HaiBunda

KEHAMILAN

Usia Kehamilan yang Paling Umum untuk Melahirkan Menurut Dokter Kandungan

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Jumat, 29 May 2026 17:00 WIB
Usia Kehamilan yang Paling Umum untuk Melahirkan Menurut Dokter Kandungan/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Antonio_Diaz
Jakarta -

Hari Perkiraan Lahir (HPL) dapat diketahui dari usia kehamilan, Bunda. Lantas, berapa usia kehamilan yang paling umum untuk melahirkan menurut dokter?

Sebelum membahasnya, Bunda perlu ketahui dulu tentang perkiraan tanggal kelahiran yang didasarkan pada hari pertama menstruasi terakhir. Perkiraan ini mengasumsikan siklus ovulasi seorang perempuan adalah 28 hari.

Tanggal perkiraan kelahiran juga dapat ditentukan menggunakan aturan Naegele. Dalam aturan ini, kita hanya perlu menambahkan 40 minggu (atau 280 hari) ke hari pertama menstruasi terakhir.


"Inilah mengapa kami mencoba mendapatkan perkiraan terbaik dari pasien dan menindaklanjuti penentuan tanggal tersebut dengan USG resmi di trimester pertama," kata okter kandungan dan direktur medis kesehatan wanita di Family Health Centers di NYU Langone, Meleen Chuang, MD, dilansir The Bump.

Dari pemeriksaan USG, dokter kemudian dapat menentukan HPL berdasarkan ukuran janin. Namun, perkiraan lahir ini masih dapat berubah, Bunda.

"Semakin dekat kita dengan tanggal yang konsisten, semakin akurat tanggal perkiraan kelahiran tersebut," ujar Chuang.

Minggu paling umum terjadi persalinan

Bagi ibu yang baru pertama kali hamil, kehamilan biasanya berlangsung selama 40 minggu. Usia kehamilan tersebut dihitung dari hari terakhir menstruasi. Durasi tersebut biasanya tidak berubah pada kehamilan berikutnya.

Namun, pasien mungkin akan mengalami persalinan aktif lebih cepat setelah melahirkan anak pertamanya, dengan total waktu persalinan yang lebih singkat.

Jadi, minggu ke berapa paling umum untuk melahirkan? Menurut Chuang, biasanya ini terjadi pada atau sekitar minggu ke-39 kehamilan.

"Kami selalu memberi tahu pasien bahwa waktu persalinan biasanya plus atau minus dua minggu dari HPL," ungkapnya.

"Banyak perempuan dapat memperkirakan akan melahirkan antara minggu ke-37 hingga ke-42 kehamilan."

Menurut Cuang dan dokter kandungan Lisa Jackson , MD, FACOG, jumlah bayi yang lahir tepat pada tanggal perkiraan kelahirannya cukup kecil. Setidaknya, hanya 4 hingga 5 persen bayi yang benar-benar lahir tepat pada HPL.

"Sebagian besar akan lahir dalam rentang waktu dua minggu di sekitar tanggal perkiraan kelahiran, jadi sulit diprediksi," ujar Jackson.

Bayi yang lahir prematur

Bayi dianggap lahir prematur jika lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu. Sekitar 8 hingga 10 persen bayi lahir prematur. Namun, menurut laporan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ada beberapa klasifikasi berbeda dalam kelahiran prematur, yakni

  • Bayi yang lahir antara usia kehamilan 34 dan 36 minggu dianggap sebagai bayi prematur akhir.
  • Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 34 minggu dianggap sebagai bayi prematur awal.
  • Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 28 minggu dianggap sebagai bayi prematur ekstrem.

Kelahiran prematur dapat terjadi karena beberapa faktor termasuk faktor risiko ibu, status kesehatan ibu, nutrisi, dan kehamilan kembar.

Bayi yang lahir mendekati HPL

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), istilah cukup bulan berlaku untuk bayi yang lahir antara 39 dan 40 minggu. Antara 57 dan 60 persen bayi lahir antara 39 dan 40 minggu. Sementara itu, 70 hingga 75 persen bayi lahir setelah 37 minggu.

"Banyak perkembangan penting terjadi antara minggu ke-34 dan ke-40, terutama pada otak dan paru-paru bayi. Meskipun bayi yang lahir antara minggu ke-37 dan ke-39 umumnya sehat, beberapa minggu terakhir memungkinkan pematangan paru-paru dan akumulasi lemak yang lebih baik. Waktu tambahan ini membantu bayi mengatur suhu tubuh dan gula darah dengan lebih baik. Itulah sebabnya kelahiran cukup bulan adalah ideal," kata Jackson.

Bayi yang lahir melewati HPL

Kehamilan trimester akhir terjadi antara 40 dan 41 minggu. Sedangkan kehamilan lewat trimester berlangsung hingga melewati 42 minggu. Para ahli mencatat bahwa antara 5 hingga 10 persen kehamilan berlangsung hingga melewati 41 hingga 42 minggu.

"Sebagian besar dokter kandungan akan merekomendasikan persalinan sebelum usia kehamilan 42 minggu," ungkap Jackson.

Terdapat peningkatan risiko ibu dan janin bila lahir setelah usia kehamilan 41 minggu, termasuk penurunan kadar cairan ketuban dan bayi menelan mekonium. Peningkatan risiko ini mungkin memerlukan intervensi seperti persalinan sesar atau perawatan di unit perawatan intensif neonatal (NICU).

Demikian waktu paling umum melahirkan menurut dokter. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Tips untuk Membuat Persalinan Lebih Mudah

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Mengenal Posisi Mating Press dalam Berhubungan Seks dari Tips Melakukan hingga Risikonya

Kehamilan Melly Febrida

5 Zodiak Diprediksi Akan Jadi Kaya di 2026, Sempat Susah di Tahun Sebelumnya

Mom's Life Amira Salsabila

Luncurkan Kampanye 'Temani Langkahmu, Kini dan Nanti', Frisian Flag Apresiasi Perjalanan Keluarga Indonesia Bangun Kebiasaan Sehat

Parenting Amira Salsabila

40 Kata-kata Keren Singkat Berkelas & Penuh Inspiratif

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Kemesraan Pevita Pearce & Suami Pengusaha Malaysia, Selalu Curi Perhatian

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

40 Kata-kata Keren Singkat Berkelas & Penuh Inspiratif

Mengenal Posisi Mating Press dalam Berhubungan Seks dari Tips Melakukan hingga Risikonya

Luncurkan Kampanye 'Temani Langkahmu, Kini dan Nanti', Frisian Flag Apresiasi Perjalanan Keluarga Indonesia Bangun Kebiasaan Sehat

5 Zodiak Diprediksi Akan Jadi Kaya di 2026, Sempat Susah di Tahun Sebelumnya

Middle Manager Jadi Pekerja Paling Rentan Burnout, Ini Dampaknya bagi Otak

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK