sign up SIGN UP search


kehamilan

Bunda Perlu Tahu, 5 Tanda-tanda Melahirkan Semakin Dekat

Yuni Ayu Amida Selasa, 23 Jun 2020 17:03 WIB
Woman suffering from back ache on the bed, healthcare and problem concept caption
Jakarta -

Mendekati waktu persalinan tentu menjadi hal yang ditunggu-tunggu. Karena ini artinya si kecil akan segera lahir ke dunia.

Nah, waktu menjelang melahirkan biasanya pada trimester tiga akhir, yakni di minggu 38 hingga 40. Meski demikian, kehamilan tiap wanita tentunya berbeda, entah itu perkara kapan tepatnya ia melahirkan ataupun tanda-tanda melahirkan.

Khususnya para ibu baru, biasanya akan bertanya-tanya seperti apa sebenarnya tanda-tanda melahirkan yang semakin dekat. Berikut ini HaiBunda rangkum tanda-tanda melahirkan semakin dekat, dilansir Medicinet.


1. Posisi bayi turun ke panggul

Saat kepala bayi turun lebih dalam ke panggul ini bisa diartikan bahwa sebentar lagi bayi akan lahir, Bunda. Ini terjadi biasanya kurang lebih dua minggu sebelum awal persalinan. Beberapa wanita mungkin tidak memperhatikan hal ini secara spesifik.

2. Peningkatan keinginan untuk buang air kecil

Dorongan yang meningkat untuk buang air kecil bisa disebabkan oleh kepala bayi yang jatuh ke panggul. Posisi kepala bayi yang rendah memberi tekanan lebih besar pada kandung kemih, sehingga banyak wanita yang mendekati persalinan mungkin merasa perlu sering buang air kecil. Saat bayi turun, pernapasan Bunda biasanya menjadi lebih mudah karena tekanan pada diafragma berkurang.

3. Sakit punggung

Woman suffering from back ache on the bed, healthcare and problem conceptWoman suffering from back ache on the bed, healthcare and problem concept/ Foto: iStock

Banyak wanita mencatat bahwa mereka mengalami sakit punggung, terutama nyeri di punggung bagian bawah yang datang dan pergi, saat persalinan mendekat. Nyeri punggung ini bahkan dapat disertai dengan kontraksi. Beberapa wanita bahkan merasa sendi mereka menjadi lebih kendur terutama di daerah panggul saat trimester ketiga berlangsung, sebagai bentuk persiapan untuk persalinan.

4. Keluarnya sumbat lendir

Keluarnya sumbat lendir adalah tanda yang diketahui bahwa persalinan sudah dekat. Lendir kental yang diproduksi oleh kelenjar serviks biasanya membuat pembukaan serviks tertutup selama kehamilan. Sumbat lendir ini harus dikeluarkan sebelum melahirkan.

Tekanan dari kepala bayi menyebabkan sumbatan lendir keluar dengan sendirinya dari vagina, kadang-kadang ini keluar seperti cairan vagina yang berwarna darah. Bagi beberapa wanita, sumbat lendir tidak dikeluarkan sampai setelah persalinan dimulai, namun pada yang lainnya mungkin melihat keluarnya lendir pada hari-hari sebelum persalinan.

5. Pecah ketuban

Pecahnya selaput ketuban atau air ketuban biasanya merupakan tanda bahwa persalinan akan segera dimulai. Air ketuban bentuknya bukan semburan cairan yang dramatis, melainkan seperti mengeluarkan tetesan air seni dan cenderung lambat.

Menurut bidan bersertifikat, Meredith Wallis, MS, CNM, ANP, bagi setiap wanita hamil pecah air ketuban biasanya menjadi pengalaman berbeda. Ada yang mungkin merasakan sensasi cairan menetes dari vagina, sebelum akhirnya menyembur. Ada pula yang melihat pakaian dalam mereka mengalami kelembaban berlebih. Dan kadang ini membuat mereka bertanya-tanya apakah cairan air ketuban pecah atau air seni.

"Untuk membedakan antara cairan ini dan cairan ketuban, pertimbangkan warna dan baunya," kata Wallis, dilansir Medical News Today.

Cairan ketuban tidak berwarna dan tidak bau. Meski kadang sulit dibedakan dengan urine, tetapi cairan ketuban tidak memiliki bau. Jika ibu hamil mengalami bocor cairan ketuban, maka segeralah hubungi dokter atau tenaga medis.

Simak juga Intimate Interview dengan dr.Reisa Broto Asmoro dalam video ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(yun/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi