HaiBunda

KEHAMILAN

Dikira Masuk Angin, Perempuan Ini Ternyata Alami Kista Ovarium Pecah

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 30 May 2026 14:00 WIB
Ilustrasi Dikira Masuk Angin, Perempuan Ini Ternyata Alami Kista Ovarium Pecah/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Iamstocker
Jakarta -

Kista ovarium pecah bisa menimbulkan gejala yang menyakitkan. Namun, beberapa orang mungkin hanya mengalami gejala ringan yang bisa mirip dengan perut kembung atau masuk angin.

Kisah perempuan mengalami kista ovarium pecah belum lama ini dibagikan di website Self. Seorang perempuan 24 tahun menceritakan keluhan rasa sakit tajam di perut bagian bawah sebelum dilarikan ke rumah sakit.

"Rasa sakit yang tajam berputar-putar di perut bagian bawah, tetapi saya pikir itu hanya gas," katanya.


Satu jam kemudian, perempuan ini merasa tidurnya terganggu seperti mengalami sinkop vasovagal atau sejenis pingsan yang terjadi akibat penurunan tekanan darah secara tiba-tiba. Sinkop vasovagal umum terjadi dan biasanya tidak berbahaya, tetapi ini bisa merupakan indikasi bahwa tubuh sedang mengalami semacam stres.

Perempuan yang tidak mengungkap identitasnya ini lalu mulai mengalami pusing, keringat dingin, dan keinginan untuk muntah. Hanya dalam beberapa menit, ia pingsan.

"Dua kali pingsan berturut-turut. Itu belum pernah terjadi sebelumnya," ungkapnya.

Perempuan ini lalu dilarikan ruang gawat darurat rumah sakit. Setelah menjalani berbagai tes darah dan 108 skrining USG panggul, transabdominal, dan transvaginal, dokter mengungkap bahwa ia kemungkinan mengalami kista ovarium pecah.

Perempuan ini mengaku kaget saat mengetahui diagnosis dari dokter. Pasalnya, ia selalu menjalani pola hidup sehat dan tak pernah tahu soal kista yang tumbuh di dalam tubuhnya.

"Saya berusia 24 tahun dan sangat memperhatikan kesehatan. Bagaimana mungkin saya tidak tahu bahwa ini tumbuh di dalam tubuh saya, apalagi sampai pecah?" ujarnya.

Pemeriksaan selanjutnya menemukan hal baru dalam tubuh perempuan ini. Ia tak hanya didiagnosis kista pecah, tapi juga memiliki kista hemoragik.

"Tes-tes selanjutnya menghasilkan vonis akhir. Saya tidak hanya memiliki kista ovarium, tetapi juga kista hemoragik. Saat kista itu pecah, darah mengalir ke rongga perut, menyebabkan penurunan tekanan darah yang drastis dan iritasi organ yang terasa seperti perut kembung," katanya.

"Untuk memastikan luka saya menutup, perawat memantau jumlah sel darah merah saya dengan tes setiap jam, sambil juga menyiapkan transfusi darah sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu kehilangan darah tidak dapat dihentikan."

Memahami kista ovarium pecah

Dikutip dari Mayo Clinic, kista ovarium adalah kantung yang biasanya berisi cairan yang berada di dalam ovarium atau di permukaan organ ini. Perlu diketahui, perempuan memiliki dua ovarium yang terletak di setiap sisi rahim.

Kista ovarium umum terjadi pada perempuan. Sebagian besar kista akan hilang tanpa pengobatan dalam beberapa bulan. Meski begitu, kista ovarium juga dapat pecah atau mengalami ruptur yang bisa menyebabkan gejala serius.

"Kista ovarium umumnya merupakan kumpulan cairan yang membentuk seperti kantung di dalam ovarium," kata ahli bedah ginekologi di NYU Langone Health, Kelsey Kossl, MD, kepada Self.

Menurut Kossl, setiap bulan ovarium menghasilkan 15 hingga 20 folikel kecil, salah satunya menjadi dominan dan dapat tumbuh hingga dua atau tiga sentimeter (cm). Meskipun sebagian besar kista ovarium akan hilang dengan sendirinya seiring waktu, beberapa kista dapat bertahan dan bahkan tumbuh hingga lebih dari 10 cm.

"Begitu ovarium membesar, risiko pecah meningkat, terutama dengan segala jenis kejadian yang menyebabkan peningkatan tekanan intra-abdomen, seperti hubungan seksual vaginal atau olahraga berat. Pecahnya ovarium dapat terjadi pada sebanyak 10 persen perempuan di usia produktifnya," kata dokter kandungan di NYU Langone, Heather Jones, MD.

Kista ovarium yang pecah bisa menimbulkan berbagai keluhan, salah satunya nyeri menusuk di perut bagian bawah. Gejala lain yang cukup umum adalah keinginan untuk muntah.

"Sering kali orang dengan kista ovarium pecah bisa merasakan tekanan di daerah panggul. Ia mungkin juga mengalami beberapa gejala gangguan pencernaan, seperti mual dan muntah," ungkap Jones.

Demikian kisah perempuan yang mengalami kista ovarium pecah dan sempat merasakan gejala seperti masuk angin. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Bukan Baby Bump, Perut Perempuan Ini Membesar karena Kista

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Orang yang Tampak Biasa tapi Sebenarnya Sangat Cerdas

Mom's Life Annisa Karnesyia

Kemesraan Aline Adita dan Suami Bule, Makin Bahagia Setelah Dikaruniai Bayi

Mom's Life Amira Salsabila

Ini yang Bisa Terjadi pada Perkembangan Otak Anak jika Sering Gunakan AI Chatbot

Parenting Nadhifa Fitrina

Dikira Masuk Angin, Perempuan Ini Ternyata Alami Kista Ovarium Pecah

Kehamilan Annisa Karnesyia

Hamil Anak Pertama, Intip Potret Adinda Thomas Enjoy Jalani Prenatal Yoga

Kehamilan Pritadanes

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ketahui Darah Istihadhah, Penyebab, Ciri, Beserta Bedanya dengan Darah Haid dan Nifas

Ini yang Bisa Terjadi pada Perkembangan Otak Anak jika Sering Gunakan AI Chatbot

Ciri Orang yang Tampak Biasa tapi Sebenarnya Sangat Cerdas

Dikira Masuk Angin, Perempuan Ini Ternyata Alami Kista Ovarium Pecah

Kemesraan Aline Adita dan Suami Bule, Makin Bahagia Setelah Dikaruniai Bayi

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK