HaiBunda

KEHAMILAN

Kebiasaan Bungkuk saat Bekerja di Awal Kehamilan Tingkatkan Risiko Keguguran, Ini Kata Studi

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Jumat, 26 Jun 2026 11:00 WIB
Ilustrasi Ibu Hamil Membungkuk saat Bekerja/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Mariia Vitkovska
Jakarta -

Tahukah Bunda, kebiasaan membungkuk saat hamil ternyata bisa meningkatkan risiko keguguran lho. Studi terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan sering membungkuk saat bekerja, terutama di awal kehamilan, dikaitkan dengan risiko keguguran.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Occupational and Environmental Medicine ini menganalisis 803.829 kehamilan di antara 475.312 perempuan antara tahun 2004 dan 2018. Para peneliti dari Bispebjerg Hospital di Copenhagen dan University of Copenhagen di Denmark menggunakan model paparan pekerjaan khusus selama kehamilan yang telah disempurnakan.

Mereka lalu menggabungkan pembacaan pelacak aktivitas dan evaluasi ahli tentang waktu yang dihabiskan untuk berdiri, berjalan, dan membungkuk ke depan pada sudut 30 derajat atau lebih. Analisis data menunjukkan bahwa membungkuk ke depan, berjalan, dan berdiri, dikaitkan dengan risiko keguguran yang lebih tinggi.


Setiap jam tambahan membungkuk ke depan, terutama pada sudut 30 derajat, dikaitkan dengan peningkatan risiko keguguran sebesar 36 persen. Sementara itu, satu jam tambahan berjalan atau berdiri dikaitkan dengan peningkatan risiko masing-masing sebesar 18 persen dan 3 persen.

Studi observasional memang menemukan kaitan antara kebiasaan membungkuk dengan keguguran. Namun, hasilnya tidak dapat ditarik kesimpulan terkait sebab dan akibat. Selain itu, ada juga keterbatasan lain, termasuk fakta bahwa tidak ada data individual tentang merokok selama kehamilan. Oleh karena itu, studi lebih lanjut tetap perlu dilakukan.

"Meskipun mekanismenya belum sepenuhnya dipahami, paparan kerja ini dapat memengaruhi perfusi (sirkulasi darah dan cairan) plasenta atau regulasi hormonal dengan cara yang dapat meningkatkan risiko keguguran," kata tim peneliti, dilansir The Guardian.

Profesor dari City St George's, University of London, Asma Khalil, mengatakan bahwa temuan ini tidak boleh disalahartikan. Menurutnya, gerakan yang biasa pada awal kehamilan tidak boleh selalu dianggap tidak aman.

"Ini adalah studi kohort berbasis registrasi nasional yang besar dan dilakukan dengan baik menggunakan data di Denmark dari lebih dari 800.000 kehamilan. Kekuatan utamanya adalah penggunaan matriks paparan pekerjaan spesifik kehamilan untuk memperkirakan aktivitas berdiri, berjalan, dan membungkuk ke depan di tempat kerja, yang mengurangi bias ingatan dibandingkan dengan paparan yang dilaporkan sendiri," ungkapnya.

"Temuan utama adalah bahwa membungkuk ke depan saat bekerja dikaitkan dengan peningkatan risiko keguguran, dengan pola respons dosis yang lebih konsisten daripada yang terlihat pada posisi berdiri atau berjalan. Namun, ini adalah studi observasional, sehingga tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat."

Khalil menambahkan, studi ini memiliki beberapa keterbatasan. Beberapa di antaranya adalah ketidakmampuan untuk menyesuaikan faktor pengangkatan beban dan potensi bias dari paparan pekerjaan lain, seperti kerja shift atau paparan bahan kimia.

"Meskipun penelitian ini memunculkan hipotesis menarik mengenai postur kerja dan risiko keguguran, temuan perlu direplikasi dan dikonfirmasi pada populasi lain sebelum dapat diterjemahkan menjadi panduan tempat kerja yang tepat," katanya.

Hal yang perlu diketahui dari kebiasaan membungkuk saat hamil

Sebenarnya tidak ada larangan untuk membungkuk selama hamil, Bunda. Namun, pendapat ahli dari The US National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) menyarankan untuk membungkuk dengan cara yang benar, yakni membungkuk di sendi pinggul bukan di tulang belakang.

Menurut NIOSH, keselamatan membungkuk selama kehamilan dapat bergantung pada beberapa faktor, seperti kesehatan ibu hamil, aktivitas fisik umum, dan tahap kehamilan. Jika ditelisik pada usia kehamilan, berikut penjelasan lengkapnya seperti melansir dari Mom Junction:

  • Pada trimester pertama, ibu hamil bisa membungkuk tanpa ada benturan pada janin yang ukurannya masih cukup kecil. Namun, jika terjadi komplikasi pada kehamilan, maka dokter mungkin akan meminta Bunda untuk tidak terlalu sering membungkuk.
  • Membungkuk mungkin juga tidak menjadi masalah pada trimester kedua. Namun, gerakan ini mungkin menyebabkan beberapa ketidaknyamanan.
  • Pada trimester ketiga, baby bump yang sudah besar dapat menyebabkan pergeseran pusat gravitasi yang mengakibatkan Bunda mungkin kehilangan keseimbangan saat membungkuk.

Demikian penjelasan terkait temuan studi yang mengaitkan kebiasaan membungkuk saat hamil dengan risiko keguguran. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Risiko Keguguran Bisa Turun dari Keluarga? Ini Faktanya, Bun

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Larissa Chou Gugat Cerai Ikram Rosadi, Sebut Bukan Keputusan Mudah tapi Tepat untuknya

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Bukan "Selamat Ya!", Ternyata Ini Ucapan yang Diharapkan Banyak Ibu saat Tahu Dirinya Hamil

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Kenalin Bun, Sosok Perempuan Indonesia Pertama di Balik Kemudi Bus Jepang

Mom's Life Amira Salsabila

Diskon Tiket Kereta dan Pesawat Saat Libur Sekolah 2026, Cek Info Lengkapnya!

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Manfaat Jus Tomat untuk Kesehatan, Kaya Nutrisi hingga Bantu Turunkan Kolesterol

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cara Mengenali Orang Pemilik IQ Tinggi dari Trik Psikologis yang Digunakan Sehari-hari

Bukan "Selamat Ya!", Ternyata Ini Ucapan yang Diharapkan Banyak Ibu saat Tahu Dirinya Hamil

Diskon Tiket Kereta dan Pesawat Saat Libur Sekolah 2026, Cek Info Lengkapnya!

7 Manfaat Jus Tomat untuk Kesehatan, Kaya Nutrisi hingga Bantu Turunkan Kolesterol

Kenalin Bun, Sosok Perempuan Indonesia Pertama di Balik Kemudi Bus Jepang

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK