintah Terapkan WFH 1 Hari Usai Libur Lebaran, Imbas Konflik Timur Tengah

Mom's Life Annisa Karnesyia

Bingung Konsumsi Apa saat Lebaran? Ini Makanan yang Aman untuk Penderita Asam Urat Menurut Dokter

Mom's Life Amira Salsabila

Cantiknya Nama Anak Ketiga Lesti Kejora, Terinspirasi dari Legenda Liverpool

Nama Bayi Indah Ramadhani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Kasus Langka! Janin Mengeras Tersimpan 50 Tahun di Perut Seorang Perempuan

THR Anak yang Masih Kecil Hak Siapa? Ini Hukum Islam yang Wajib Diketahui Orang Tua

Bingung Konsumsi Apa saat Lebaran? Ini Makanan yang Aman untuk Penderita Asam Urat Menurut Dokter

Pemerintah Terapkan WFH 1 Hari Usai Libur Lebaran, Imbas Konflik Timur Tengah

Fotografer Kerajaan Inggris Ini Menyesal Pernah Memotret Putri Diana saat Hamil, Ada Apa?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK