HaiBunda

KEHAMILAN

Ibu Hamil Lebih Rentan Kekurangan Yodium, Kenali Bahayanya untuk Anak saat Dewasa

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Selasa, 23 Jun 2026 11:10 WIB
Ibu Hamil Lebih Rentan Kekurangan Yodium, Kenali Bahaya dan Gejalanya Bun/ Foto: Getty Images/iStockphoto/chanakon laorob
Jakarta -

Yodium merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan selama hamil, Bunda. Sayangnya, kekurangan yodium masih menjadi masalah kesehatan yang perlu diwaspadai pada ibu hamil.

Perlu diketahui, yodium merupakan zat kimia yang digunakan tubuh untuk pembentukan hormon tiroid. Hormon ini sangat penting untuk fungsi tiroid, metabolisme, dan perkembangan otak janin.

Sumber yodium sebenarnya bisa ditemukan di dalam makanan sehari-hari, seperti di produk susu, ikan, daging, dan garam dapur. Namun, kebutuhan yodium yang meningkat selama kehamilan membuat ibu hamil lebih rentan mengalami defisiensi bila asupannya tidak tercukupi.


Kekurangan yodium dapat disebabkan beberapa faktor. Salah satunya adalah semakin banyaknya orang beralih ke pola makan vegan, di mana mereka tidak mengonsumsi makanan mengandung yodium. Selain itu, perubahan dalam proses pembuatan makanan juga dapat meningkatkan jumlah perempuan yang berisiko mengalami kekurangan nutrisi ini, Bunda.

Dokter dari Mercy Medical Center di Baltimore, dr. Jonathan Rich, mengatakan bahwa kondisi kekurangan yodium sangat jarang terjadi. Namun, tak menutup kemungkinan ibu hamil mengalami masalah ini hingga memengaruhi kondisi tubuhnya.

"Pada ibu hamil, kebutuhan tiroid mereka meningkat. Tiroid menghasilkan energi untuk tubuh, sehingga saat hamil, perempuan membutuhkan lebih banyak hormon tiroid. Jika membutuhkan lebih banyak hormon, maka seseorang membutuhkan lebih banyak yodium, yang merupakan bahan pembangun hormon tiroid," kata Rich, dilansir laman WbalTV.

Studi yang diterbitkan di jurnal Paediatric and Perinatal Epidemiology tahun 2012 mengungkap bahwa kekurangan yodium ringan pada ibu hamil dapat menyebabkan disfungsi tiroid. Namun, studi ini belum memastikan dampaknya pada fungsi kognitif dan neurologis bayi.

Sementara dalam jurnal Nutrients tahun 2025, dijelaskan bahwa asupan yodium ibu hamil yang tidak memadai dapat mengurangi sintesis tiroksin, mengganggu perkembangan otak janin, dan menyebabkan defisit jangka panjang dalam fungsi kognitif sepanjang masa kanak-kanak dan dewasa.

"Dampak kekurangan yodium pada perkembangan kognitif anak telah terbukti dengan baik dalam konteks kekurangan yang parah. Namun, semakin banyak bukti menunjukkan bahwa bahkan kekurangan yodium ringan hingga sedang selama kehamilan dan menyusui dapat berdampak buruk pada hasil perkembangan saraf pada anak," demikian hasil kesimpulan studi.

Kekurangan yodium dapat menyebabkan banyak komplikasi, terutama selama kehamilan. Berikut komplikasinya, seperti melansir dari laman Cleveland Clinic:

  • Keguguran
  • Kelahiran mati (stillbirth)
  • Cacat lahir
  • Pertumbuhan janin terhambat
  • Disabilitas intelektual

Dalam kasus yang jarang terjadi, kekurangan yodium selama kehamilan dapat menyebabkan kerusakan otak parah yang disebut kretinisme atau sindrom kekurangan yodium bawaan. Bayi yang lahir dengan kondisi ini mengalami komplikasi serius, seperti keterlambatan fisik dan mental, tuli dan tidak dapat berbicara, kekakuan otot yang parah, hingga bertubuh pendek.

Gejala kekurangan yodium

Seseorang yang kekurangan yodium umumnya menunjukkan gejala yang mirip dengan beberapa kondisi medis. Berikut gejala-gejalanya:

  • Mudah lelah
  • Penambahan berat badan
  • Sensitivitas terhadap dingin
  • Kulit kering
  • Pembengkakan leher
  • Rambut kasar dan menipis
  • Suara serak

Penanganan kekurangan yodium

Kekurangan yodium umumnya dapat didiagnosis secara visual, yakni dengan melihat adanya kelenjar tiroid yang membesar atau gondok. Bunda juga dapat melakukan tes pencitraan, seperti USG tiroid untuk mengukur kelenjar tiroid dan tes darah tiroid.

Kekurangan yodium dapat diobati dengan pemberian suplemen yodium, Bunda. Dokter juga dapat merekomendasikan suplemen hormon tiroid untuk pengobatan.

Jika bayi lahir dengan kekurangan yodium, maka kondisi tersebut dapat diobati dengan pemberian suplemen hormon tiroid. Pemberian suplemen akan bergantung pada tingkat keparahan kondisi.

Demikian serba-serbi dampak kekurangan yodium saat hamil, serta pengobatannya. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ibu Hamil Wajib Tahu, Ini 7 Tanda Tidak Dianjurkan Puasa

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Dukungan Gigi Hadid saat Tahu Anne Hathaway Hamil Anak Ketiga

Kehamilan Amrikh Palupi

Mengenal Tanaman Pecut Kuda dan Manfaat di Baliknya

Mom's Life Arina Yulistara

Gaji Rp8 Juta Masuk Berpenghasilan Rendah, Ini Keuntungannya Menyangkut Soal Rumah

Mom's Life Amira Salsabila

Cara Jepang Cetak Bintang Sepak Bola Dunia Sejak Usia Anak-anak

Parenting Azhar Hanifah

7 Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kalimat yang Diucapkan saat Ngobrol

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kalimat yang Diucapkan saat Ngobrol

Dukungan Gigi Hadid saat Tahu Anne Hathaway Hamil Anak Ketiga

Cara Jepang Cetak Bintang Sepak Bola Dunia Sejak Usia Anak-anak

Mengenal Tanaman Pecut Kuda dan Manfaat di Baliknya

Gaji Rp8 Juta Masuk Berpenghasilan Rendah, Ini Keuntungannya Menyangkut Soal Rumah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK