KEHAMILAN
Sering Dilakukan! Satu Kebiasaan Malam Ibu Hamil Ini Bisa Pengaruhi Kemampuan Motorik & Sosial Anak
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Sabtu, 11 Apr 2026 15:30 WIBKebiasaan yang dilakukan saat hamil dapat memengaruhi perkembangan janin, Bunda. Tak hanya itu, kebiasaan ini bahkan bisa berkaitan dengan kemampuan motorik dan sosial anak setelah lahir.
Nah, kaitan antara kebiasaan ibu hamil dan kondisi anak ini telah diteliti dalam studi terbaru yang diterbitkan di Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism dari Endocrine Society. Studi meneliti secara detail kebiasaan malam ibu hamil, yakni kurang tidur, yang disebut dapat memengaruhi kemampuan motorik dan sosial anaknya.
Perlu diketahui, durasi tidur pendek atau short sleep duration (SSD) didefinisikan sebagai tidur kurang dari tujuh jam per malam. Ibu hamil mungkin mengalami kesulitan tidur karena perubahan hormonal, ketidaknyamanan kehamilan, sering buang air kecil, dan faktor lainnya.
Menurut data, setidaknya 40 persen ibu hamil mengalami SSD. Mereka dengan kebiasaan ini mungkin memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan toleransi glukosa, resistensi insulin, diabetes gestasional, serta melahirkan anak dengan keterlambatan perkembangan saraf. Anak-anak yang lahir ini lebih lambat dalam mengembangkan keterampilan sosial, emosional, perilaku, motorik, kognitif, atau bicara mereka.
"Studi ini menyoroti pentingnya mengelola kesehatan tidur selama kehamilan. Dengan menjelaskan hubungan antara tidur ibu selama kehamilan dan perkembangan saraf anak, studi ini memberdayakan keluarga dengan pengetahuan yang dapat membentuk kebiasaan kehamilan yang lebih sehat dan berkontribusi pada kesejahteraan generasi mendatang," kata penulis utama studi, Peng Zhu, MD, dari Anhui Medical University dan MOE Key Laboratory of Population Health Across Life Cycle di Hefei, China.
"Meningkatkan kebiasaan tidur selama kehamilan dapat mencegah atau mengurangi risiko masalah perkembangan saraf pada anak," sambungnya, dilansir laman News Wise.
Dalam studi ini, para peneliti menganalisis data tidur dari 7.059 pasang ibu dan anak dari 3 rumah sakit berbeda di China. Peneliti memeriksa anak-anak untuk mengetahui keterlambatan perkembangan dari usia 6 bulan hingga 3 tahun, serta menganalisis hubungan antara durasi tidur ibu dan risiko keterlambatan perkembangan saraf.
Mereka juga mengevaluasi peran kadar serum C-peptida darah di tali pusat. Kadar serum ini merupakan indikator stabil sekresi insulin janin.
Hasil studi tentang dampak kebiasaan kurang tidur selama hamil
Ada beberapa temuan dari hasil studi ini. Berikut penjelasannya:
- Kurang tidur selama kehamilan dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah perkembangan saraf pada anak, yang memengaruhi kemampuan kognitif, perkembangan perilaku, dan kemampuan belajar.
- Anak laki-laki tampaknya memiliki risiko lebih tinggi mengalami keterlambatan perkembangan saraf ketika ibu mereka mengalami SSD selama kehamilan, yang menunjukkan bahwa jenis kelamin memainkan peran penting dalam respons anak terhadap faktor lingkungan prenatal.
- SSD selama kehamilan dapat memengaruhi metabolisme glukosa ibu, sehingga memengaruhi lingkungan perkembangan janin.
- Ditemukan kemungkinan korelasi positif antara kadar C-peptida dalam darah tali pusat dan keterlambatan perkembangan saraf pada keturunan, yang menunjukkan bahwa metabolisme glukosa ibu selama kehamilan dapat memengaruhi sekresi insulin janin yang memengarui perkembangan saraf anak.
Hasil studi ini menjadi bukti bahwa tidur cukup dan berkualitas sangat dibutuhkan selama kehamilan. Tidur yang cukup dapat menjadi salah satu indikator kesehatan prenatal, Bunda.
"Kesehatan prenatal penting tidak hanya bagi ibu hamil tetapi juga bagi kesehatan jangka panjang janin," ungkap Zhu.
Cara mengatasi ibu hamil susah tidur
Masalah tidur memang masih menjadi keluhan yang kerap dialami selama kehamilan. American Kehamilan Association (APA) menjelaskan bahwa keluhan susah tidur atau insomnia memengaruhi sekitar 78 persen ibu hamil.
Susah tidur saat hamil dapat terjadi karena beberapa penyebab, yakni perubahan hormon atau efek dari morning sickness, sembelit, dan sering buang air kecil (BAK). Di akhir kehamilan, masalah susah tidur dapat muncul karena masalah kecemasan terkait proses persalinan dan kesiapan menjadi orang tua baru.
Susah tidur saat hamil sebenarnya dapat diatasi dengan mencari penyebabnya. Bunda juga dapat memodifikasi posisi tidur untuk mendapatkan tidur yang berkualitas.
Melansir dari beberapa sumber, berikut 7 cara mengatasi masalah atau kesulitan tidur di malam hari selama hamil:
- Mandi air hangat dapat memberikan efek relaksasi. Bunda dapat menggunakan sabun dengan wangi aromaterapi untuk membuat tubuh lebih rileks.
- Sebelum tidur, Bunda disarankan untuk menghindari makanan yang dapat memicu sembelit, seperti makanan pedas atau berminyak.
- Hindari makan terlalu banyak sebelum tidur. Cobalah untuk menggantinya dengan konsumsi makanan camilan atau minum segelas susu hangat.
- Cobalah latihan yoga ringan dan peregangan sebelum tidur untuk mengatasi insomnia. Menenangkan pikiran dengan melakukan relaksasi otot adalah cara terbaik untuk bisa tidur nyenyak.
- Posisi tidur yang nyaman juga dapat mengoptimalkan tidur Bunda di malam hari. Posisi tidur saat hamil yang disarankan oleh banyak pakar adalah posisi miring kiri.
- Saat tidur, Bunda dapat menggunakan bantal tambahan atau bantal khusus hamil untuk mencegah insomnia. Bantal hamil dapat melancarkan aliran darah, sehingga mengurangi nyeri punggung, meredakan ketegangan otot, dan mengurangi refluks asam lambung.
Demikian studi terbaru yang mengungkap kaitan kebiasaan malam saat hamil yang dapat memengaruhi perkembangan motorik dan sosial anak. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Tanpa Disadari, 6 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Persalinan Terasa Lebih Sakit
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kebiasaan Ibu Hamil Seperti Ini Bisa Tingkatkan Risiko Anak Obesitas saat Dewasa
Ibu Hamil yang Tidur Kurang dari 7 Jam Bisa Sebabkan Keterlambatan Perkembangan Anak
Studi Terbaru: Bahaya Kurang Tidur saat Kehamilan Picu Keterlambatan Perkembangan Saraf Bayi
7 Kondisi & Kebiasaan Ibu Hamil yang Dapat Menyebabkan Bayi Terlahir dengan Bibir Sumbing
TERPOPULER
7 Sifat Langka Ini Biasanya Dimiliki Orang Berkarakter Suka Menyendiri
Jangan Lagi Bilang "Terserah Kamu", Pakar Sarankan Kalimat Ini untuk Pasangan
Resep Kushikatsu Ayam, Bekal Sekolah Anti Bosan ala Jepang
4 Penyebab Keputihan Bau Amis, Waspadai Penumpukan Bakteri
5 Tanaman Hias yang Lagi Viral di 2026, Bikin Rumah Auto Aesthetic!
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Susu Ibu Hamil yang Bagus dan Rasanya Enak
Tim HaiBundaREKOMENDASI PRODUK
7 Sofa Minimalis Harga di Bawah Rp2 Jutaan yang Nyaman & Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Susu yang Bagus untuk Ibu Hamil dan Janin
Melly FebridaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kotak Bekal Anak Stainless Steel Tahan Panas dan Anti Tumpah
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Cardigan Wanita Kekinian, Stylish dan Cocok untuk Daily Look
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Sifat Langka Ini Biasanya Dimiliki Orang Berkarakter Suka Menyendiri
Resep Kushikatsu Ayam, Bekal Sekolah Anti Bosan ala Jepang
4 Penyebab Keputihan Bau Amis, Waspadai Penumpukan Bakteri
Rumus Luas Selimut Tabung dan Contoh Soal Beserta Kunci Jawabannya
Jangan Lagi Bilang "Terserah Kamu", Pakar Sarankan Kalimat Ini untuk Pasangan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Semangat Kerja Tak Padam, Kisah Pak Tarno Jual Mainan Meski di Kursi Roda
-
Beautynesia
8 Estetika Fashion Musim Semi 2026 yang Lagi Hype, Bikin Outfit Standout!
-
Female Daily
Review Parfum Terbaru dari Normal Estate & Osou, dari White Floral sampai Earthy!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Video: Blush On Mahal Vs Terjangkau, Mana yang Lebih Worth It?
-
Mommies Daily
6 Acara Seru di Jakarta 13-19 April 2026: Konser CNBLUE, MONSTA X hingga Pameran Seni