HaiBunda

KEHAMILAN

Sejarah Operasi Caesar dalam Persalinan: Ternyata Pertama Kali Bukan Dilakukan Dokter

Amrikh Palupi   |   HaiBunda

Sabtu, 27 Jun 2026 16:10 WIB
Sejarah Operasi Caesar dalam Persalinan: Ternyata Pertama Kali Bukan Dilakukan Dokter/Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Sejarah operasi caesar merupakan salah satu kisah paling menarik dalam dunia kedokteran. Meski saat ini operasi caesar menjadi prosedur medis yang umum dilakukan untuk membantu persalinan, sejarahnya ternyata sangat panjang dan penuh kontroversi. 

Yang mengejutkan, catatan pertama operasi caesar yang berhasil pada perempuan hidup bukan dilakukan oleh dokter, melainkan oleh seorang peternak babi di Swiss pada abad ke-16. Simak yuk sejarah operasi caesar.

Mengenal prosedur operasi caesar

Sebelum membahas sejarah operasi caesar, Bunda perlu tahu apa itu operasi caesar. Operasi caesar atau caesarean section adalah prosedur persalinan melalui sayatan pada dinding perut dan rahim ibu untuk mengeluarkan bayi. Saat ini tindakan tersebut dilakukan untuk berbagai indikasi medis maupun atas pilihan ibu setelah berkonsultasi dengan dokter.


Namun, berabad-abad lalu operasi ini memiliki tujuan yang sangat berbeda. Pada masa kuno, operasi caesar umumnya dilakukan ketika ibu sudah meninggal atau diperkirakan tidak dapat diselamatkan. Tujuannya adalah menyelamatkan bayi atau memenuhi aturan keagamaan dan pemakaman yang berlaku saat itu.

Asal usul operasi caesar

Mengutip laman Egojournal, banyak orang percaya bahwa nama 'caesar' berasal dari kisah kelahiran pemimpin Romawi, Julius Caesar dari ibunya, Aurelia Cotta, pada tanggal 12 atau 13 Juli tahun 100 SM. 

Rujukan paling awal mengenai kisah ini ditemukan dalam Historia Naturalis (Sejarah Alam), Buku VII, Bab IX, karya Pliny the Elder. Dalam tulisannya, Pliny menyebut bahwa Julius Caesar merupakan anggota pertama keluarga Caesar yang konon lahir melalui pembedahan rahim ibunya.

Namun, penting untuk diingat bahwa tujuh generasi sebelumnya, pada abad ke-3 SM, telah ada anggota keluarga pertama yang menggunakan julukan (cognomen) Caesar, yaitu Numerius Julius Caesar. Sejarawan Romawi yang hidup setelah Pliny kemudian keliru mengaitkan cara kelahiran tersebut langsung kepada Julius Caesar. Pada Abad Pertengahan, keyakinan ini menyebar luas melalui berbagai tulisan dan manuskrip, termasuk dalam karya Etymologiae yang ditulis oleh Isidore of Seville.

Meski demikian, teori bahwa Julius Caesar lahir melalui operasi caesar dianggap sangat tidak masuk akal oleh para sejarawan modern. Pada masa itu, kemungkinan seorang ibu dapat bertahan hidup setelah menjalani operasi semacam itu sangat kecil.

Menurut sejumlah penulis lainnya, istilah caesarean section justru berasal dari kata Latin secare, yang berarti 'memotong'. Salah satu contoh penggunaan istilah ini dapat ditemukan dalam karya imam Yesuit asal Prancis, Théophile Raynaud, berjudul De ortu infantium contra naturam, per sectionem Caesaream (Tentang Kelahiran Bayi yang Tidak Alami melalui Operasi Caesar), yang diterbitkan pada tahun 1637.

Dengan demikian, asal-usul istilah operasi caesar masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan dan ahli bahasa. Sebagian mengaitkannya dengan Lex Caesarea, hukum Romawi kuno yang mengatur pengeluaran janin dari ibu yang meninggal, sementara yang lain menelusurinya pada kata Latin caedere atau secare yang sama-sama bermakna 'memotong'. Namun, hampir semua ahli sepakat bahwa nama tersebut tidak berasal dari kelahiran Gaius Julius Caesar, sebagaimana yang sering dipercaya masyarakat umum.

Bukan dokter, kisah Jacob Nufer: Operasi caesar pertama yang berhasil

Mengutip laman News-medical, kasus pertama yang tercatat mengenai ibu yang berhasil selamat setelah menjalani operasi caesar terjadi pada tahun 1500-an di Siegersausen, Swiss. 

Bukan dokter pertama kali operasi caesar yang berhasil dilakukan dan ibu serta bayinya selamat oleh seorang penjagal babi bernama Jacob Nufer.  Dalam sejarah dikisahkan Jacob Nufer melakukan operasi tersebut pada istrinya Elizabeth setelah proses persalinan yang ditangani oleh 13 bidan tidak mengalami kemajuan.

Dalam keputusasaan, Jacob Nufer meminta izin kepada otoritas setempat untuk melakukan pembedahan sendiri. Menggunakan alat yang biasa dipakai untuk pekerjaannya, Nufer melakukan sayatan pada perut istrinya. Menakjubkan, baik ibu maupun bayi berhasil selamat. Bahkan, Elizabeth kemudian melahirkan lima anak lagi secara normal melalui persalinan pervaginam. Kisah ini dicatat pada tahun 1582 oleh dokter Swiss bernama Gaspard Bauhin.

Mengutip laman Digpodcast, dalam pekerjaannya sebagai penggembala babi, Jacob Nufer telah melakukan tak terhitung banyaknya operasi pada alat kelamin babi yang dipeliharanya. Ia adalah seorang ahli kastrasi hewan. Jacob yakin bahwa ia dapat mengeluarkan bayinya melalui operasi perut sehingga baik istrinya maupun sang bayi dapat selamat.

Pada masa itu, belum pernah ada catatan keberhasilan tindakan seperti ini. Sebagian besar orang yang mengetahui rencananya mungkin menganggap Jacob sedang bersiap membunuh istrinya sendiri dan bahwa bayinya kemungkinan sudah meninggal di dalam kandungan. Sangat sedikit orang yang percaya bahwa ia akan berhasil. Namun, Jacob Nufer berada dalam keadaan putus asa. Dan benar saja Jacob Nufer berhasil melakukan operasi caesar pada istrinya dan anak mereka lahir dengan selamat.

Meski sebagian sejarawan masih memperdebatkan keakuratan kisah tersebut, cerita Jacob Nufer tetap dianggap sebagai catatan paling terkenal mengenai operasi caesar yang berhasil pada ibu hidup sebelum era modern.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

En Caul, Fenomena Bayi Lahir Masih Terbungkus Kantung Ketuban

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cerita Sinta 'Keong Racun' Sempat Ikut Suami Tinggal di Prancis, Kini LDR dan Pilih Jadi Desainer

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Cara Turun 40 Kg Tanpa Diet Ribet dengan Menu yang Itu-itu Saja Tiap Hari

Mom's Life Arina Yulistara

El Nino "Godzilla" Diprediksi Pengaruhi Cuaca di Indonesia, Waspadai Risiko DBD saat Musim Kemarau

Mom's Life Annisa Karnesyia

Kenali Materi MPLS SD, SMP, SMA 2026 Sesuai Kemendikdasmen

Parenting Kinan

7 Kebiasaan Sehari-hari yang Menandakan Seseorang Memiliki EQ Rendah

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Kaki Bengkak saat Hamil 9 Bulan, Apakah Tanda Mau Melahirkan?

Cara Turun 40 Kg Tanpa Diet Ribet dengan Menu yang Itu-itu Saja Tiap Hari

El Nino "Godzilla" Diprediksi Pengaruhi Cuaca di Indonesia, Waspadai Risiko DBD saat Musim Kemarau

Cerita Sinta 'Keong Racun' Sempat Ikut Suami Tinggal di Prancis, Kini LDR dan Pilih Jadi Desainer

Kenali Materi MPLS SD, SMP, SMA 2026 Sesuai Kemendikdasmen

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK