HaiBunda

KEHAMILAN

Pakai IUD Bisa Menyebabkan Keputihan Berbau? Ini Jawaban Dokter

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Jumat, 10 Apr 2026 08:50 WIB
Ilustrasi IUD/ Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Intrauterine device (IUD) merupakan jenis kontrasepsi yang dapat Bunda gunakan untuk mencegah kehamilan. IUD adalah kontrasepsi berbentuk T kecil, yang dipasang di dalam rahim perempuan.

Penggunaan IUD banyak dikaitkan dengan mitos seputar kesehatan reproduksi perempuan, Bunda. Salah satunya mengaitkan IUD dengan keputihan abnormal.

Lantas, benarkah pemakaian IUD bisa menyebabkan keputihan berbau dan memicu kondisi abnormal lainnya?


Menurut Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Bima Suryantara Sp. OG dari RS JIH Solo, IUD memang bisa menyebabkan keputihan abnormal. Tapi, IUD tidak selalu menjadi penyebab utama keputihan yang tidak normal ya.

"IUD itu adalah benda asing. Jadi sebetulnya itu reaksi reaksi alamiah dari dari rahim terhadap benda asing yang masuk ke tubuh," kata Bima saat dihubungi HaiBunda belum lama ini.

"Kalau keputihannya sampai berbau menyengat, kemudian konsistensinya banyak, menyebabkan gatal, dan warnanya berubah, itu sebenarnya bukan kesalahan IUD semata. Bahkan, orang yang tidak pakai IUD juga bisa mengalami itu. IUD hanya menambahkan jumlah keputihannya, jadi bukan penyebab utama," sambungnya.

Cara mencegah keputihan abnormal

Keputihan abnormal sebenarnya dapat dicegah dengan menjaga kesehatan organ intim. Berikut tipsnya menurut Bima:

1. Membasuh dengan air yang bersih

Keputihan terjadi oleh karena semua hal yang bersentuhan dengan vagina, dan yang paling sering adalah air. Jadi saat membasuh organ intim, Bunda perlu pastikan kualitas air yang dipakai baik. Bila tidak tahu kualitas air, Bima menyarankan untuk menggunakan air mineral ukuran kecil.

2. Gunakan celana dengan bahan yang menyerap keringat

Tips kedua adalah memilih bahan celana dalam yang menyerap keringat. Selain itu, hindari memakai celana luar yang terlalu ketat.

3. Gunakan pantyliner sesuai fungsinya

Hindari pemakaian pembalut atau pantyliner yang tidak semestinya. Artinya, hindari memakai pantyliner yang mengandung bahan tambahan, yang diklaim bisa mengatasi keputihan.

"Fungsi pantyliner itu kan sebagai penampung saja, tapi banyak produk yang membelokkan fungsinya dengan 'diisi' berbagai macam bahan, yang diklaim bisa mengobati keputihan," ujar Bima.

4. Hindari menggunakan sabun pembersih organ intim

Tips terakhir adalah tidak sembarangan menggunakan sabun untuk mencuci area vagina. Ketika sabun masuk ke dalam vagina, situasi flora dan mikroorganisme yang normal bisa berubah.

"Saat awal menggunakan sabun mungkin bisa bikin vagina terasa kering, tapi lama-kelamaan bisa menyebabkan keputihan. Itu seperti kita merusak ekosistem normal yang ada di bagian vagina," kata Bima.

Kapan harus ke dokter?

Bunda bisa ke dokter bila mengalami keputihan abnormal saat memakai IUD. Keputihan abnormal dapat ditandai dengan perubahan warna cairan yang tidak wajar, berbau menyengat, muncul rasa nyeri dan gatal di area vagina.

Selain melihat keputihan, Bunda yang menggunakan IUD juga perlu memerhatikan dua hal penting sebelum periksa ke dokter, yakni perdarahan dan nyeri. Perdarahan dapat dilihat dari jumlah dan banyaknya darah yang keluar, serta durasi dari keluarnya darah.

"Perlu periksa ke dokter kalau jumlah darah haid lebih banyak dibandingkan sebelum menggunakan IUD. Misalnya, dulu sebelum pasang IUD itu bisa pakai tiga pembalut. Tapi kalau setelah pasang IUD itu pakai 8 sampai 10 pembalut," ujar Bima.

"Lalu, jumlah harinya keluar darah. Kalau jumlahnya melebihi 14 hingga 15 hari atau dua minggu, segera periksa dokter. Terakhir, adanya perdarahan di luar siklus haid," lanjutnya.

Selanjutnya adalah nyeri. Bila merasakan nyeri yang menetap hingga menjalar ke area perut, Bunda juga disarankan untuk segera periksa ke dokter.

"IUD itu memang lebih kecil dibandingkan ukuran rahim. Bisa ada potensi IUD bergeser yang dianggap wajar ketika terjadi benturan ringan, misalnya pada perut ibu hamil. Saat bergeser ini akan menunjukkan nyeri di salah satu sisi yang sementara," ungkap Bima.

"Kalau nyerinya menetap dan terasa sampai ke perut atau mendekati jalan lahir, itu sebaiknya diperiksa ke dokter meski belum jadwalnya untuk periksa IUD."

Demikian penjelasan dokter terkait IUD dan keputihan abnormal. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Kapan Sebaiknya Pemasangan KB IUD Dilakukan agar Tak Kebobolan, saat Melahirkan atau Pasca Nifas?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Kalimat Pengganti "Saya Tidak Tahu" agar Terlihat Lebih Profesional

Mom's Life Amira Salsabila

Dilema Putri Diana dan Kate Middleton saat Hamil Akhirnya Terungkap, Ternyata...

Kehamilan Annisa Karnesyia

Potret Kompak Risty Tagor Bareng Mantan Suami Rayakan Ultah Sang Putra

Mom's Life Amira Salsabila

5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Picu Kanker Payudara

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

500 Nama Bayi Laki-Laki Jawa Beserta Artinya Lengkap

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Kalimat Pengganti "Saya Tidak Tahu" agar Terlihat Lebih Profesional

Dilema Putri Diana dan Kate Middleton saat Hamil Akhirnya Terungkap, Ternyata...

500 Nama Bayi Laki-Laki Jawa Beserta Artinya Lengkap

5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Picu Kanker Payudara

Potret Kompak Risty Tagor Bareng Mantan Suami Rayakan Ultah Sang Putra

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK