KEHAMILAN
Kesehatan Ayah Ternyata Pengaruhi Kondisi Kehamilan dan Bayi di Kandungan Istri
Indah Ramadhani | HaiBunda
Jumat, 01 May 2026 18:50 WIBSelama ini, mungkin kita lebih banyak mendengar tentang betapa pentingnya kesehatan ibu selama kehamilan. Namun, tak jarang kita melupakan bahwa kondisi kesehatan bayi juga sangat dipengaruhi oleh kesehatan ayah sebelum pembuahan.
Sejumlah penelitian kini mulai menelaah bagaimana faktor kesehatan dari ayah dapat memberikan pengaruh besar terhadap kehamilan. Salah satunya seperti yang dilakukan para peneliti dari Universitas Southampton.
Selain Bunda yang menjalani proses kehamilan secara langsung, Ayah juga memegang peranan krusial dalam mendukung kesehatan Bunda dan perkembangan Si Kecil. Karenanya, peran dan tanggung jawab selama kehamilan perlu dibagi secara merata.
Nah, agar Bunda dan Ayah semakin paham betapa pentingnya keseimbangan dukungan kesehatan selama kehamilan, yuk simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Peran kesehatan Ayah terhadap kehamilan dan kesehatan bayi
Dalam studi yang ditulis oleh para peneliti Universitas Southampton, faktor seperti berat badan, usia, hingga kebiasaan sehari-hari ayah dapat memengaruhi proses kehamilan hingga persalinan. Bahkan dalam beberapa kasus, pengaruh ayah dapat lebih kuat dibandingkan ibu.
Selain itu, pengalaman hidup ayah semasa kecil, seperti tingkat stres, pendidikan, hingga kondisi riwayat kesehatan, sangat berperan dalam kesuksesan reproduksi dan masa kehamilan. Sehingga dapat disimpulkan bila tumbuh kembang dan kesehatan bayi sangat dipengaruhi oleh kesehatan ayah, Bunda.
“Faktor-faktor ini pada akhirnya dapat memengaruhi kesehatan dan perilaku kesehatan pasangan, seperti perawatan prenatal sebelum dan selama kehamilan, serta memberikan dampak biologis langsung pada perkembangan bayi,” kata salah satu penulis studi, Dr. Danielle Schoenaker dikutip dari laman Universitas Southampton.
Besarnya pengaruh kesehatan ayah
Penelitian lain dari Universitas Stanford juga menunjukkan bahwa kesehatan ayah memiliki dampak yang krusial terhadap kehamilan. Mereka menganalisis hampir satu juta kehamilan di Amerika Serikat pada tahun 2009-2016 dan menemukan bahwa kondisi kesehatan ayah berkaitan dengan risiko keguguran.
Ayah dengan sindrom metabolik, seperti obesitas, tekanan darah tinggi, dan gangguan gula darah berisiko tinggi menyebabkan keguguran, kehamilan ektopik, atau lahir mati. Risiko ini meningkat hingga 19 persen pada ayah dengan sindrom metabolik yang begitu parah.
Salah satu peneliti bernama Michael Eisenberg, juga mengungkapkan bahwa risiko kehilangan kehamilan meningkat dari yang awalnya 17 persen, kini sudah menyentuh 27 persen. Kondisi ini tentunya disebabkan oleh bertambahnya jumlah masalah kesehatan pada ayah.
Meski penelitian ini belum membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung, temuan ini menunjukkan keterkaitan yang kuat. Oleh karena itu, para ahli menekankan bahwa konseling sebelum kehamilan sebaiknya juga memperhatikan dan melibatkan ayah agar kondisi kesehatannya terjaga.
Kondisi ayah yang berisiko terhadap kehamilan dan kesehatan bayi
Selain sindrom metabolik, dari 958.804 kehamilan yang diteliti, ternyata ditemukan kondisi medis lain pada ayah. Kondisi tersebut meliputi penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), depresi, dan penyakit jantung.
Selain itu, para ahli juga menganalisis ayah dengan riwayat kondisi seperti gagal jantung, serangan jantung, penyakit pembuluh darah, gangguan ginjal dan hati, kanker, stroke, hingga demensia. Agar hasilnya akurat, analisis ini juga membandingkan dengan faktor kesehatan ibu dan merokok pada kedua orang tua.
Dari data tersebut, diketahui bahwa sekitar 4,6 persen pria berusia di atas 45 tahun setidaknya memiliki satu jenis sindrom metabolik sebelum masa pembuahan. Hal ini juga dikaitkan dengan pertambahan usia Ayah yang membuatnya memiliki banyak kondisi medis.
Menurut Eisenberg, kondisi kesehatan dan gaya hidup juga dapat memengaruhi kualitas genetik serta sperma yang nantinya akan berdampak pada fungsi plasenta. Jika kinerja plasenta kurang optimal, maka risiko keguguran pun dapat meningkat, Bunda.
Kualitas sperma sendiri dipengaruhi oleh kebiasaan mengonsumsi zat adiktif, seperti rokok dan alkohol, serta pola makan yang kurang sehat. Oleh karena itu, Ayah perlu menjaga kesehatan sejak dini agar proses kehamilan dan kesehatan bayi yang dikandung Bunda menjadi prima.
Apa yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan bayi
Seperti yang disampaikan sebelumnya, bahwa menjaga kesehatan sebelum hamil merupakan tanggung jawab Ayah, Bunda, serta berbagai pihak yang terlibat. Bahkan, pembuat kebijakan, lembaga kesehatan, hingga tenaga medis memiliki peran untuk menciptakan kehamilan yang sehat.
Menurut peneliti senior National Institute for Health and Care Research (NIHR), Professor Keith Godfrey, meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan seorang ayah bukan berarti menghilangkan peran ibu. Justru, upaya tersebut menjadi langkah agar kedua orang tua siap menjalani kehamilan.
Dengan kondisi fisik dan mental yang baik, Bunda dan Ayah dapat saling mendukung dalam merawat dan membesarkan Si Kecil. Alangkah lebih baik bila persiapan ini dilakukan sejak sebelum merencanakan program hamil, ketika hamil, hingga bayi lahir.
Demikian penjelasan bagaimana kondisi kesehatan Ayah sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan bayi di kandungan Bunda. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Mulut Rahim Menonjol Keluar
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Khasiat Buah Tin untuk Laki-laki, Termasuk Kesuburan
Ketahui Beragam Jenis Pemeriksaan Kesehatan Reproduksi Pria
Agar Kualitas Sperma Meningkat & Cepat Hamil, Ayah Sebaiknya Tidur Jam Segini Bun
7 Pilihan Suplemen untuk Ayah Konsumsi saat Jalani Program Hamil
TERPOPULER
Pendiri Sariayu Martha Tilaar Meninggal, Ini Perjalanan Bisnis dan Kisah Cintanya dengan Suami
BMKG Rilis Daftar 25 Provinsi di RI yang Tak Akan Diguyur Hujan Berbulan-bulan
Momen Sinta 'Keong Racun' Akhirnya Bertemu Suami usai 2 Tahun LDR, Terpisah Jarak Indonesia-Prancis
Dulu Sulit Punya Anak, Perempuan Ini Hamil Usai Jalani Transplantasi Hati dan Ginjal
9 Resep Menu Ikan untuk MPASI Bayi 6 Bulan ke Atas, Enak & Praktis Dibuat
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
This or That Edisi Bunda: Mana yang Paling Bikin Pusing?
Dulu Sulit Punya Anak, Perempuan Ini Hamil Usai Jalani Transplantasi Hati dan Ginjal
9 Resep Menu Ikan untuk MPASI Bayi 6 Bulan ke Atas, Enak & Praktis Dibuat
Pendiri Sariayu Martha Tilaar Meninggal, Ini Perjalanan Bisnis dan Kisah Cintanya dengan Suami
BMKG Rilis Daftar 25 Provinsi di RI yang Tak Akan Diguyur Hujan Berbulan-bulan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Cat Tembok Tanpa Tukang, Begini 7 Cara agar Hasilnya Merata
-
Beautynesia
Get The Look: Gaya Edgy Urassaya Sperbund Nonton F1 di Singapura
-
Female Daily
Makeup Bawah Mata Kamu Sering Crack? Ini Cara Bikin Concealer Tetap Smooth
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Diana Rikasari Olah Jersey Bola Bekas Jadi Koleksi Fashion Penuh Warna
-
Mommies Daily
Vitamin Anak Palsu Dibongkar di Lampung, Ini Cara Cek Keaslian Produk yang Wajib Diketahui Orang Tua