kehamilan
Sering Nyeri Panggul dan Perut Kembung? Kenali 5 Penyebab Umum Kista Ovarium
HaiBunda
Rabu, 04 Feb 2026 08:50 WIB
Daftar Isi
Kista ovarium merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang dapat dialami perempuan. Sayangnya, masih banyak yang belum memahami kista ovarium, termasuk penyebab dan dampaknya bagi tubuh.
Dikutip dari Mayo Clinic, kista ovarium adalah kantung yang biasanya berisi cairan di dalam ovarium atau permukaan organ ini. Kista ovarium umum terjadi pada perempuan.
Sebagian besar pengidap kista ovarium hanya mengalami sedikit ketidaknyamanan dan dapat hilang tanpa pengobatan yang lama. Namun, terkadang kista dapat pecah yang menyebabkan keluhan serius.
Gejala kista ovarium
Tidak semua perempuan dengan kista ovarium merasakan gejala yang serius. Sebagian di antaranya merasakan gejala, namun hilang dengan sendirinya.
Pada kista ovarium yang ukurannya besar, Bunda bisa saja mengalami beberapa keluhan. Berikut keluhan umum pada kista ovarium.
- Nyeri panggul yang mungkin datang dan pergi. Bunda mungkin merasakan nyeri tumpul atau nyeri tajam di area di bawah pusar mengarah ke ke salah satu sisi area perut.
- Rasa penuh, tekanan, atau berat di perut.
- Banyak perempuan mengeluhkan perut kembung.
Penyebab umum kista ovarium
Ada beberapa penyebab umum kista ovarium, Bunda. Simak penjelasannya berikut ini:
1. Siklus menstruasi
Kista fungsional atau dikenal sebagai kista folikel dan kista korpus luteum, dapat terbentuk karena siklus menstruasi dan biasanya hilang dengan sendirinya. Menurut Office on Women's Health, folikel adalah kantung cairan bening berisi sel telur yang tengah bersiap dilepaskan selama ovulasi.
"Terkadang, folikel bisa tumbuh terus menerus tanpa melepaskan sel telur, dan itulah yang kita sebut kista folikel," kata asisten profesor Obstetrics, Gynecology, and Reproductive Science di Mount Sinai, Rebecca Brightman, MD.
"Biasanya, kista ini bisa muncul dan hilang, kadang-kadang dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Tapi, jarang sekali seseorang membutuhkan operasi untuk kondisi seperti itu," sambungnya, dilansir Health.
Setelah melepaskan sel telur saat ovulasi, dinding folikel akan runtuh dan berkembang menjadi korpus luteum. Kemudian, korpus luteum menghasilkan hormon estrogen dan progesteron untuk mempersiapkan kehamilan. Tetapi ketika cairan menumpuk, korpus luteum dapat berubah menjadi kista korpus luteum.
"Terkadang kista pasca ovulasi, yang kita sebut kista korpus luteum, juga bisa menjadi cukup besar dan bisa pecah, yang dapat menyebabkan rasa sakit," kata Brightman.
Rasa sakit biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah dua atau tiga siklus menstruasi. Tetapi, pada kasus yang jarang terjadi, ada juga yang sampai membutuhkan intervensi bedah.
2. Kehamilan
Kehamilan juga dapat menyebabkan terbentuknya kista di dalam tubuh perempuan. Hal ini terjadi karena pembentukan kista korpus luteum setelah pembuahan, yang dianggap normal.
Kista ini juga menjadi penting selama kehamilan karena akan menghasilkan hormon progesteron dan mendukung embrio selama trimester pertama. Setelah itu, plasenta dapat mulai memproduksi progesteron sendiri.
"Mungkin ada kista yang terlihat di ovarium saat kita mendiagnosis kehamilan melalui USG," ungkap asisten profesor Obstetrics & Gynecology di Columbia University, Mary Rosser, MD.
"Sekali lagi, kista korpus luteum ini menghasilkan estrogen dan progesteron selama beberapa minggu pertama kehamilan hingga plasenta dapat berfungsi secara efektif sendiri, setelah itu kista akan hilang dengan sendirinya. Kebanyakan orang tidak mengalami nyeri atau perdarahan dari kista, dan banyak yang tidak menyadari keberadaannya sama sekali. Namun, jika pasien mengalami nyeri atau perdarahan, kami meminta mereka untuk datang untuk evaluasi," lanjutnya.
3. Endometriosis
Tidak semua perempuan dengan endometriosis mengalami pertumbuhan kista. Endometriosis merupakan kondisi saat ditemukannya implan kecil atau lesi yang mirip dengan lapisan rahim di luar rahim. Implan yang disebut sel endometrium rahim ini terkadang menempel pada ovarium dan dapat membentuk endometrioma atau kista cokelat.
"Jadi itu adalah darah lama, jaringan seperti yang didapatkan dari lapisan rahim, dan karena darah lama biasanya berwarna gelap, itulah sebabnya disebut 'kista cokelat'," kata Rosser.
Kista cokelat biasanya menimbulkan rasa sakit. Tetapi, beberapa orang mungkin tidak merasakan gejala sampai menemukannya dari pemeriksaan USG.
4. Kondisi bawaan atau kongenital
Jenis kista dermoid adalah jenis kista ovarium jinak yang dapat disebabkan kondisi bawaan. Seseorang yang memiliki kista ini kemungkinan besar telah memilikinya sepanjang hidup, Bunda.
"Kista ini berkembang dari jaringan ovarium dan sel telur," kata Rosser.
"Kista dapat mengandung jaringan yang sebenarnya bukan berasal dari ovarium, seperti sel lemak, rambut, gigi, kulit, dan tulang. Bentuknya sangat menarik saat diangkat di ruang operasi."
Kista dermoid ovarium biasanya didiagnosis setelah seseorang mencapai usia produktif karena dapat menyebabkan nyeri selama siklus menstruasi. Kista ini jarang bersifat kanker, tetapi pembedahan mungkin diperlukan untuk mengangkatnya.
"Bila ukurannya kecil, kami sering membiarkannya saja. Tapi bila ukurannya lebih besar dari enam sentimeter (6 cm), atau bila seorang perempuan menunjukkan gejala, maka kami akan mengangkatnya, biasanya melalui laparoskopi," ungkap Brightman.
Meskipun gumpalan rambut, gigi, dan tulang mungkin terdengar menakutkan, kista dermoid cukup umum dan mewakili satu dari lima pertumbuhan abnormal pada ovarium di luar kista fungsional.
5. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)
Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau sindrom ovarium polikistik adalah kista folikel kecil yang tidak pernah melewati tahap awal, dan biasanya terletak di pinggiran ovarium. Pada pemeriksaan USG, kista ini terlihat seperti 'untaian mutiara'.
PCOS memengaruhi antara 5 persen dan 10 persen perempuan berusia 15 hingga 44 tahun. Banyak orang mengetahui kondisi ini ketika mereka kesulitan hamil dan siklus menstruasi yang tidak teratur.
Orang dengan PCOS lebih mungkin mengembangkan diabetes, tekanan darah tinggi, apnea tidur, dan mengalami depresi atau kecemasan. Tetapi, para peneliti tidak tahu apakah PCOS dapat menyebabkan masalah tersebut atau sebaliknya, atau apakah ada kondisi mendasar lain yang menyebabkan kondisi medis karena PCOS.
Demikian 5 penyebab umum kista ovarium yang dapat diidap perempuan. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Kapan Sebaiknya Memulai Program Hamil Setelah Operasi Kista? Simak Waktu dan Tipsnya
Kehamilan
Ciri-ciri Kista Tumbuh lagi Setelah Operasi, Ketahui Penyebab hingga Faktor Risikonya
Kehamilan
Benarkah Bunda dengan Riwayat Kista Jadi Lebih Susah Hamil?
Kehamilan
Dikira Hamil, Hailey Bieber Ungkap Alami Kista Ovarium Sebesar Buah Apel
Kehamilan
Bunda, Kenali Gejala Kista Ovarium agar Tak Terlambat Menanganinya
5 Foto
Kehamilan
5 Artis Pernah Operasi Kista hingga Ada yang Harus Angkat Rahim, Ini Potretnya
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Endometriosis: Penyebab dan Gejala, Serta Cara Bedakan dengan Nyeri Haid
15 Makanan yang Dapat Meningkatkan Risiko Kista Ovarium, Waspada Bun
7 Gejala PCOS pada Perempuan dan Penyebabnya