kehamilan

Suami Ngidam Saat Istri Hamil? Ini Penyebabnya

Annisa Karnesyia Kamis, 26 Dec 2019 17:20 WIB
Suami Ngidam Saat Istri Hamil? Ini Penyebabnya
Jakarta - Ngidam paling sering dialami wanita hamil ya, Bunda? Lalu apa jadinya jika ngidam dialami pasangan kita atau si calon ayah?

Nyatanya hal ini memang kerap terjadi pada pria yang istrinya hamil. Profesor biologi di Queen's University di Kingston, Ontario, Katherine E. Wynne-Edwards mengatakan, kondisi suami ngidam dinamakan couvade atau kehamilan simpatik.


"Ketika gejala kehamilan seperti mual, kenaikan berat badan, perubahan suasana hati dan kembung terjadi pada pria, ini disebut couvade atau kehamilan simpatik," kata Wynne-Edwards, dikutip dari Scientific American.


Tergantung pada budaya manusia, Wynne-Edwards menjelaskan jika couvade bisa juga terjadi pada perilaku seorang ayah selama persalinan. Perkiraan terjadinya couvade sulit diperoleh karena tingkat pelaporan yang rendah, Bunda.

Sebuah tim peneliti yang dipimpin Anne Storey dari Memorial University di Newfoundland menemukan, ketika para istri hamil ditanya tentang pengalaman suami mereka, insiden couvade lebih tinggi dilaporkan. Hal ini justru sebaliknya terjadi pada para suami.

"Sejumlah profesional berhipotesis jika akar penyebab suami ngidam adalah rasa cemburu, ketidakmampuan seorang pria untuk menjadi ayah, merasa bersalah dengan perubahan yang terjadi pada istrinya, atau perasaan egois mencari perhatian," ujar Wynne-Edwards.

Meski begitu, masih banyak penyebab suami ngidam lainnya. Bisa karena pola makan dan perilaku istri.

Ilustrasi suami ngidamIlustrasi suami ngidam/ Foto: Thinkstock

Ada penelitian menunjukkan jika pria yang memiliki empati pada pasangannya yang hamil akan rentan terhadap gejala couvade. Pada akhirnya berakhir dengan ikatan kuat pada anak.

"Jika ini yang terjadi, maka gejala mungkin merangsang proses biologis yang melibatkan keterikatan sosial," jelas Wynne-Edwards.

Dr.Artur Brennan dari University of London's Faculty of Health and Social Care Sciences mengatakan jika beberapa orang mungkin menganggap ini sebagai tindakan cari perhatian. Namun, gejala-gejala ini terjadi tanpa disadari.

"Seringkali para pria tidak tahu apa yang terjadi pada mereka. Dokter pun tidak mengenali sindrom couvade, tidak ada diagnosis medis," ujar Brennan, dilansir Telegraph.

Dalam penelitiannya, Brennan mengumpulkan 282 pria berusia 19 sampai 55 tahun. Mereka dipantau selama pasangannya hamil oleh spesialis di St George's, University of London.

Temuan ini dibandingkan dengan kelompok kontrol yang terdiri dari 281 pria yang pasangannya tidak hamil. Hasilnya, mereka mengalami gejala yang sama, yaitu keram perut.

Salah satu pria mengatakan jika mengalami kram dan sakit perut yang terasa seperti kontraksi melahirkan, sedangkan lainnya mengaku ngidam makanan tertentu. Sebelas dari pria itu meminta untuk diperiksa dokter dan hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan masalah kesehatan.

Dalam buku Anti Panik Menjalani Kehamilan yang disusun tim Tiga Generasi, penyebab suami ngidam adalah stres dan empati pada istri hamil. Kehamilan sering kali enggak cuma membawa berita gembira untuk keluarga tapi juga tekanan dan kecemasan terkait kondisi keuangan, kesehatan, kecemasan jadi orang tua, dan sebagainya.

Ilustrasi suami ngidamIlustrasi suami ngidam/ Foto: iStock

Kondisi seperti itu bisa menyebabkan stres bagi kedua belah pihak, Bun. Ditambah perasaan empati pada istri hamil ini bisa menyebabkan terjadinya sindrom couvade alias suami ngidam. Nah, sindrom couvade ini biasanya terjadi di awal trimester pertama.

"Kemudian perlahan hilang di trimester kedua dan bisa muncul kembali di trimester ketiga," ujar tim penulis.

Lalu apa saja ngidam yang bisa dialami seorang pria? Mengutip What to Expect, berikut

1. Kenaikan berat badan

Pria bisa mengalami kenaikan berat badan saat istrinya hamil, Bunda. makan camilan menjadi penyebab suami ngidam. Penyebab lainnya adalah kenaikan kortisol atau hormon stres yang dikeluarkan.

Kortisol mengatur kadar insulin dan gula darah. Sehingga,tubuh mungkin bisa merasakan rasa lapar, padahal tidak. Kortisol juga mengatur berat badan yang berakhir di perut.

2. Badan sakit dan nyeri

Banyak penyebab suami ngidam yang gejalanya jelas, namun ada juga yang misterius. Dalam berbagai penelitian tentang kehamilan simpatik, beberapa pria melaporkan mengalami sakit gigi, punggung, kepala, kram kaki, dan rasa sakit lainnya.

Bahkan ada yang melaporkan mengalami sakit di tempat dan waktu yang sama dengan pasangan mereka. Para peneliti belum menemukan penjelasan tentang hal ini, namun penyebabnya mungkin bersifat psikologis. Beberapa calon ayah mungkin merespons perasaan tidak sadar, yaitu tidak mengandung anak tapi tetap menjadi orang tua.

3. Cemas

Beberapa pria mungkin merasa cemas karena berbagi kekhawatiran bersama orang tua mereka, Bun. Satu penelitian menemukan bahwa pria yang sangat jauh atau terlalu dekat dengan orang tuanya tidak tertekan selama istri hamil, namun bisa mengalami kecemasan.

4. Morning sickness

Pada wanita, morning sickness terjadi karena peningkatan hormon selama hamil. Nah, pada pria, hal ini bukan karena hormon melainkan hasil dari rasa cemas dan perubahan pola makan yang terjadi untuk menghilangkan stres.

Untuk mengatasi hal ini, pria bisa lebih aktif secara fisik dan banyak berkomunikasi dengan pasangan atau teman. Perhatikan juga asupan makanan ya.

5. Perubahan suasana hati

Hormon memang bisa menyebabkan perubahan suasana hati, baik pada wanita maupun pria. Namun, penyebab dasar perubahan suasana hati pria saat istri hamil bisa adalah rasa gelisah.

Jangan kaget jika suami mengalami perubahan hormon, terutama antara minggu keenam dan kesepuluh. Ia mungkin akan merasa gembira, sedih, tenang, atau gelisah.

6. Perubahan kehidupan seksual

Selama hamil, dorongan seksual wanita dapat meningkat atau berubah-ubah. Beberapa calon ibu mengalami lonjakan seksual terutama selama trimester kedua, sementara yang lain merasa tidak nyaman, lelah, dan tanpa sadar menarik diri dari melakukan hubungan seksual.

Pada pria, hal tak terduga ini juga terjadi, Bunda. Ada yang mengalami penurunan ketertarikan karena menganggap perubahan ini sebagai pengingat akan tanggung jawab atau terlalu lelah memikirkan soal bayi yang akan lahir.

Ada pula pasangan yang takut melukai bayinya jika melakukan hubungan seksual. Jika hal ini terjadi, ingatlah bahwa keintiman bukan saja soal kontak fisik tapi juga banyak hal lain yang bisa dilakukan.

Simak penjelasan lengkap suami ngidam saat istri hamil di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi