HaiBunda

KEHAMILAN

Vaksin COVID-19 saat Hamil Mampu Lindungi Bayi 5 Bulan setelah Lahir

Amrikh Palupi   |   HaiBunda

Minggu, 05 Apr 2026 15:10 WIB
Vaksin COVID saat Hamil Mampu Lindungi Bayi 5 Bulan setelah Lahir/Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Vaksin COVID-19 saat hamil menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi ibu dan bayi dari risiko infeksi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa manfaat vaksinasi tidak hanya dirasakan oleh ibu, tetapi juga memberikan perlindungan signifikan bagi bayi bahkan hingga beberapa bulan setelah lahir.

Bayi berusia di bawah 6 bulan termasuk kelompok dengan tingkat rawat inap tinggi akibat COVID-19. Sayangnya, hingga saat ini belum tersedia vaksin COVID-19 yang bisa diberikan langsung pada bayi usia tersebut.

Oleh karena itu, ini alasan American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan vaksin COVID-19 saat hamil. Dengan vaksinasi, ibu dapat memberikan perlindungan tidak langsung kepada bayinya sejak dalam kandungan.


"Ada sejumlah penelitian yang menunjukkan bahwa salah satu manfaat vaksinasi COVID-19 selama kehamilan adalah adanya transfer antibodi kepada bayi baru lahir, dan hal itu kemudian melindungi bayi dari COVID-19,” kata Dr. Kevin Ault, profesor obstetri dan ginekologi di Western Michigan University Homer Stryker M.D. School of Medicine di Kalamazoo, Michigan dikutip dari laman Npr.org.

Sebuah studi besar yang diterbitkan di Pediatrics meneliti lebih dari 140.000 bayi dan memperkuat bukti manfaat vaksin COVID-19 saat hamil. Penelitian yang dipimpin oleh Helena Niemi Eide dari University of Oslo ini melibatkan 146.031 anak yang lahir antara Maret 2020 hingga Desember 2023.

Hasilnya bahwa vaksin tersebut tidak meningkatkan risiko infeksi lain pada anak-anak yang ibunya menerima vaksin COVID-19 saat hamil, bertentangan dengan klaim dari setidaknya satu anggota komite kebijakan vaksin yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr.

"Sering kali ada peningkatan risiko infeksi lanjutan setelah infeksi virus, seperti peningkatan risiko pneumonia setelah infeksi influenza, sehingga kami ingin meneliti apakah perlindungan terhadap COVID-19 juga dapat memengaruhi risiko infeksi lain. Namun, kami menemukan bahwa vaksinasi COVID-19 selama kehamilan melindungi bayi dari COVID-19 dan tidak memiliki efek yang terlihat terhadap infeksi lainnya," kata Dr. Helena Niemi Eide, penulis utama studi dari University of Oslo di Norwegia. 

Dukungan dari tenaga medis vaksin COVID-19 saat hamil

Dr. Thomas Nguyen, seorang dokter anak di wilayah timur laut Ohio dan profesor asosiasi di Ohio University Heritage College of Osteopathic Medicine di Athens mengatakan pada tahun 2021 hingga 2023, data menunjukkan bahwa kehamilan meningkatkan risiko rawat inap dan kebutuhan ventilator akibat COVID-19. Oleh karena itu American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dan organisasi medis terkemuka lainnya merekomendasikan vaksinasi COVID-19 selama kehamilan.

"Karena rekomendasi dari organisasi-organisasi tersebut sangat kuat, kami pun mengatakan ya. Studi ini pada dasarnya menegaskan bahwa kami benar dalam membuat rekomendasi tersebut, jadi senang melihat bahwa harapan kami terpenuhi terkait vaksin COVID-19 yang melindungi bayi kecil sebelum mereka cukup usia untuk divaksinasi sendiri," kata Dr. Thomas Nguyen.

Bayi di Amerika Serikat yang berusia di bawah 6 bulan memiliki tingkat rawat inap akibat COVID-19 yang setinggi kelompok usia 65 hingga 74 tahun, menurut sebuah studi pada September 2024. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa sekitar satu dari lima bayi yang dirawat karena COVID-19 harus masuk ke ICU. Studi-studi lain juga telah mendukung keamanan vaksin COVID-19 selama kehamilan.

Dalam studi baru ini, para peneliti di University of Oslo, Norwegia, melacak 146.031 anak yang lahir antara Maret 2020 hingga Desember 2023 dan meninjau catatan medis mereka hingga dua tahun setelah lahir. Sekitar satu dari empat ibu dari anak-anak tersebut menerima vaksin COVID-19 saat sedang hamil.

Bayi yang terpapar vaksin sebelum lahir tidak lebih mungkin untuk dirawat di rumah sakit akibat infeksi secara keseluruhan (jenis apa pun) dibandingkan dengan bayi yang ibunya tidak divaksinasi selama kehamilan. Namun, bayi dari ibu yang divaksinasi memiliki kemungkinan sekitar setengah lebih rendah untuk dirawat di rumah sakit khusus karena COVID-19 dalam dua bulan pertama kehidupannya dibandingkan dengan bayi yang tidak terpapar vaksin di dalam kandungan.

Kemudian saat bayi berusia 3 hingga 5 bulan, risiko kunjungan ke rumah sakit akibat COVID-19 sekitar 24 persen lebih rendah pada mereka yang terpapar vaksin. Namun, perlindungan vaksin terhadap COVID-19 mulai berkurang ketika bayi berusia lebih dari 6 bulan.

Para peneliti juga meninjau kunjungan anak ke layanan kesehatan primer. Bayi yang ibunya divaksinasi sekitar 5 persen lebih mungkin untuk dibawa ke dokter karena infeksi. Namun, analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa peningkatan ini kemungkinan lebih berkaitan dengan perbedaan perilaku ibu yang menerima vaksin dibandingkan dengan yang tidak.

Di Norwegia, tidak ada biaya untuk kunjungan ke dokter atau imunisasi. Perbedaan frekuensi kunjungan ke tenaga kesehatan antara orang yang divaksinasi dan yang tidak divaksinasi merupakan faktor yang sering mempersulit studi tentang vaksin, jelas Dr. Helena Niemi Eide. 

"Karena itu, kami mencoba membatasi analisis pada wanita dengan perilaku pencarian layanan kesehatan yang serupa untuk melihat apakah hal tersebut memengaruhi hasil,” ujarnya. 

Penelitian lain juga menemukan adanya perbedaan perilaku terkait kesehatan pada orang yang menerima vaksin COVID-19 dibandingkan dengan yang tidak, yaitu mereka yang divaksinasi cenderung lebih sering mengunjungi dokter secara umum.

Dr. Thomas Nguyen mengatakan studi ini sangat meyakinkan karena melibatkan begitu banyak anak, sesuatu yang lebih mudah dilakukan di negara-negara Eropa dengan sistem layanan kesehatan satu pembayar dibandingkan di Amerika Serikat, karena pelacakan pasien bisa dilakukan dengan lebih mudah.

Temuan ini juga membantu membantah klaim yang dibuat oleh Robert Malone yang ditunjuk oleh Robert F. Kennedy Jr. sebagai ketua komite Centers for Disease Control and Prevention (CDC) yang menetapkan kebijakan vaksin di negara tersebut. Seorang hakim federal minggu lalu memutuskan bahwa peran Malone dalam komite tersebut, seperti juga anggota lain yang ditunjuk tahun lalu, tidak sah secara hukum karena Kennedy dianggap tidak mengikuti hukum federal saat mengganti anggota komite sebelumnya.

Robert  Malone berulang kali mengklaim tanpa bukti bahwa 'disregulasi imun' dapat terjadi akibat vaksin dan menyebabkan lebih banyak infeksi pada mereka yang terpapar. Jika hal itu benar, kata Nguyen, studi ini seharusnya menemukan risiko infeksi yang lebih tinggi pada bayi yang ibunya menerima vaksin selama kehamilan. Namun karena para peneliti tidak menemukan peningkatan risiko infeksi secara keseluruhan, temuan dalam makalah ini membantah gagasan tersebut sebagai suatu masalah.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Charlie Puth Jadi Ayah! Nama Anak Pertamanya Terinspirasi Lagu Legendaris

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Ciri Kepribadian Orang yang Mudah Jatuh Cinta, Kamu Termasuk?

Mom's Life Annisa Karnesyia

Potret Baby Urwah Anak Ketiga Zaskia Sungkar & Irwansyah, Wajahnya Baru Diperlihatkan

Parenting Nadhifa Fitrina

Hamil Keempat setelah Tummy Tuck, Bunda Ini Kaget dengan Bentuk Baby Bump yang Aneh

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

9 Ciri Perempuan Bervalue, Lebih Dihargai dan Disukai Banyak Orang

Mom's Life Amira Salsabila

5 Resep Soto Bandung Bening, Lezat dan Mudah Dibuat

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Ciri Kepribadian Orang yang Mudah Jatuh Cinta, Kamu Termasuk?

Potret Baby Urwah Anak Ketiga Zaskia Sungkar & Irwansyah, Wajahnya Baru Diperlihatkan

5 Rekomendasi CCTV untuk Rumah, Pantau dari HP dengan Mudah

Hamil Keempat setelah Tummy Tuck, Bunda Ini Kaget dengan Bentuk Baby Bump yang Aneh

Potret Hangat Annisa Trihapsari Bersama 3 Anak dan Cucu Tercinta

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK