KEHAMILAN
Tingkat Persalinan di Korea Selatan Naik di Tahun 2026 usai Diberlakukan Aturan Baru
Indah Ramadhani | HaiBunda
Kamis, 07 May 2026 20:30 WIBSetelah mengalami krisis populasi selama bertahun-tahun, Korea Selatan akhirnya mencatat rekor kenaikan angka kelahiran yang signifikan belakangan ini. Angka kelahiran Korea Selatan yang naik ini menjadi angin segar bagi pemerintah Negara Ginseng tersebut.
Sepanjang tahun 2015 hingga 2023, grafik angka kelahiran di Korea Selatan terus membentuk kurva menurun. Kondisi ini semakin diperparah oleh pandemi COVID-19 yang hampir memengaruhi ekonomi negara dan menyebabkan lonjakan biaya hidup.
Selain tingginya biaya hidup, budaya kerja yang melelahkan, serta norma dan sikap masyarakat terhadap ibu hamil turut menurunkan motivasi banyak orang di Korea Selatan untuk memiliki anak. Tekanan-tekanan tersebut sangat memengaruhi kehidupan mereka.
Maka dari itu, pemerintah Korea Selatan mulai menerapkan berbagai program dan benefit untuk meningkatkan angka kelahiran yang sangat rendah ini. Mulai dari tunjangan orang tua, insentif persalinan, cuti orang tua, cuti melahirkan, hingga subsidi perumahan.
Angka kelahiran Korea Selatan berhasil naik setelah beberapa tahun
Setelah berjalan selama beberapa tahun, hasil dari program dan kebijakan tersebut mulai terlihat di tahun 2024 hingga 2026. Dalam kurun waktu tersebut, angka kelahiran tercatat mengalami peningkatan sebesar 13,6 persen.
“Saya bisa melihat pemerintah melakukan berbagai upaya. Dibandingkan dengan sekitar 10 tahun lalu, suasananya telah berubah dan perusahaan memberikan tunjangan yang wajib diberikan oleh pemberi kerja,” kata seorang ibu hamil bernama Kim, yang dikutip dari obrolannya bersama CNN.
Menurut Kementrian Data dan Statistik yang dilansir dari Korea Times, pada tahun 2024, peningkatan angka kelahiran tersebut bertahan hingga 17 bulan. Sementara pada tahun 2026, tercatat sebanyak 22.898 bayi yang lahir (per bulan Februari).
Kementerian tersebut mengungkap bahwa angka kelahiran Korea Selatan yang naik ini dipimpin oleh perempuan berusia 30-an. Skor kelahiran per 1.000 perempuan yang berusia 30-an meningkat sebanyak 9,1 sehingga menjadi 86,1 dan untuk perempuan di usia 30 akhir meningkat sebanyak 9,2 menjadi 61,5.
Oleh karena itu, rata-rata jumlah anak yang dimiliki perempuan Korea Selatan juga mengalami peningkatan. Pada Februari 2026, tercatat kenaikan sebesar 0,1 sehingga angkanya kini menjadi 0,93, Bunda.
Kelemahan yang masih terjadi di atas tren meningkatnya angka kelahiran Korea Selatan
Terlepas dari kemajuan ini, masalah struktural dan sosial terhadap keputusan memiliki anak belum sepenuhnya lepas. Sebagian besar orang tua mengaku khawatir dan cemas mengingat biaya untuk membesarkan anak tidak sedikit, meskipun sudah dibantu oleh pemerintah.
Selain itu, sikap masyarakat yang kurang ramah terhadap anak-anak juga menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Misalnya, ketika bayi menangis di tempat umum, tak sedikit ibu yang mendapatkan tatapan kurang menyenangkan dari orang sekitar.
“Merawat bayi membutuhkan banyak usaha, tetapi ketika Anda keluar rumah, semua orang tampak tidak nyaman, dan Anda harus selalu memperhatikan orang lain dan mengurangi aktivitas karena bayi,” kata seorang ibu hamil sekaligus working mom bernama Yun kepada CNN.
Oleh karenanya, angka kelahiran Korea Selatan yang naik belum cukup untuk dibanggakan, apabila hanya bertahan dalam beberapa waktu saja. Menjaga agar peningkatannya konsisten, perlu diiringi dengan pemahaman tentang penyebab penurunan yang terjadi sejak awal.
Demikian informasi terkait angka kelahiran Korea Selatan yang naik di tahun 2026. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Jumlah Dokter Kandungan Laki-Laki Semakin Sedikit, Apa Penyebabnya?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Persiapan Melahirkan Normal Supaya Berjalan Lancar, Bunda Perlu Tahu
Bunda Perlu Tahu, 5 Tanda-tanda Melahirkan Semakin Dekat
11 Tips Supaya Bunda Melahirkan Normal dan Lancar
Suamiku, Genggaman Tanganmu Bisa Bikin Persalinanku Lebih Nyaman
TERPOPULER
Beras Fortifikasi Abal-abal: Daftar Merek Diduga Bermasalah & Dampaknya bagi Konsumen
Selamat, Adinda Thomas dan Raka Akmal Sambut Kelahiran Anak Pertama
11 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang yang Suka Mencari Perhatian Tanpa Disadari
9 Jenis Kecerdasan Anak dan Cara Mengasahnya Sejak Dini, Bunda Perlu Tahu
Orang Pendiam dengan Kecerdasan Tinggi Punya Ciri Kepribadian Ini
REKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Food Processor Terbaik & Kelebihannya Dibanding Blender
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lip Product dalam Kemasan Squeeze Tube yang Praktis Digunakan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Air Purifier dengan HEPA Filter, Jaga Kualitas Udara dalam Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Mini Vacuum Cleaner, Ukuran Kecil tapi Daya Isap Kuat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Waspada Abu Vulkanik, Ini 5 Barang Sebaiknya Dimiliki di Rumah untuk Lindungi Keluarga
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Kabar Bahagia! Jessica Mila Umumkan Hamil Anak Kedua
Beras Fortifikasi Abal-abal: Daftar Merek Diduga Bermasalah & Dampaknya bagi Konsumen
11 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang yang Suka Mencari Perhatian Tanpa Disadari
Selamat, Adinda Thomas dan Raka Akmal Sambut Kelahiran Anak Pertama
Keseruan Bebi Romeo Bikin Konten Mukbang Mie Ayam di Mobil, Afgan hingga Feni Rose Jadi Bintang Tamu
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Lotion Micellar dari Embryolisse Ini Hapus Make Up Tanpa Sisa dalam Sekali Usap
-
Beautynesia
Kang Tae Oh Jadi Cameo Spesial di Film The Intern Bareng Han So Hee, Ini Potretnya!
-
Female Daily
Sering Ganti Belahan Rambut, Benarkah Bisa Cegah Rambut Menipis?
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Kim Kardashian Cuma Dapat Kompensasi 1 Euro Usai Dirampok Rp 100 Miliar
-
Mommies Daily
10 Hair & Body Wash Bayi Favorit Mommies 2026, Ada yang 2-in-1