KEHAMILAN
Mengenal Superfetation, Fenomena Langka Perempuan Hamil Lagi saat Sedang Mengandung
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Jumat, 15 May 2026 11:30 WIBKejadian unik memang bisa terjadi selama kehamilan, Bunda. Salah satunya kondisi yang disebut superfetation. Yuk, mengenal superfetation, fenomena langka saat perempuan hamil lagi saat sedang mengandung.
Hamil lagi dalam kondisi sedang mengandung? Rasanya mustahil terjadi ya, Bun. Tetapi ternyata ini menjadi fenomena yang dinamakan superfetation dan bisa terjadi secara nyata pada perempuan hamil. Meskipun kasusnya sangat jarang terjadi yakni dari segelintir kasus manusia yang ada di seluruh dunia namun kasus seperti ini menjadi sebuah fenomena yang dikenal dalam dunia kedokteran.
Mengenal kondisi superfetation
Superfetation merupakan kondisi kehamilan kedua yang menjadi kehamilan baru yang muncul bersamaan dengan kehamilan pertama. Kondisi ini memang jarang terjadi pada manusia dan jauh lebih sering diamati pada hewan.
Fenomena langka yang bernama superfetation ini merupakan kondisi di mana kehamilan kedua terjadi bersamaan dengan kehamilan yang sudah ada. Dalam hal ini, ovum (sel telur) lain dibuahi oleh sperma dan ditanamkan di rahim beberapa hari atau minggu setelah yang pertama. Bayi yang lahir dari superfetation sering dianggap kembar karena mereka mungkin lahir pada hari yang sama seperti dikutip dari laman Healthline.
Kondisi superfetation sebenarnya umum terjadi pada spesies hewan seperti ikan, kelinci, dan luwak. Kemungkinan terjadinya pada manusia masih kontroversial dan dianggap sangat jarang. Hanya ada beberapa kasus superfetation yang dilaporkan dalam literatur medis. Dan, sebagian besar kasus terjadi pada perempuan yang menjalani perawatan kesuburan seperti IVF.
Bagaimana superfetation terjadi?
Pada manusia, kehamilan terjadi ketika sel telur dibuahi oleh sperma. Ovum kemudian yang telah dibuahi menanamkan dirinya di rahim. Agar superfetation terjadi, sel telur lain yang sama sekali berbeda perlu dibuahi dan kemudian ditanamkan secara terpisah di rahim.
Agar hal ini berhasil, tiga peristiwa yang sangat tidak mungkin terjadi harus terjadi seperti berikut:
1. Ovulasi merupakan pelepasan satu sel telur oleh ovarium selama kehamilan yang sedang berlangsung. Ini sangat tidak mungkin karena hormon yang dilepaskan selama kehamilan berfungsi untuk mencegah ovulasi lebih lanjut.
2. Sel telur kedua harus dibuahi oleh sel sperma. Ini juga tidak mungkin karena begitu seorang perempuan hamil, serviksnya membentuk sumbat lendir yang menghalangi jalannya sperma. Sumbat lendir merupakan hasil dari peningkatan hormon yang diproduksi selama kehamilan.
3. Sel telur yang telah dibuahi perlu ditanamkan di rahim yang sudah hamil. Ini tentunya akan sulit karena penanaman membutuhkan pelepasan hormon tertentu yang tidak akan dilepaskan jika seorang perempuan sudah hamil. Selain itu, ada juga masalah ketersediaan ruang yang cukup untuk embrio lain.
Kemungkinan, deretan peristiwa yang tidak mungkin tersebut terjadi secara bersamaan walau tampaknya mustahil. Inilah sebabnya mengapa dari sedikit kasus superfetation potensial yang dilaporkan dalam literatur medis, sebagian besar terjadi pada perempuan yang menjalani perawatan kesuburan.
Selama proses perawatan kesuburan atau in vitro fertilization, embrio yang telah dibuahi dipindahkan ke rahim perempuan. Superfetation dapat terjadi jika perempuan tersebut juga berovulasi dan sel telur dibuahi oleh sperma beberapa minggu setelah embrio dipindahkan ke rahimnya.
Apa saja gejala yang menunjukkan terjadinya superfetation?
Karena superfetation sangat jarang terjadi, tidak ada gejala spesifik yang terkait dengan kondisi ini. Superfetation dapat dicurigai terjadi ketika dokter memperhatikan adanya janin kembar tumbuh dengan kecepatan yang berbeda di dalam rahim. Selama pemeriksaan USG, dokter akan melihat bahwa kedua janin memiliki ukuran yang berbeda. Ini disebut diskordansi pertumbuhan.
Namun, dokter tidak akan mendiagnosis seorang perempuan dengan superfetation setelah melihat bahwa bayi kembar tersebut berbeda ukuran. Hal ini dikarenakan adanya beberapa penjelasan yang lebih umum untuk diskordansi pertumbuhan.
Salah satu contohnya adalah ketika plasenta tidak mampu menopang kedua janin secara memadai (insufisiensi plasenta). Penjelasan lain adalah ketika darah terdistribusi tidak merata antara bayi kembar (transfusi antar bayi kembar).
Apakah superfetation sama dengan kehamilan kembar?
Mengutip dari laman Cleveland Clinic, superfetation berbeda dengan kembar ya, Bun. Tetapi, kehamilan superfetation mirip dengan kehamilan. Salah satu contohnya adalah ketika plasenta tidak mampu menopang kedua janin secara memadai (insufisiensi plasenta).
Tidak seperti kehamilan kembar, embrio dari superfetation tidak terbentuk selama siklus menstruasi yang sama. Akibatnya, usia kehamilan mereka berbeda. Embrio yang dikandung pertama akan matang lebih cepat daripada embrio yang dikandung kedua.
Ketahui penyebab superfetation
Superfetation merupakan kondisi langka yang sangat jarang terjadi sehingga para peneliti tidak memiliki cukup data untuk mengonfirmasi penyebabnya. Hanya saja, ada beberapa kehamilan yang didokumentasikan. Sebagian besar melibatkan teknologi reproduksi yang melewati beberapa penghalang tubuh untuk kehamilan yang beruntun.
Contoh kasusnya dalam proses IVF
Salah satu kasus superfetation yang dikonfirmasi melibatkan seseorang yang hamil kembar melalui IVF. Dengan IVF, tim medis mengumpulkan sel telur dari ovarium, membuahinya dengan sperma pasangan atau donor di luar tubuh, dan kemudian memindahkan embrio ke lapisan rahim.
Tiga minggu setelah prosedur tersebut, dokter akan menemukan embrio ketiga. Embrio ini dikandung pada waktu yang berbeda, dan tanpa prosedur IVF.
Bagaimana superfetation didiagnosis?
Kehamilan superfetation memang sulit didiagnosis karena menyerupai kondisi lain yang melibatkan kehamilan kembar. Tim medis nantinya akan melihat dua janin atau lebih selama prosedur pencitraan rutin untuk memeriksa kehamilan. Satu janin akan tampak lebih maju dalam perkembangannya (usia kehamilan yang berbeda) daripada yang lain.
Beberapa peneliti percaya bahwa superfetation merupakan kesalahan diagnosis dari kondisi lain, termasuk kondisi berikut:
1. Twin-to-twin transfusion syndrome
Kembar berbagi nutrisi dari ibu mereka secara tidak merata. Akibatnya, satu kembar menerima terlalu banyak nutrisi, dan yang lain menerima terlalu sedikit. Janin yang mendapatkan lebih banyak nutrisi akan lebih besar daripada yang lain pada pencitraan.
2. Placental insufficiency
Plasenta merupakan organ di rahim yang menyediakan oksigen dan nutrisi kepada janin yang sedang berkembang dari ibu. Pada insufisiensi plasenta yang melibatkan bayi kembar, organ tersebut tidak mampu memberikan nutrisi yang cukup untuk mendukung perkembangan kedua janin. Akibatnya, mereka berkembang dengan kecepatan yang berbeda.
Ada juga kemungkinan kesalahan USG yang bisa menyebabkan kesalahan diagnosis kehamilan kembar sebagai kehamilan dengan satu janin. Kemudian, kesalahan tersebut dapat dianggap sebagai superfetation ketika embrio kedua ditemukan.
Penanganan kehamilan superfetation
Pada kehamilan superfetation, ketika satu janin lebih matang lebih cepat daripada yang lain, janin yang lebih muda mungkin lahir prematur. Tim medis mungkin merekomendasikan operasi caesar terencana untuk meningkatkan peluang persalinan yang sehat bagi kedua bayi tanpa komplikasi.
Sebagian besar kasus superfetation yang terkonfirmasi melibatkan bayi kembar yang hanya berjarak beberapa minggu. Tim medis akan menyarankan waktu terbaik untuk persalinan guna memaksimalkan peluang persalinan sehat yang melibatkan kedua bayi.
Adakah cara untuk mencegah superfetation?
Bunda dapat mengurangi kemungkinan superfetation dengan tidak melakukan hubungan intim setelah hamil. Namun, superfetation memang sangat jarang terjadi. Sangat kecil kemungkinannya bahwa perempuan akan hamil untuk kedua kalinya jika mereka melakukan hubungan seks setelah hamil.
Dari sedikit kasus superfetation yang dilaporkan dalam literatur medis, sebagian besar terjadi pada perempuan yang menjalani perawatan kesuburan. Untuk itu, Bunda perlu menjalani tes untuk memastikan bahwa Bunda tidak hamil sebelum menjalani perawatan ini. Dan, ikuti semua rekomendasi dokter jika menjalani IVF, termasuk periode pantang tertentu.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)