KEHAMILAN
Bukan Cuma Sel Telur, Studi Terbaru Ungkap Rahim Juga Mengalami Penuaan
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Kamis, 16 Jul 2026 21:35 WIBSeiring bertambahnya usia, kemampuan reproduksi perempuan mengalami penurunan. Selama ini, menurunnya faktor kesuburan perempuan terkait usia sering dikaitkan dengan penuaan sel telur.
Namun, studi terbaru mengungkap bahwa proses penuaan juga dapat terjadi pada rahim, Bunda. Studi yang diterbitkan di di Human Reproduction mengungkap bahwa rahim juga mengalami perubahan biologis yang dipengaruhi usia, bahkan menunjukkan perubahan yang semakin nyata saat perempuan memasuki masa menopause.
Menurut studi, perubahan terkait usia rahim ini dapat berkontribusi pada hasil kehamilan yang buruk, di mana perempuan berusia 49 tahun ke atas mengalami tingkat kelahiran hidup yang lebih rendah, dan risiko keguguran yang lebih tinggi meskipun menjalani perawatan donor.
Temuan dari studi baru-baru ini dipresentasikan di 42nd Annual Meeting of the European Society of Human Reproduction and Embryology (ESHRE). Studi ini cukup diperhitungkan mengingat hingga kini belum ada bukti klinis yang mengukur kontribusi penuaan rahim terhadap hasil kehamilan, Bunda.
Detail tentang studi penuaan pada rahim
Dalam studi, para peneliti dari IVIRMA Global Research Alliance di IVI Roma, Italia, menganalisis 2.760 transfer blastokista tunggal yang dilakukan pada 1.774 perempuan yang menjalani perawatan donor oosit antara Maret 2021 dan Desember 2024. Perawatan ini memungkinkan mereka untuk memeriksa kondisi rahim sambil mengendalikan efek penuaan sel telur.
Hasil kehamilan lalu dibandingkan di antara empat kelompok usia penerima (35-40, 41-45, 46-49 dan ≥49 tahun), dengan tingkat kelahiran hidup, tingkat keguguran, dan karakteristik endometrium dinilai menyesuaikan faktor-faktor yang berkaitan dengan embrio, ibu, dan ayah.
Analisis tersebut menemukan bahwa peluang keberhasilan reproduksi menurun pada perempuan usia 49 tahun, meski menggunakan sel telur donor. Tingkat kehamilan klinis turun dari 54 persen pada perempuan usia 35-40 tahun menjadi 42,6 persen pada perempuan usia 49 tahun ke atas.
Sementara itu, dibandingkan dengan perempuan berusia 35-40 tahun, mereka yang berusia 49 tahun ke atas memiliki peluang yang jauh lebih rendah untuk melahirkan bayi hidup dan peluang keguguran lebih tinggi dua kali lipat. Tingkat kelahiran hidup kumulatif juga menurun secara substansial seiring bertambahnya usia, dari 80,0 persen di antara perempuan berusia 35-40 tahun menjadi 62,5 persen di antara perempuan berusia di atas sama dengan 49 tahun yang mentransfer semua embrio yang tersedia.
Studi ini juga menemukan perubahan terkait usia pada lapisan rahim, yang dikenal sebagai endometrium. Meskipun ketebalan lapisan rahim tetap serupa di seluruh kelompok usia, proporsi perempuan dengan pola endometrium trilaminar menurun secara signifikan seiring bertambahnya usia. Endometrium trilaminar adalah pola tiga lapis pada lapisan rahim yang terlihat di USG, yang menandakan kondisi endometrium optimal untuk implantasi embrio.
"Selama bertahun-tahun, penuaan reproduksi terutama dipandang sebagai masalah ovarium, yang berarti bahwa jika perempuan mengganti sel telur yang lebih tua dengan sel telur donor, ia pada dasarnya 'mengatur ulang' jam reproduksi. Temuan kami menunjukkan bahwa gambaran sebenarnya lebih kompleks," kata penulis utama studi, Dr. Beatrice Crestani, dilansir laman Eurekalert.
"Penggunaan sel telur donor jelas mengatasi masalah kualitas sel telur, dan hasilnya tetap sangat baik bagi banyak perempuan bahkan hingga usia akhir empat puluhan. Namun, di atas usia 49 tahun, kami mengamati angka kelahiran hidup yang lebih rendah dan angka keguguran yang lebih tinggi meskipun menggunakan sel telur donor, yang menunjukkan bahwa perubahan terkait usia pada lingkungan rahim juga dapat memengaruhi keberhasilan reproduksi," sambungnya.
Para peneliti ke depannya berharap dapat lebih memahami mekanisme biologis yang mendasari penuaan rahim, termasuk peran potensial dari perubahan vaskular, imun, hormonal, dan molekuler. Studi di masa mendatang harus fokus pada identifikasi 'usia biologis rahim' dan mengeksplorasi cara untuk memprediksi, mencegah, atau berpotensi meningkatkan penurunan fungsi rahim yang berkaitan dengan usia.
"Dalam beberapa tahun terakhir, upaya penelitian yang semakin meningkat telah difokuskan pada pemahaman proses yang memungkinkan komunikasi antara embrio dan endometrium, yang menandai dimulainya implantasi," ungkap Ketua ESHRE, Profesor Borut Kovacic.
"Studi ini mengidentifikasi ambang batas usia yang terkait dengan awal hilangnya fungsi rahim. Meskipun ambang batas ini kemungkinan tidak absolut, hal ini memberikan informasi penting bagi pasien dan menawarkan dasar yang berharga untuk penelitian di masa mendatang yang bertujuan untuk mengidentifikasi biomarker baru penuaan rahim."
Demikian hasil studi terbaru yang mengungkap temuan terkait penuaan pada rahim perempuan yang dikaitkan dengan faktor usia. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Mulut Rahim Menonjol Keluar
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Ketahui Beragam Jenis Pemeriksaan Kesehatan Reproduksi Pria
Tren Baru Probiotik untuk Miss V: Ketahui Definisi, Manfaat, dan Risikonya
Adakah Efek Samping Minum Pil Kontrasespsi Darurat untuk Kesehatan Reproduksi Bunda?
Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan agar Bunda Cepat Hamil?
TERPOPULER
Ciri-Ciri Orang yang Suka Mencari Perhatian Tanpa Disadari dalam Kehidupan Sehari-hari
Kisah Rossa Adopsi Anak Perempuan, Yoyo Padi Bersedia Jadi Figur Ayah
Deretan Anak Artis Sekolah PJJ Imbas Erupsi Anak Krakatau
Resep Soto Ayam Bening yang Lezat, Nikmat Disantap Hangat
Momen Bahagia Brisia Jodie dan Jonathan Alden Ungkap Kehamilan Anak Pertama
REKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Kompor Portable Terbaik untuk Dapur dan Aktivitas Outdoor
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan untuk Masak Nasi Goreng yang Bagus, Anti Lengket, dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Bibit Timun Unggul & Terbaik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Tanah Liat Terbaik, Cocok untuk Dapur Rumahan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lulur untuk Kulit Cerah, Halus, dan Glowing
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Terpopuler: Zahwa Massaid Kunjungi Rumah Sang Nenek di Belanda
Ciri-Ciri Orang yang Suka Mencari Perhatian Tanpa Disadari dalam Kehidupan Sehari-hari
Deretan Anak Artis Sekolah PJJ Imbas Erupsi Anak Krakatau
Cuti Tahunan Berkurang Jika Karyawan Mangkir, Bolehkah Perusahaan Melakukannya?
Kisah Rossa Adopsi Anak Perempuan, Yoyo Padi Bersedia Jadi Figur Ayah
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Lantai Rumah Kena Tumpukan Abu? Ini 3 Alat Pel yang Bisa Bikin Bersih
-
Beautynesia
Pecinta Matcha Wajib Tahu, Ini 5 Manfaatnya untuk Kesehatan
-
Female Daily
Adidas Originals Sport: Koleksi Baju Olahraga yang Bikin Workout Makin Stylish
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret Cantik Sun Qian, Bintang Dracin The Early Spring yang Ternyata Pewaris
-
Mommies Daily
10 Rekomendasi Body Lotion Bayi dan Anak, Favorit para Mommies di 2026