Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Mulut Rahim Menonjol Keluar, Kenali Penyebab & Cara Mengecek Peranakan Turun

Melly Febrida   |   HaiBunda

Jumat, 24 Jul 2026 21:35 WIB

unrecognizing woman with abdominal pain holds the anatomical model of uterus and ovaries with pathology. diseases uterus and ovaries, endometriosis, ovarian cysts
Mulut Rahim Menonjol Keluar, Kenali Penyebab & Cara Mengecek Peranakan Turun/Foto: Getty Images/iStockphoto/peakSTOCK
Daftar Isi
Jakarta -

Mulut rahim menonjol keluar bisa membuat sejumlah perempuan merasa cemas. Kondisi ini sering dikaitkan dengan peranakan turun atau prolaps organ panggul (POP), meski tidak selalu disebabkan oleh kondisi tersebut.

Lalu, apa sebenarnya penyebab mulut rahim keluar, bagaimana ciri-ciri peranakan turun, dan kapan perlu memeriksakan diri ke dokter?

Serviks atau leher rahim merupakan bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina. Posisi dan bentuk mulut rahim ini dapat berubah sesuai kondisi tubuh. Karena itu, penting untuk mengetahui seperti apa mulut rahim yang normal dan kapan perlu memeriksakan diri ke dokter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), prolaps organ panggul atau peranakan turun terjadi ketika otot dan jaringan penyangga dasar panggul melemah sehingga rahim atau organ panggul lainnya bergeser ke bawah.

Penyebab mulut rahim menonjol keluar

Ada beberapa penyebab mulut rahim menonjol keluar, antara lain:

1. Peranakan turun (prolaps uteri)

Peranakan turun paling sering menyebabkan mulut rahim menonjol keluar. Rahim bergeser ke bawah sehingga serviks tampak lebih rendah, bahkan dapat keluar melalui lubang vagina pada kasus yang berat.

2. Kehamilan

Mulut rahim menonjol keluar saat hamil dapat terjadi karena tekanan janin yang semakin besar pada dasar panggul. Namun, kondisi ini tidak selalu menandakan prolaps dan dokter tetap perlu mengevaluasinya, terutama jika disertai nyeri atau perdarahan.

3. Perubahan posisi serviks selama siklus haid

Menjelang menstruasi, serviks biasanya lebih rendah sehingga sebagian perempuan lebih mudah merabanya.

Cara mengatasi mulut rahim menonjol keluar

Menangani mulut rahim keluar itu tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Ada beberapa pilihan yang dapat Bunda lakukan yang dirangkum dari berbagai sumber, antara lain:

  • Melatih otot dasar panggul dengan senam Kegel.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Mengatasi sembelit agar tidak sering mengejan.
  • Menghindari mengangkat beban berat.
  • Menggunakan pessarium, yaitu alat penyangga yang dipasang di vagina atas anjuran dokter.
  • Operasi bila prolaps sudah berat atau mengganggu aktivitas sehari-hari.

Berdasarkan panduan ACOG, terapi dipilih berdasarkan usia pasien, tingkat prolaps, keinginan memiliki anak lagi, serta keluhan yang dirasakan.

Ciri-ciri peranakan turun

Gejala peranakan turun dapat muncul secara bertahap dan Bunda mungkin tak menyadarinya di awal-awal. Banyak perempuan tidak mengalami gejala apapun dan tidak tahu sedang mengalami peranakan turun. Dokter kandungan dan tenaga kesehatan lainnya dapat menemukan prolaps selama pemeriksaan fisik.

Jika peranakan turun ringan, terkadang tonjolan dapat dirasakan di dalam vagina. Namun jika sudah parah maka organ dapat keluar dari lubang vagina. Perempuan dengan peranakan turun dapat mengalami beberapa tanda ini:

  • Terasa ada benjolan di vagina.
  • Sensasi berat atau penuh di area panggul.
  • Nyeri pinggang bagian bawah.
  • Sulit menahan urine atau sering beser.
  • Sulit buang air besar.
  • Tidak nyaman saat berhubungan intim.
  • Pada kondisi berat, rahim atau serviks tampak keluar dari vagina.

Penyebab peranakan turun

Menurut ACOG, penyebab utama peranakan turun adalah kehamilan dan persalinan normal, yang dapat melemahkan otot-otot serta jaringan penyangga dasar panggul. Risiko juga meningkat seiring bertambahnya usia dan setelah menopause karena berkurangnya kekuatan jaringan penyangga.

POP dapat terjadi pada usia berapa pun, tetapi sebagian besar perempuan yang mengalami gejala tersebut mengalaminya setelah menopause.

Selain itu, kondisi yang terus-menerus meningkatkan tekanan di dalam perut juga dapat memicu prolaps organ panggul. Kondisi tersebut antara lain kelebihan berat badan atau obesitas, sembelit yang menyebabkan sering mengejan saat buang air besar, batuk kronis, serta kebiasaan mengangkat beban berat berulang kali.

Penelitian yang dipublikasikan dalam International Urogynecology Journal menunjukkan bahwa usia, persalinan pervaginam, obesitas, serta melemahnya jaringan ikat merupakan faktor risiko utama prolaps organ panggul.

Gejala yang menyertai peranakan turun

Bunda yang mengalami peranakan turun akan mengalami perubahan posisi serviks. Selain itu ada beberapa gejala lain yang dapat muncul meliputi:

  • Perdarahan ringan dari vagina.
  • Keputihan yang lebih banyak.
  • Sulit mengosongkan kandung kemih.
  • Sering mengalami infeksi saluran kemih.
  • Rasa tidak nyaman saat berjalan atau berdiri lama.

Banyak perempuan bertanya, apakah mulut rahim bisa diraba? Jawabannya, bisa. Sebagian perempuan dapat meraba dengan menggunakan jari yang bersih, terutama menjelang menstruasi ketika posisinya lebih rendah. Namun, jika serviks terasa sangat dekat dengan lubang vagina atau tampak keluar disertai keluhan lain, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Cara mengecek peranakan turun

Cara mengecek Peranakan turun yang paling akurat adalah melalui pemeriksaan dokter kandungan menggunakan pemeriksaan panggul (pelvic examination). Dokter kandungan atau tenaga kesehatan lainnya akan menanyakan riwayat medis dan melakukan pemeriksaan vagina serta rektum. 

Bunda mungkin diperiksa saat berbaring atau berdiri. Atau mungkin diminta untuk mengejan atau batuk selama pemeriksaan untuk melihat apakah mengalami kebocoran urine. Bunda kemungkinan juga diperiksa untuk melihat seberapa lengkap kandung kemih yang kosong.

Nah, Bunda juga dapat memperhatikan beberapa tanda awal di rumah, seperti:

  • Terasa ada benjolan di vagina saat berdiri.
  • Sensasi mengganjal yang membaik ketika berbaring.
  • Serviks terasa lebih rendah dibanding biasanya.
  • Sulit menahan urine atau buang air besar.

Dokter dapat menilai tingkat prolaps menggunakan sistem Pelvic Organ Prolapse Quantification (POP-Q) yang merupakan standar internasional untuk menentukan derajat prolaps. 

Jika Bunda menemukan mulut rahim menonjol keluar atau mencurigai adanya peranakan turun, jangan menunda pemeriksaan. Diagnosis dan penanganan sejak dini dapat membantu mencegah kondisi menjadi lebih berat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda