KEHAMILAN
6 Kegiatan & Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Menyebabkan Keguguran
Melly Febrida | HaiBunda
Senin, 15 Jun 2026 10:20 WIBKehamilan membuat sejumlah perempuan lebih berhati-hati dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Salah satu penyebabnya, tak sedikit ibu hamil yang khawatir jika kegiatan sehari-hari dapat menyebabkan keguguran.
Sebenarnya, sebagian besar keguguran berada di luar kendali Bunda dan terjadi karena janin berhenti tumbuh. Misalnya saja karena kelainan kromosom pada janin. Meski begitu, beberapa kebiasaan sehari-hari serta paparan tertentu dapat meningkatkan risiko keguguran.
Mengenal keguguran
Keguguran adalah kehilangan kehamilan secara spontan sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Melansir Cleveland Clinic, sebagian besar keguguran terjadi pada trimester pertama kehamilan.
Banyak kasus keguguran terjadi akibat kelainan kromosom yang membuat janin tidak dapat berkembang dengan baik. Umumnya keguguran bukan disebabkan kesalahan atau aktivitas tertentu yang dilakukan ibu hamil.
Jenis keguguran
Keguguran dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan kondisi kehamilan dan gejala yang dialami.
1. Keguguran yang mengancam
Kondisi ini ditandai dengan perdarahan pada awal kehamilan, tetapi leher rahim (serviks) atau mulut rahim ibu hamil masih tertutup dan belum membesar. Kondisi tersebut membuat kehamilan masih dapat berlanjut tanpa adanya masalah.
2. Keguguran tak terhindari
Keguguran ini terjadi ketika ibu hamil mengalami perdarahan dan kram. Selain itu, disertai pembukaan serviks sehingga keguguran sulit dicegah.
3. Keguguran tidak tuntas
Dalam kasus ini, beberapa jaringan dari bayi atau plasenta akan keluar dari tubuh ibu hamil. Akan tetapi, kondisi ini membuat beberapa bagian lainnya tetap bertahan di dalam rahim.
4. Keguguran total
Ketika terjadi keguguran, seluruh jaringan kehamilan yang ada di dalam rahim akan keluar dari tubuh. Jenis keguguran ini biasanya terjadi sebelum minggu ke-12 kehamilan.
5. Keguguran tertunda
Jenis keguguran ini terjadi saat embrio mati atau tidak pernah terbentuk. Namun, jaringannya akan tetap bertahan di dalam rahim dan keluar di waktu tertentu.
6. Keguguran berulang
Ibu hamil mengalami keguguran hingga berulang kali, bahkan hingga tiga kali atau lebih secara berturut-turut selama trimester pertama. Jenis keguguran ini hanya memengaruhi sekitar 1 persen pasangan yang mencoba memiliki bayi.
6 Kegiatan & kebiasaan sehari-hari yang bisa menyebabkan keguguran
Sebagian besar kebiasaan ibu hamil bukan menjadi penyebab langsung keguguran. Namun, penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran sehingga ibu hamil sebaiknya menghindarinya.
Kebiasaan ini tidak selalu menyebabkan keguguran secara langsung. Berikut beberapa kegiatan dan kebiasaan yang perlu diwaspadai selama kehamilan
1. Merokok selama kehamilan
Melansir Tommy's, merokok menjadi salah satu faktor gaya hidup yang paling sering dikaitkan dengan peningkatan risiko keguguran. Kandungan nikotin, karbon monoksida, dan berbagai zat beracun lainnya dapat mengganggu suplai oksigen serta nutrisi ke janin.
Sebuah meta-analisis yang dipublikasikan dalam jurnal Human Reproduction Update menemukan bahwa ibu hamil yang merokok lebih berisiko mengalami keguguran dibandingkan yang tidak merokok. Menghentikan kebiasaan merokok dapat membantu menurunkan risiko komplikasi kehamilan, termasuk keguguran.
2. Mengonsumsi alkohol saat hamil
Mengonsumsi minuman beralkohol selama kehamilan juga dapat meningkatkan risiko keguguran. Semakin banyak alkohol yang dikonsumsi, semakin besar pula potensi dampaknya terhadap perkembangan janin.
Menurut pakar dari Tommy's, tidak ada batas konsumsi alkohol yang benar-benar aman selama kehamilan. Karena itu, ibu hamil sebaiknya menghindari mengonsumsi alkohol.
3. Menggunakan narkoba atau zat terlarang
Penggunaan zat terlarang seperti kokain, ganja, atau metamfetamin selama kehamilan dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi, termasuk keguguran.
Zat-zat ini dapat mengganggu perkembangan janin serta memengaruhi aliran darah ke plasenta, yang berperan penting dalam menyalurkan oksigen dan nutrisi kepada bayi.
4. Mengonsumsi kafein secara berlebihan
Ibu hamil masih diperbolehkan mengonsumsi kopi dalam jumlah tertentu. Namun, konsumsi kafein dalam jumlah tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko keguguran.
Menurut panduan dari NHS dan Tommy's, ibu hamil disarankan membatasi asupan kafein hingga maksimal 200 mg per hari atau setara sekitar dua cangkir kopi instan.
Namun jangan lupa Bunda, kafein tidak hanya terdapat pada kopi. Tetapi juga ada di teh, minuman energi, coklat, dan beberapa jenis minuman ringan.
5. Mengonsumsi obat tertentu tanpa pengawasan dokter
Beberapa obat dapat meningkatkan risiko keguguran jika digunakan selama kehamilan tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Tommy's menyebutkan beberapa obat yang perlu mendapat perhatian khusus, seperti misoprostol, methotrexate, retinoid untuk jerawat, serta beberapa jenis obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).
Bunda sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat apa pun selama kehamilan.
6. Mengonsumsi makanan yang berisiko menyebabkan keracunan makanan
Makanan yang dimaksud seperti yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit tertentu. Makanan tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi yang berdampak pada kehamilan.
Contohnya adalah infeksi listeria dan toksoplasmosis yang dapat berasal dari makanan mentah, daging yang tidak matang sempurna, atau produk susu yang tidak dipasteurisasi.
Menurut NHS Inform, keracunan makanan dapat meningkatkan risiko keguguran baik pada awal maupun akhir kehamilan. Karena itu, ibu hamil perlu lebih memperhatikan keamanan makanan yang dikonsumsi.
Tanda-tanda keguguran
Tanda atau keguguran pada setiap ibu hamil dapat berbeda-beda. Namun, beberapa tanda yang paling umum meliputi:
- Perdarahan atau bercak dari vagina.
- Kram atau nyeri perut.
- Nyeri punggung bagian bawah.
- Keluarnya jaringan atau gumpalan dari vagina.
- Berkurangnya gejala kehamilan, seperti mual atau nyeri payudara.
Namun, Bunda perlu memperhatikan bahwa tidak semua perdarahan saat hamil menandakan keguguran. Karena itu, Bunda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala-gejala tersebut.
Cara pemeriksaan keguguran yang perlu diketahui
Dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan diagnosis keguguran.
1. Pemeriksaan USG
Pemeriksaan USG untuk melihat perkembangan janin, kantung kehamilan, serta mendeteksi adanya denyut jantung janin.
2. Tes darah hCG
Pemeriksaan kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG) dapat membantu menilai perkembangan kehamilan.
3. Pemeriksaan panggul
Dokter dapat melakukan pemeriksaan panggul untuk menilai kondisi serviks dan mencari kemungkinan penyebab perdarahan.
4. Pemeriksaan lanjutan jika diperlukan
Pada kasus keguguran berulang, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan genetik, evaluasi hormon, atau pemeriksaan struktur rahim untuk mencari faktor yang mendasarinya.
Beberapa kebiasaan dan kegiatan sehari-hari ibu hamil dapat meningkatkan risiko keguguran, namun sebagian besar kasus keguguran terjadi akibat faktor biologis yang tidak dapat dicegah.
Karena itu, Bunda tidak perlu menyalahkan diri sendiri jika mengalami keguguran. Fokuslah pada menjaga kesehatan selama kehamilan dan rutin berkonsultasi ke dokter.
Semoga Bunda dan calon bayi selalu diberi kesehatan, kekuatan, dan kebahagiaan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
En Caul, Fenomena Bayi Lahir Masih Terbungkus Kantung Ketuban
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Kekhawatiran Umum Seorang Ibu Saat Hamil Muda
5 Penyebab Keguguran yang Paling Sering Terjadi, Bunda Perlu Tahu
5 Buah yang Sebaiknya Dihindari Selama Kehamilan, Bisa Picu Keguguran
Dear Bumil, Yuk Kenali Missed Abortion
TERPOPULER
Deretan Kalimat Orang Tua yang Ternyata Menyakitkan bagi Anak
3 Gejala Prediabetes pada Perempuan yang Sering Diabaikan, Waspadai Sebelum Jadi Diabetes
Kenali Gejala Awal Kanker yang Terlihat dari Feses
7 Ciri Kepribadian Orang Tidak Percaya Diri, Termasuk Susah Menerima Pujian
Adakah Tes Calistung untuk Masuk SD 2026/2027? SImak Faktanya!
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lampu LED Emergency, Cadangan saat Kena Pemadaman Listrik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Label Nama Buku Aesthetic untuk Buku Pelajaran Anak
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Bantal Menyusui Multifungsi Terbaik yang Bagus & Nyaman untuk Ibu & Bayi
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
9 Bumbu Masak Instan untuk Masakan Enak dan Praktis
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Pashmina Viscose yang Bagus, Adem, dan Nyaman Dipakai Seharian
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Apakah Perempuan Menopause masih Bisa Hamil? Simak Faktanya
Adakah Tes Calistung untuk Masuk SD 2026/2027? SImak Faktanya!
3 Gejala Prediabetes pada Perempuan yang Sering Diabaikan, Waspadai Sebelum Jadi Diabetes
Kenali Gejala Awal Kanker yang Terlihat dari Feses
7 Ciri Kepribadian Orang Tidak Percaya Diri, Termasuk Susah Menerima Pujian
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Doa Awal dan Akhir Tahun Hijriah Lengkap Beserta Arti dan Keutamaannya
-
Beautynesia
5 Zodiak Paling Cuek dan Tenang di Semua Situasi
-
Female Daily
Dari Pengajian sampai Midodareni, Bongkar Makeup Look Jennifer Coppen!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Video: Bedah Kolaborasi Brand Fashion di Piala Dunia 2026
-
Mommies Daily
8 Baking Class dan Cooking Class Anak yang Seru untuk Liburan Sekolah