HaiBunda

KEHAMILAN

Pink Light Campaign, Teknologi Canggih Bantu Bumil Korea Dapat Kursi di Transportasi Umum

Melly Febrida   |   HaiBunda

Kamis, 26 Mar 2026 16:50 WIB
Pink Light Campaign, Teknologi Canggih Bantu Ibu Hamil di Korea Dapatkan Kursi di Transportasi Umum/Foto: Getty Images/iStockphoto/maroke
Jakarta -

Ibu hamil di transportasi umum kota besar mungkin sering mengalami harus berdiri lama karena tak ada kursi yang kosong. Pink light campaign mungkin bisa membantu ibu hamil mendapatkan kursi di transportasi umum.

Tidak semua orang yang tidak mau memberikan tempat duduknya karena tidak sopan. Terkadang, penumpang lain tidak menyadari ada ibu hamil karena perut yang belum terlihat besar atau dianggap memang berbadan besar. Salah berasumsi dapat menciptakan situasi yang canggung.

Melansir Bloomberg, di AS dan luar negeri, ada banyak etika buruk di dalam kereta yang mendorong kampanye kesopanan dari lembaga transportasi dan penumpang yang frustrasi. Namun, gebrakan di Busan Korea Selatan membantu banyak perempuan hamil.


Apa itu Pink Light Campaign?

Pink Light Campaign adalah program sosial berbasis teknologi yang membantu memberi sinyal kepada penumpang lain bahwa ada ibu hamil yang membutuhkan kursi prioritas.

Program ini pertama kali diperkenalkan di Kota Busan, Korea Selatan, beberapa tahun lalu. Sebuah agensi iklan Korea menguji program Pink Light Campaign di kereta ringan Busan–Gimhae.

Kursi prioritas sebenarnya sudah menjadi bagian dari sistem kereta bawah tanah di Korea Selatan sejak tahun 1985, tetapi kursi merah muda eksklusif ini baru diperkenalkan pada tahun 2013 setelah banyak keluhan dari perempuan hamil yang dilecehkan oleh orang lanjut usia karena duduk di kursi prioritas.

Kursi-kursi ini terbuka untuk semua perempuan hamil yang bepergian, mulai dari mereka yang berada di bulan kesembilan hingga tahap awal kehamilan, yang mungkin belum terlihat hamil.

Awalnya saat uji coba, sekitar 500 perempuan hamil diberikan sensor khusus yang dapat mengaktifkan lampu berwarna pink yang dipasang di dekat kursi prioritas.

Dalam laman Busan.go.kr, dijelaskan bahwa sistemnya bekerja dengan menggunakan sensor atau perangkat kecil yang dibawa oleh ibu hamil. Ketika ibu hamil mendekati kursi prioritas di kereta atau subway, perangkat tersebut akan memicu lampu berwarna pink yang menyala di dekat kursi tersebut sebagai tanda agar penumpang lain memberikan tempat duduk. 

Tujuan utama Pink Light Campaign ini untuk mengurangi situasi canggung ketika seseorang tidak yakin apakah seorang perempuan sedang hamil atau tidak, sekaligus mendorong budaya saling menghargai di transportasi umum.

Ibu hamil membutuhkan kursi di transportasi umum

Perjalanan ke tempat kerja dengan menggunakan transportasi umum bisa menjadi penyebab utama stres dan kecemasan untuk ibu hamil. Melansir ScienceDirect, berdiri terlalu lama dapat memicu berbagai keluhan seperti pusing, mual, hingga nyeri punggung.

Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Transport & Health menunjukkan bahwa perjalanan harian selama kehamilan dapat meningkatkan kelelahan, stres, serta memperparah gejala seperti mual dan rasa tidak nyaman pada tubuh ibu hamil.

Karena itu, akses ke kursi prioritas menjadi salah satu cara penting untuk membantu menjaga kesehatan dan kenyamanan ibu hamil saat bepergian.

Peneliti menjelaskan bahwa kehamilan, terutama selama trimester pertama dan ketiga, dapat menyebabkan kelelahan dan ini dapat diperburuk pada perempuan dengan perjalanan yang panjang.

Sebuah studi tentang ibu hamil di Amerika Serikat oleh MacLeod dkk pada 2018 menemukan bahwa perjalanan pulang pergi yang lebih lama dikaitkan dengan kesehatan mental yang lebih buruk selama kehamilan, bahkan setelah memperhitungkan kurangnya aktivitas fisik dan faktor stres lainnya, seperti jumlah peristiwa yang menimbulkan stres.

Pada tahun 2005, Transport for London (TfL) memperkenalkan lencana Baby-on-Board untuk para komuter di London; Lencana yang dapat dikenakan oleh ibu hamil untuk menunjukkan bahwa mereka mungkin memerlukan tempat duduk saat bepergian.

Sebuah laporan oleh TfL (2019) merujuk pada meningkatnya kesadaran akan kebutuhan tempat duduk prioritas, termasuk untuk ibu hamil. Laporan tersebut menyoroti bahwa kemampuan untuk mendapatkan tempat duduk saat dibutuhkan dapat membuat perbedaan antara perjalanan yang aman dan tidak aman.

Dampak positif Pink Light Campaign

Sejak memperkenalkan program ini mendapat banyak respons positif karena:

  • Membantu ibu hamil lebih mudah mendapatkan kursi.
  • Mengurangi rasa sungkan untuk meminta kursi.
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan ibu hamil.
  • Menciptakan budaya empati di ruang publik

Di Korea Selatan, kursi khusus berwarna pink dibuat khusus untuk ibu hamil agar lebih mudah dikenali oleh penumpang lain. Wah, semoga saja teknologi ini bisa diterapkan di Indonesia ya Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ibu Hamil Simpan Kolostrum Sebelum Bayi Lahir, Ini Kata Ahli

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Tanggapan Marshanda saat Anak Putuskan Lepas Hijab: Aku Hormati Proses Sienna

Parenting Annisa Karnesyia

7 Cerita Dongeng Kerajaan Sebelum Tidur yang Kaya Pesan Moral

Parenting Asri Ediyati

Bunda Ini Bingung Hamil 7 Bulan tapi Tak Muncul Baby Bump, Kok Bisa?

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Potret Seru Anak Artis saat Libur Lebaran Bareng Keluarga

Parenting Nadhifa Fitrina

Menanti 9 Th, Tsania Marwa Akhirnya Rayakan Ulang Tahun Ke-13 Si Putra Sulung

Mom's Life Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Seru Anak Artis saat Libur Lebaran Bareng Keluarga

Bunda Ini Bingung Hamil 7 Bulan tapi Tak Muncul Baby Bump, Kok Bisa?

7 Cerita Dongeng Kerajaan Sebelum Tidur yang Kaya Pesan Moral

Tanggapan Marshanda saat Anak Putuskan Lepas Hijab: Aku Hormati Proses Sienna

Semakin Banyak Ibu hamil Terkena Batu Empedu, Terungkap Penyebabnya Bun

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK