kehamilan
Terjadi Lagi, Ibu Hamil Ditolak oleh 16 Rumah Sakit di Korea Selatan
HaiBunda
Rabu, 29 Apr 2026 08:50 WIB
Daftar Isi
Bunda kebayang nggak sih pas hamil dan berada dalam kondisi darurat, tapi tidak ada satu pun rumah sakit yang bisa menerima. Itulah yang dialami seorang ibu hamil di Korea Selatan. Dalam kondisi membutuhkan pertolongan medis, ia justru harus berkeliling dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain dan ditolak hingga 16 kali.
Kisah ini pertama kali dilaporkan oleh The Korea Times, dan langsung menyita perhatian publik karena begitu memilukan. Berikut kisahnya:
Berjuang mencari pertolongan di tengah kondisi darurat
Ibu tersebut diketahui tengah hamil sekitar 20 minggu ketika mengalami kondisi darurat. Ia segera dilarikan menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan. Namun, harapan untuk segera ditangani harus pupus berkali-kali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumah sakit yang didatangi satu per satu menolak dengan berbagai alasan, termasuk tempat tidur penuh, tidak adanya dokter kandungan yang siaga, atau dokter yang sudah sibuk dengan prosedur darurat.
Dikutip dari The Korean Times, menurut Markas Besar Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Daegu, panggilan masuk pada pukul 2 pagi tanggal 25 Maret melaporkan bahwa wanita tersebut, yang tinggal di rumah mertuanya di Distrik Dong, Daegu, menderita sakit perut.
Petugas tanggap darurat meminta Pusat Pengendalian Medis Darurat untuk mengatur transportasi ke rumah sakit, tetapi 16 unit persalinan di rumah sakit di Daegu dan Provinsi Gyeongsang Utara menolak untuk menerimanya.
Pusat pengendalian akhirnya memutuskan untuk memindahkan wanita tersebut ke rumah sakit di Asan, tempat ia menerima perawatan prenatal. Transportasi dimulai pukul 03.14 dan berakhir pukul 05.14, ketika ia tiba di rumah sakit setelah perjalanan selama dua jam.
“Wanita itu dalam kondisi stabil dan tidak menunjukkan tanda-tanda persalinan segera,” kata pusat pengendalian, menjelaskan keputusan untuk mengatur transfer jarak jauh sambil menekankan bahwa petugas darurat bekerja untuk memindahkannya secepat mungkin.
Bukan kejadian pertama
Ternyata ini bukan kasus pertama di Korea lho Bunda. Sebelumnya, pada 28 Februari, seorang ibu yang mengandung bayi kembar dan mengalami persalinan prematur di Daegu ditolak oleh tujuh rumah sakit besar di wilayah tersebut sebelum menjalani operasi caesar empat jam kemudian di Rumah Sakit Universitas Nasional Seoul Bundang di Seongnam, Provinsi Gyeonggi. Salah satu bayi yang baru lahir meninggal, sementara yang lainnya berada dalam kondisi kritis dengan kerusakan otak.
Kasus ini sejalan dengan meningkatnya jumlah insiden di Daegu dengan pasien dipindahkan jarak jauh karena tidak ada rumah sakit terdekat yang dapat menerima kasus darurat. Di Daegu, jumlah rujukan ke luar wilayah yang memakan waktu lebih dari dua jam sejak kedatangan petugas darurat di lokasi kejadian hingga pasien tiba di rumah sakit mencapai tujuh kasus pada 2024, meningkat menjadi 13 kasus tahun lalu.
Kasus kritis dan darurat yang melibatkan kondisi seperti penyakit serebrovaskular, kebidanan dan ginekologi, serta pediatri menyumbang sebagian besar rujukan ke luar wilayah, yang mencerminkan kekurangan perawatan medis penting dan kurangnya infrastruktur untuk perawatan khusus. Kasus lain melibatkan spesialisasi seperti oftalmologi dan urologi.
Eom Jun-wook, kepala Markas Besar Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Daegu, mengatakan pihak berwenang akan memprioritaskan penugasan personel khusus ke Pusat Pengendalian Medis Darurat, termasuk perawat yang berpengalaman dalam bidang kebidanan, pediatri, dan perawatan trauma, serta paramedis tingkat 1.
Kenapa ini bisa terjadi?
Korea Selatan saat ini sedang menghadapi krisis angka kelahiran yang sangat rendah. Pemerintah bahkan mendorong masyarakat untuk memiliki anak. Namun di sisi lain, sistem kesehatannya justru belum sepenuhnya siap melindungi ibu hamil dan bayi.
Meski terdengar sulit dipercaya, ada beberapa alasan di balik kondisi ini:
1. Kekurangan dokter kandungan dan dokter bayi
Di Korea Selatan, jumlah dokter spesialis seperti obstetri (kandungan) dan neonatologi (bayi baru lahir) semakin berkurang. Profesi ini dianggap berisiko tinggi karena menyangkut nyawa ibu dan bayi dengan tekanan kerja besar. Akibatnya, tidak banyak dokter yang memilih jalur ini. Ketika tenaga medis terbatas, rumah sakit jadi kewalahan menangani pasien darurat, termasuk ibu hamil.
2. Fasilitas NICU yang terbatas
Tidak semua rumah sakit memiliki NICU (Neonatal Intensive Care Unit), yaitu ruang khusus untuk merawat bayi prematur atau dalam kondisi kritis. Kalau fasilitas ini penuh atau tidak tersedia, rumah sakit biasanya tidak berani menerima pasien dengan risiko tinggi demi keselamatan ibu dan bayi itu sendiri.
3. Rumah sakit penuh dan minim kapasitas
Beberapa rumah sakit menolak pasien bukan karena tidak mau membantu, tapi karena:
- Tempat tidur penuh
- Alat medis terbatas
- Tidak ada tim yang siap siaga
Dalam kondisi seperti ini, mereka terpaksa mengarahkan pasien ke rumah sakit lain.
4. Dampak krisis tenaga kesehatan nasional
Sejak beberapa waktu terakhir, Korea Selatan menghadapi krisis di sektor medis. Banyak dokter residen mengundurkan diri atau melakukan aksi protes, yang dikenal sebagai 2024–2026 South Korean medical crisis. Hal ini membuat layanan di banyak rumah sakit jadi tidak optimal.
5. Sistem rujukan yang belum siap untuk kondisi darurat
Idealnya, pasien darurat langsung diarahkan ke rumah sakit yang siap. Namun dalam kasus ini, sistem rujukan tidak berjalan cepat. Akibatnya, pasien harus “berpindah-pindah” sendiri hingga menemukan rumah sakit yang bisa menerima.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Kisah Pilu Bunda Melahirkan di Ambulans setelah Ditolak Bersalin di 40 Rumah Sakit
Kehamilan
Angka Kelahiran Korsel Akhirnya Meningkat setelah 9 Th Jadi yang Terendah di Dunia
Kehamilan
Alasan Dokter Kandungan di Korea Dilarang Beri Tahu Jenis Kelamin Bayi sebelum Kehamilan 32 Minggu
Kehamilan
Panas yang Ekstrem Bisa Bahayakan Ibu Hamil? Ini Penjelasan Pakar Bun
Kehamilan
Bolehkah Ibu Hamil Minum Larutan Penyegar? Ini Penjelasannya
5 Foto
Kehamilan
5 Potret Kebahagiaan Anggika Bolsterli Jalani Kehamilan Pertama
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
5 Fakta Kasus Bumil Meninggal Usai Ditolak RSUD Subang, Kronologi hingga Investigasi Kemenkes
Ibu Hamil dalam Keadaan Darurat, Kemenkes: RS Tak Boleh Tolak & Berikan Pertolongan Pertama
Kronologi Ibu Hamil di Papua Meninggal usai Ditolak 4 RS hingga Gubernur Buka Suara