HaiBunda

KEHAMILAN

Libur Telah Tiba, Simak Tips Bawa Anak Balita Berlibur saat Bunda Tengah Hamil

Melly Febrida   |   HaiBunda

Selasa, 30 Jun 2026 13:31 WIB
Libur Telah Tiba, Simak Tips Bawa Anak Balita Berlibur saat Bunda Tengah Hamil/Foto: Getty Images/GOLFX
Jakarta -

Liburan sekolah telah tiba. Bunda sudah punya rencana berlibur bersama keluarga? Momen ini memang menjadi waktu yang dinantikan untuk quality time. Namun, untuk Bunda yang sedang hamil dan memiliki anak balita, perjalanan liburan membutuhkan persiapan ekstra.

Tak hanya harus menjaga kondisi kehamilan, tapi Bunda juga harus mengurus anak yang sedang aktif-aktifnya. Tak heran jika sebagian besar ibu merasa khawatir apakah berlibur saat hamil bersama balita bisa berjalan nyaman dan aman.

Amankah berlibur saat hamil bersama balita?

Perempuan yang sedang hamil sehat umumnya dapat bepergian selama mendapat izin dari dokter kandungan. Bahkan menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), pada trimester kedua atau usia kehamilan 14 hingga 28 minggu sering dianggap sebagai waktu paling nyaman untuk bepergian. 


Ini karena pada periode tersebut biasanya rasa mual sudah mulai berkurang dan energi tubuh cenderung lebih baik dibanding trimester pertama maupun trimester ketiga.  Bunda juga berisiko terendah mengalami keguguran spontan atau persalinan prematur. 

Melansir Johns Hopkins Medicine, pada trimester ketiga (28–40 minggu), banyak dokter dan bidan menyarankan ibu hamil tetap berada dalam radius sekitar 300 mil dari rumah. Ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan komplikasi, seperti tekanan darah tinggi, flebitis, hingga persalinan prematur.

Umumnya, ibu hamil tidak diperbolehkan bepergian dengan pesawat setelah 36 minggu untuk perjalanan domestik, dan setelah 28 hingga 35 minggu untuk perjalanan internasional. Keputusan untuk bepergian dan seberapa jauh bepergian selama kehamilan sebaiknya diambil bersama-sama dengan Anda dan penyedia layanan kesehatan Anda.

Namun, kondisi setiap kehamilan berbeda-beda. Karena itu, Bunda tetap disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum merencanakan perjalanan. Terutama jika Bunda memiliki riwayat komplikasi kehamilan.

Mengapa berlibur dengan balita saat hamil bisa terasa lebih melelahkan?

Bepergian selama kehamilan itu hal yang normal, dan banyak perempuan yang melakukannya. Namun, saat hamil tubuh Bunda mengalami berbagai perubahan fisik yang dapat meningkatkan rasa lelah. Belum lagi Bunda harus mengurus balita yang juga membutuhkan energi yang tidak sedikit.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di BMC Pregnancy and Childbirth menemukan bahwa kualitas tidur ibu hamil cenderung menurun seiring bertambahnya usia kehamilan. Waktu tidur menjadi lebih singkat, lebih sulit untuk mulai tidur, dan gangguan tidur lebih sering terjadi sehingga dapat meningkatkan rasa lelah.

Karena itu, perjalanan jauh sambil mengurus balita berpotensi membuat ibu hamil merasa lebih cepat lelah.

Tips membawa anak balita berlibur saat hamil

Liburan sebaiknya memberikan kebahagiaan untuk seluruh anggota keluarga. Saat Bunda sedang hamil tetap berlibur dengan anak yang masih balita, ada beberapa tips agar perjalanan terasa lebih nyaman yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Jika memungkinkan, ajak pendamping

Jika Bunda bisa mengajak orang dewasa lain untuk bepergian bersama maka lakukanlah. Salah satu tantangan terbesar saat berlibur adalah mengurus balita sekaligus menjaga kondisi kehamilan. 

Berlibur bersama pasangan, anggota keluarga, atau orang dewasa lain tentu akan lebih mudah karena mereka dapat membantu mengawasi anak yang masih balita. Dengan adanya pendamping, Bunda memiliki kesempatan untuk beristirahat ketika tubuh mulai terasa lelah.

2. Pilih destinasi yang ramah anak dan ramah ibu hamil

Tempat wisata biasanya lebih ramai saat musim liburan. Usahakan Bunda menghindari jadwal perjalanan yang terlalu padat atau mengharuskan banyak berjalan kaki.  

Pilih lokasi wisata yang menyediakan area istirahat, toilet yang mudah dijangkau, serta fasilitas yang nyaman untuk anak-anak.

Liburan juga tidak harus selalu padat aktivitas. Terkadang, menikmati waktu santai bersama keluarga menjadi pengalaman yang paling berkesan.

3. Kurangi barang bawaan yang tidak diperlukan

Minimalkan bagasi, dan khususnya tas jinjing. Semakin sedikit yang harus Bunda urus dan awasi maka Bunda semakin mudah fokus pada anak dan semakin baik untuk punggung.

Semakin banyak barang bawaan, Bunda mengeluarkan tenaga yang semakin besar selama perjalanan.

Cobalah membawa perlengkapan yang benar-benar diperlukan dan gunakan koper atau tas yang mudah dipindahkan. Jika bepergian dengan pesawat, pertimbangkan untuk membawa stroller ringan agar balita dapat beristirahat ketika mulai lelah.

4. Siapkan banyak camilan sehat

Balita sering kali lebih cepat merasa lapar selama perjalanan. Karena itu maksimalkan camilan. Menyiapkan camilan sehat dapat membantu mencegah anak rewel saat menunggu di bandara, stasiun, atau selama perjalanan jauh.

Tak hanya untuk anak, Bunda juga perlu membawa camilan bergizi untuk menjaga energi dan membantu mengatasi rasa mual yang mungkin muncul selama perjalanan.

5. Sesuaikan jadwal perjalanan dengan rutinitas anak

Balita umumnya lebih mudah diajak bekerja sama ketika kebutuhan makan dan tidurnya terpenuhi. Jika memungkinkan, Bunda dapat memilih jadwal keberangkatan yang tidak terlalu dekat dengan waktu tidur siang atau waktu tidur malam anak.

Menjaga rutinitas tetap konsisten dapat membantu mengurangi risiko anak menjadi rewel selama liburan.

6. Jangan memaksakan diri

Banyak ibu hamil merasa harus tetap aktif selama liburan agar semua rencana berjalan sesuai jadwal. Padahal, ibu hamil juga penting mendengarkan sinyal tubuh.

Jika Bunda merasa lelah, pusing, atau muncul kontraksi, segera beristirahat dan kurangi aktivitas. Liburan yang menyenangkan bukanlah tentang mengunjungi sebanyak mungkin tempat, melainkan menikmati waktu berkualitas bersama keluarga.

7. Pastikan kebutuhan medis terpenuhi

Sebelum berangkat, Bunda penting untuk menyiapkan obat-obatan yang direkomendasikan dokter, vitamin kehamilan, serta dokumen kesehatan yang mungkin diperlukan selama perjalanan. Cari tahu juga lokasi fasilitas kesehatan terdekat di tempat tujuan sebagai langkah antisipasi jika terjadi keadaan darurat.

Liburan tetap bisa menyenangkan selama hamil

Berlibur saat hamil bersama balita memang membutuhkan persiapan lebih matang. Namun, Bunda tetap bisa menikmati momen berkualitas bersama keluarga dengan memilih destinasi yang tepat, menjaga kondisi tubuh, serta tidak memaksakan diri.

Yang terpenting, selalu konsultasikan rencana perjalanan dengan dokter kandungan, terutama jika Bunda memiliki kehamilan berisiko atau berencana bepergian jauh.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Hasil USG Laki-Laki, Lahirnya Perempuan? Ini Penjelasannya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cerita Shireen Sungkar Awal Tahu Putrinya Penyandang Autisme, Belajar Menerima & Ikhlas

Parenting Nadhifa Fitrina

11 Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi Lewat Cara Berbicara

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Tenor KPR hingga 40 Tahun, Bikin Harga Rumah Bisa Jadi 3 Kali Lipat

Mom's Life Amira Salsabila

25 Playground Terdekat di Jakarta Lengkap dari Terbesar, di Mall hingga Gratis

Parenting Azhar Hanifah

Bayi Menyusu Lama tapi Berat Tak Naik, Kenapa?

Menyusui Sandra Odilifia & Fauzan Julian Kurnia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Timnas Korsel Gagal di Piala Dunia 2026, Pemain hingga Istri Kiper yang Baru Melahirkan Kena Hujat

25 Playground Terdekat di Jakarta Lengkap dari Terbesar, di Mall hingga Gratis

Tenor KPR hingga 40 Tahun, Bikin Harga Rumah Bisa Jadi 3 Kali Lipat

Bayi Menyusu Lama tapi Berat Tak Naik, Kenapa?

11 Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi Lewat Cara Berbicara

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK