Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Dear Ayah, Hindari Ucapkan 8 Kalimat Ini pada Bunda yang Sedang Hamil Ya

Amrikh Palupi   |   HaiBunda

Kamis, 23 Apr 2026 21:00 WIB

suami istri hamil
Ayah, Hindari Ucapkan Kalimat Ini pada Bunda yang Sedang Hamil Ya/Foto: Getty Images/Kong Ding Chek
Daftar Isi
Jakarta -

Kehamilan adalah fase yang penuh emosi, perubahan fisik, dan tantangan bagi seorang perempuan. Di satu sisi, ada kebahagiaan luar biasa menanti kehadiran Si Kecil. Namun di sisi lain, ada rasa tidak nyaman, kelelahan, hingga perubahan hormon yang membuat kondisi emosional menjadi tidak stabil.

Karena itu, penting bagi Ayah untuk lebih peka. Niat baik saja tidak cukup jika disampaikan dengan kalimat yang kurang tepat. Bahkan, beberapa ucapan yang terlihat sepele justru bisa melukai perasaan Bunda, lho. Berikut ini adalah kalimat dilarang diucapkan Ayah pada bumil yang sebaiknya dihindari, lengkap dengan penjelasannya.

1. “Aku paham perasaan kamu”

Sekilas terdengar menenangkan, tapi kenyataannya Ayah tidak benar-benar merasakan apa yang dialami Bunda, baik secara fisik maupun emosional.

Ayah tidak merasakan sakit secara emosional maupun fisik yang Bunda alami, jadi jangan berpura-pura seolah Ayah mengerti. Sebagai gantinya, katakan “Maaf kamu merasa seperti itu” atau tanyakan, “Apa ada yang bisa aku lakukan untukmu?”

2. “Bukannya kamu baru makan satu jam yang lalu?”

Saat hamil, rasa lapar bisa datang kapan saja. Ini bukan soal kebiasaan, tapi kebutuhan tubuh yang sedang bekerja ekstra untuk tumbuh kembang janin.

Mengomentari frekuensi makan justru bisa membuat Bunda merasa tidak didukung. Jangan mempertanyakan pilihan makanan atau seberapa sering istri kamu makan bagaimanapun juga, dia sedang menumbuhkan seorang manusia di dalam tubuhnya.

3. “Kenapa sih kamu menangis lagi?”

Saat hamil, hormon sedang tidak stabil, dan sangat wajar jika istri kamu menjadi lebih emosional. Kemungkinan besar dia sendiri juga tidak suka harus sering menangis. Jadi ketika itu terjadi, peluk dia dan beri tahu bahwa kamu selalu ada untuknya. Jangan meremehkan atau mengabaikan perasaannya.

4. “Tenang aja”

Ini sejalan dengan bertanya kenapa dia menangis. Kehamilan itu penuh tekanan, mulai dari memastikan bayi sehat hingga mempersiapkan segala kebutuhan sebelum lahiran. 

Jika pasanganmu sedang panik atau merasa kewalahan, cobalah bertanya apa yang bisa kamu lakukan untuk membantu membuatnya merasa lebih baik.

5. “Aku tidur nyenyak banget tadi malam”

Saat kehamilan sudah memasuki tahap akhir, tubuh istri akan terasa sangat tidak nyaman dan tidur pun jadi hampir mustahil. Jadi, meskipun kamu merasa tidurmu sangat nyenyak, dia tidak ingin mendengarnya.

6. “Menurutku, jarak usia anak-anak kita sebaiknya setahun saja”

Istri kamu mungkin sudah tidak sabar ingin segera melahirkan, dan dia tidak ingin langsung memikirkan harus menjalani kehamilan lagi. 

Biarkan dia fokus melahirkan dulu, memulihkan tubuhnya, dan menikmati momen bersama bayi yang baru lahir sebelum kamu membicarakan soal menambah anak lagi.

7. “Memangnya berapa lama berat badan bisa turun setelah melahirkan?”

Istri kamu mungkin sudah merasa kurang percaya diri dengan tubuhnya yang mengalami banyak perubahan. Dia juga tidak ingin memikirkan soal berat badan yang harus diturunkan setelah melahirkan. Bersabarlah, dia akan kembali ke bentuk tubuhnya dengan waktunya sendiri.

10 Larangan untuk Suami Saat Istri Hamil10 Larangan untuk Suami Saat Istri Hamil/ Foto: HaiBunda/Carlene Setia Anindita

8. “Aku sudah ajak orang tuaku ke ruang persalinan”

Persalinan adalah momen yang sangat pribadi dan rentan bagi seorang ibu. Mengundang orang lain tanpa persetujuan Bunda bisa membuatnya merasa tidak nyaman. Selalu libatkan Bunda dalam keputusan penting, terutama yang berkaitan dengan proses melahirkan.

Dia paham bahwa bayi ini adalah milik kalian berdua, tapi proses melahirkan adalah pengalaman yang sangat pribadi dan rentan. Kecuali dia benar-benar ingin mengundang orang tuamu, sebaiknya anggap saja dia tidak menginginkan ada orang lain di sana.

Kehamilan adalah masa yang sensitif dalam hidup istri kamu. Pastikan Ayah selalu peka terhadap perasaannya, memenuhi kebutuhannya dan berusaha lebih untuk membuatnya merasa bahagia. Dia akan sangat menghargai setiap usaha dan dukungan yang Ayah berikan.

Begitulah tentang apa saja kalimat yang sebaiknya tidak diucapkan Ayah pada bumil adalah langkah sederhana namun sangat berarti. Kata-kata memiliki kekuatan besar, bisa menenangkan, tapi juga bisa melukai. Jadi, pastikan setiap ucapan Ayah mampu membuat Bunda merasa dihargai, dicintai, dan didukung sepenuhnya selama masa kehamilan.

Semoga informasinya bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda