Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Langka! Bunda Ini Melahirkan Dua Bayi Berjarak 18 Hari dengan Metode Persalinan Berbeda

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Selasa, 24 Mar 2026 13:20 WIB

Seven week old fraternal, twin baby girls sleeping on a white flokati rug.
Langka! Bunda Ini Melahirkan Dua Bayi Berjarak 18 Hari dengan Metode Persalinan Berbeda/Foto: iStock
Daftar Isi
Jakarta -

Kisah kehamilan seorang Bunda di Australia ini menarik perhatian dunia medis. Ia melahirkan dua bayi yang tampak seperti kembar, tetapi sebenarnya memiliki usia kehamilan berbeda sekitar 18 hari. Kondisi ini terjadi karena fenomena langka yang disebut superfetation, yaitu ketika seorang perempuan kembali hamil saat sudah sedang mengandung. Berikut kisahnya dikutip dari ABC.net.

Awalnya mengikuti program bayi tabung

Bunda bernama Sandra Searle dari Perth, Australia Barat, bersama suaminya David memang sudah lama menjalani program kehamilan. Saat merencanakan anak ketiga, Sandra kembali menjalani siklus IVF. Namun tanpa disadari, ia ternyata sudah hamil secara alami lebih dulu. Karena hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan tanda kehamilan, proses IVF tetap dilanjutkan. 

Ternyata Sandra memang hamil dua kali sekali secara alami, dan sekali melalui IVF. Pasangan itu beralih ke teknologi reproduksi berbantuan setelah diberitahu bahwa mereka kemungkinan besar tidak akan bisa hamil secara alami.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


David telah didiagnosis menderita kanker testis beberapa tahun sebelumnya, dan telah membekukan spermanya sebelum menjalani kemoterapi. Sementara itu, Sandra diberitahu bahwa jumlah sel telurnya rendah, sehingga IVF tampak seperti satu-satunya pilihan mereka.

Dan itu berhasil sebelumnya dua anak pertama pasangan itu, Georgia dan Fred, lahir melalui IVF. Sekarang mereka menginginkan anak ketiga. Setelah melewati pemeriksaan kesehatan rutin dan mengalami apa yang dia kira sebagai menstruasinya, Sandra memulai siklus IVF tanpa menyadari bahwa dia sudah hamil.

Dokternya, spesialis kesuburan Richard Murphy, menemukan dua kehamilan tersebut setelah memesan pemindaian awal ketika tes darah menunjukkan kadar hormon Ms. Searle sangat tinggi. Hasil pemindaian menunjukkan janin berukuran tujuh atau delapan minggu yang sekitar 18 hari lebih maju dari seharusnya, ditambah kantung kecil lainnya yang sesuai dengan kehamilan dini dari siklus IVF.

Fenomena langka bernama superfetation

Para dokter kemudian menyimpulkan bahwa Sandra mengalami superfetation, yaitu kondisi ketika pembuahan terjadi lagi setelah kehamilan pertama sudah dimulai. Dalam kasus ini, satu bayi berasal dari pembuahan alami, sedangkan bayi lainnya berasal dari embrio hasil IVF yang ditanamkan di rahim. 

Fenomena ini sangat jarang terjadi karena biasanya tubuh perempuan menghentikan ovulasi saat sudah hamil. Para ahli memperkirakan hanya ada sekitar 10 kasus superfetation yang pernah dilaporkan di dunia. 

Superfetation adalah kondisi langka ketika seorang perempuan mengalami ovulasi dan pembuahan kedua saat sudah hamil. Akibatnya, dua janin berkembang di rahim yang sama tetapi memiliki usia gestasi berbeda. Karena jaraknya biasanya hanya beberapa minggu, banyak kasus superfetation yang tidak terdeteksi dan dianggap sebagai kehamilan kembar biasa. 

Kehamilan yang tidak mudah

Selama masa kehamilan, Sandra harus menjalani pemantauan ketat dari tim dokter. Tantangan terbesar adalah menentukan waktu persalinan yang aman bagi kedua bayi, karena usia kehamilan mereka berbeda. Jika bayi yang lebih tua dibiarkan terlalu lama, risiko komplikasi bisa meningkat. Namun jika dilahirkan terlalu cepat, bayi yang lebih muda berisiko lahir sangat prematur. 

Dr. Murphy mengatakan salah satu faktor utama yang mempersulit kehamilan adalah menghitung tanggal optimal untuk melahirkan bayi-bayi tersebut, karena salah satunya akan jauh tertinggal perkembangannya dibandingkan yang lain.

"Antara usia kehamilan 36 setengah minggu dan 39 minggu, banyak perubahan terjadi pada bayi," kata Dr. Murphy.

"Pada usia kehamilan 36 setengah minggu, bayi jauh lebih mungkin dirawat di ruang perawatan bayi karena masalah pernapasan dan membutuhkan dukungan ekstra. Dan umumnya bayi usia kehamilan 39 minggu lahir dan siap beraktivitas. Jadi, mencoba menentukan waktu optimal untuk keduanya dan mencoba menentukan apa yang terbaik secara keseluruhan selalu sulit," sambungnya.

Dua bayi lahir sehat

Akhirnya, kedua bayi tersebut lahir dengan selamat pada April 2023. Bayi perempuan yang lebih tua diberi nama Poppy, sedangkan adiknya bernama Michael. Poppy lahir dengan berat sekitar 3 kilogram dan dianggap cukup bulan, sementara Michael lahir lebih kecil dengan berat sekitar 2 kilogram karena masih prematur. 

Meski sempat membutuhkan perawatan setelah lahir, keduanya akhirnya tumbuh sehat. Para dokter bahkan menyebut kelahiran ini sebagai “keajaiban medis” karena sangat jarang terjadi. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!



(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda