Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Cerita Acha Sinaga Alami Saluran Tuba Terpelintir, Berawal dari Nyeri Perut Tak Tertahankan

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 18 Apr 2026 08:30 WIB

Acha Sinaga
Acha Sinaga Alami Saluran Tuba Terpelintir/ Foto: Instagram @achasinaga
Daftar Isi
Jakarta -

Artis Acha Sinaga baru-baru ini membagikan kisahnya yang didiagnosis hydrosalpinx atau saluran tuba terpelintir. Akibat kondisi medis ini, Acha memutuskan untuk menjalani tindakan operasi, Bunda.

Melalui unggahan di Instagram, Acha mengungkap gejala asal yang dialaminya sebelum didiagnosis hydrosalpinx. Perempuan 36 tahun ini mengaku sempat mengalami sakit perut yang parah saat akan menidurkan anaknya.

"Jadi berawal di hari ini ketika nidurin anak2 jam7/8an aku ngerasa perutku sakit, awalnya kupikir sakit maag karna abis dinner yg pedesss dan kopi tadi pagi. Setelah 30 menitan sakit makin parah, aku coba minum obat lambung, enggak ada berasa perubahan. 30 menit kemudian minum panad*l, enggak ada perubahan juga dan makin lama sakitnya aku enggak tahan lagi, harus nekukin badan, akhirnya Andy (suami) bilang, ayo kita ke UGD," tulisnya di Instagram Stories akun @achasinaga.

Acha akhirnya memutuskan pergi ke rumah sakit. Sesampainya di sana, Acha diobservasi oleh dokter dan diberikan obat penahan sakit. Namun meski obat sudah diberikan sampai habis, rasa sakit yang dirasakannya tak kunjung hilang.

Dokter lalu menyarankan Acha untuk melakukan CT Scan. Saat itu, dokter curiga kalau Acha memiliki kista sekitar 4 cm di dalam tubuhnya.

Acha pun dirujuk ke dokter lain untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Dari pemeriksaan ini, dokter malah menemukan saluran tubanya dalam kondisi bengkak dan terpelintir.

Dalam kondisi perut yang sakit, Acha memutuskan untuk pindah ke rumah sakit lain lantaran dokter pertama yang pernah menanganinya mengatakan bahwa ia memiliki kista. Di rumah sakit yang baru, Acha menjalani MRI hingga akhirnya dokter mendiagnosis hydrosalpinx.

"Lalu dia (dokter yang baru) menjelaskan aku itu ada hydrosalpinx. Kondisi di mana saluran tubaku terpelintir, jadi dokter blg sakitnya seperti jari kejepit pintu karena darah enggak bisa lewat. Tapi biasanya hydrosalpinx itu terjadi karena infeksi yg berasal dari vagina atau STD, dan menyebabkan kedua saluran tuba pasti kena," ungkapnya.

"Kalau kasusku hanya 1 saluran yang kena, hanya di sebelah kiri, sedangkan tidak mungkin kalau bakteri/ virus/ apa un itu sumber penyakit pilih2 kasih (menurut penjelasan dokter), dan juga hasil darahku enggak ada infeksi apa2 (terlihat dari angka CRP), demam pun tidak. Atau biasanya kasus ini terjadi pada orang2 yg punya kista, sehingga menyebabkan mereka sulit hamil. Namun, hasil MRI ku menunjukkan enggak ada kista."

Dokter lalu menyarankan Acha untuk menjalani operasi pengangkatan saluran tuba. Tapi karena saat itu Acha sudah tidak merasakan sakit di area perutnya, dokter memintanya pulang dan melakukan check up lanjutan dua minggu kemudian.

"Dokter bilang, solusinya dianggkat saluran tubanya. Namun karena saat itu aku sudah enggak sakit, dia perbolehkan aku pulang dan kembali 2 minggu lagi untuk USG, dengan kasih aku antibiotik. Sejauh ini penjelasan dr. R ini yg paling masuk akal buat aku dan Andy. Akhirnya, kita pulang hari itu," ujar Bunda tiga anak ini.

Saat kembali kontrol, Acha mengetahui bahwa kondisinya jauh lebih baik. Meski begitu, dokter tetap menyarankannya untuk menjalani operasi.

"Dua minggu lagi aku balik ke RS ketemu dr R. Hasil ultrasound vaginanya menunjukkan tuba keplintirnya berkurang jadi 3 cm. Dokter bilang setelah minum antibiotik, dokter tetap saranin aku operasi menggunakan metode Laparoskopi, karena saluran tubaku itu sudah enggak ada gunanya lagi di situ," tulisnya.

Di pemeriksaan terakhir, Acha mendapati kondisi saluran tubanya kembali membesar. Ia pun memutuskan untuk operasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Aku ajak Andy balik lagi untuk ultrasound karena aku mau lihat gimana kondisi saluran tubaku. Ternyata balik membesar lagi jadi 4 cm. Jadi akhirnya aku sama Andy sepakat untuk melakukan tindakan operasi, saluran tubaku dibersihkan dan diangkat," kata Acha.

Apa itu saluran tuba terpelintir?

Menurut ulasan di laman Radiopedia, hydrosalpinx merupakan satu faktor risiko dari torsi tuba fallopi atau kondisi ketika saluran tuba terpelintir. Pada torsi tuba fallopi, seorang perempuan bisa mengalami nyeri perut yang tiba-tiba dan hebat.

Dalam pemeriksaan ultrasonografi, dokter biasanya menemukan kondisi saluran tuba yang melebar dengan dinding menebal. Pada hasil CT scan, saluran tuba tampak terbelit dengan pelebaran lebih dari 15 milimeter (mm).

Melansir dari beberapa sumber, torsi tuba fallopi dapat memutus suplai darah tanpa memengaruhi ovarium. Pada kebanyakan kasus, saluran tuba terpelintir hanya bisa didiagnosis selama operasi laparoskopi.

Apa itu hidrosalping?

Hydrosalpinx atau hidrosalping adalah kondisi medis yang dapat dialami seorang perempuan di usia reproduktif. Dilansir Cleveland Clinic, hidrosalping didefinisikan sebagai kondisi cairan menumpuk di salah satu atau kedua tuba fallopi yang menyebabkan penyumbatan.

Hidrosalping dapat mempersulit terjadinya kehamilan, Bunda. Setidaknya, 20 hingga 30 persen kasus infertilitas melibatkan masalah yang berkaitan dengan tuba fallopi, dan 10 sampai 20 persen dikaitkan dengan hidrosalping.

"Banyak perempuan dengan hidrosalping tidak mengalami gejala apa pun. Akibatnya, mereka mungkin baru mengetahui kondisi tersebut ketika mereka tidak dapat hamil," kata ahli endokrinologi reproduksi, Dr. Amanda N. Kallen, dikutip dari Medical News Today.

"Namun, mereka dengan gejala hidrosalpinx mungkin mengalami keputihan yang tidak biasa serta nyeri perut dan panggul yang dapat memburuk selama periode menstruasi," sambungnya.

Penyebab hidrosalping

Ada beberapa penyebab yang dikaitkan dengan terjadinya hidrosalping, yakni:

  • Infeksi menular seksual (IMS)
  • Endometriosis
  • Infeksi pada saluran tuba
  • Peradangan akibat radang usus buntu
  • Bekas luka akibat operasi radang usus buntu dan kondisi lainnya
  • Operasi yang pernah dilakukan pada saluran tuba

Infeksi yang tidak diobati adalah penyebab paling umum dari hidrosalping. Bakteri berbahaya dapat merusak tuba fallopi Anda dan menyebabkan peradangan.

Demikian kisah Acha Sinaga yang membagikan kondisinya ketika didiagnosis hidrosalping atau saluran tuba terpelintir.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda