KEHAMILAN
Kasus Gugatan IVF Meningkat, Dipicu Embrio Tertukar hingga Sel Telur Rusak
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Minggu, 26 Jul 2026 16:05 WIBProgram bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) telah membantu jutaan pasangan di seluruh dunia mewujudkan impian memiliki anak. Bagi banyak pasangan, program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) menjadi harapan untuk memiliki bayi setelah lama menanti. Namun, di balik keberhasilan teknologi reproduksi ini, muncul sejumlah kasus hukum yang membuat calon orang tua khawatir.
Beberapa pasangan menggugat klinik fertilitas setelah mengalami kejadian yang tidak terduga, mulai dari embrio tertukar, kesalahan identifikasi sampel, hingga rusaknya sel telur dan embrio yang sudah disimpan bertahun-tahun.
Kasus-kasus tersebut memang tergolong jarang, tetapi dampaknya bisa sangat besar karena menyangkut harapan memiliki anak biologis serta kondisi emosional keluarga.
Mengapa kasus gugatan IVF meningkat?
Meningkatnya perhatian terhadap gugatan IVF tidak selalu berarti prosedur bayi tabung semakin berisiko. Namun, semakin banyak pasangan yang menjalani IVF membuat potensi munculnya masalah hukum juga menjadi lebih terlihat.
Dikutip dari Reuters, dalam beberapa tahun terakhir pengadilan di Amerika Serikat mulai menangani lebih banyak perkara yang berkaitan dengan teknologi reproduksi berbantu. Secara umum, gugatan tersebut terbagi dalam tiga kelompok besar, yaitu:
- Kelalaian dalam penyimpanan atau penanganan sel telur maupun embrio.
- Produk atau bahan laboratorium IVF yang diduga mengalami cacat sehingga memengaruhi perkembangan embrio.
- Dugaan malapraktik saat pemilihan maupun transfer embrio ke dalam rahim.
Hal ini menunjukkan bahwa tanggung jawab dalam program IVF tidak hanya berada pada dokter atau klinik, tetapi juga dapat melibatkan produsen media kultur embrio maupun perangkat laboratorium.
Pengadilan di berbagai negara mulai menangani kasus terkait kelalaian klinik fertilitas, termasuk klaim akibat kesalahan transfer embrio dan kerusakan bahan reproduksi yang disimpan.
Embrio tertukar, bayi lahir bukan dari orang tua biologis
Salah satu kasus yang paling mengguncang dunia IVF adalah ketika seorang perempuan melahirkan bayi setelah embrio yang ditanam ternyata bukan miliknya secara genetik.
Kasus serupa pernah terjadi di Australia ketika sebuah klinik IVF salah mentransfer embrio milik pasien lain. Kesalahan tersebut baru diketahui setelah proses kehamilan berlangsung dan menimbulkan gugatan karena keluarga mengalami tekanan psikologis akibat kesalahan identifikasi embrio.
Bagi pasangan yang menjalani IVF, embrio bukan sekadar 'sampel medis'. Embrio merupakan hasil dari perjalanan panjang, mulai dari pengambilan sel telur, proses pembuahan, hingga harapan untuk memiliki anak.
Dalam perkara Murray v. Coastal Fertility Specialists, pengadilan menilai bahwa kerugian yang dialami pasien bukan karena kelahiran sang bayi, melainkan karena klinik gagal memastikan embrio yang ditanamkan adalah embrio milik pasien tersebut. Atas dasar itu, gugatan pasien diperbolehkan untuk dilanjutkan.
Kasus seperti ini menjadi pengingat pentingnya sistem identifikasi dan verifikasi berlapis di laboratorium fertilitas. Sebab, kesalahan sekecil apa pun dapat memberikan dampak emosional yang sangat berat.
Sel telur dan embrio rusak akibat kegagalan penyimpanan
Selain embrio tertukar, masalah lain yang dapat memicu gugatan adalah kerusakan sel telur atau embrio akibat kegagalan sistem penyimpanan.
Pada IVF, embrio dan sel telur yang belum digunakan biasanya disimpan dalam tangki kriogenik berisi nitrogen cair dengan suhu sangat rendah. Jika terjadi gangguan pada sistem penyimpanan, bahan reproduksi tersebut bisa mengalami kerusakan.
Salah satu kasus besar terjadi di Amerika Serikat ketika kegagalan tangki penyimpanan menyebabkan ribuan sel telur dan embrio pasien rusak. Kejadian tersebut kemudian memicu banyak tuntutan hukum dari keluarga yang merasa kehilangan kesempatan untuk memiliki anak biologis.
Dalam salah satu perkara yang dibahas Reuters, seorang pasien kehilangan sebagian besar sel telurnya setelah terjadi masalah saat penyimpanan dan pemindahan.
Pengadilan menilai bahwa klinik memiliki kewajiban untuk menjaga keamanan bahan reproduksi pasien, termasuk memastikan prosedur identifikasi dan rantai penyimpanan (chain of custody) berjalan dengan benar. Bahkan, hilangnya peluang untuk hamil di masa depan dapat dipertimbangkan sebagai bentuk kerugian yang layak digugat.
Bagaimana kesalahan IVF bisa terjadi?
Proses IVF melibatkan banyak tahapan yang membutuhkan ketelitian tinggi. Mulai dari pengambilan sel telur, pencampuran dengan sperma di laboratorium, perkembangan embrio, pembekuan, hingga proses transfer ke rahim.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kesalahan antara lain:
- Kesalahan manusia saat memberi label atau mencatat sampel.
- Sistem identifikasi pasien yang kurang ketat.
- Gangguan pada alat penyimpanan embrio.
- Kurangnya pemeriksaan ulang sebelum transfer embrio.
Penelitian yang membahas kasus hukum akibat embrio tertukar menemukan bahwa masalah seperti kesalahan pelabelan dan komunikasi menjadi faktor yang sering muncul dalam insiden tersebut.
European Society of Human Reproduction and Embryology (ESHRE) dalam Good Practice Recommendations for the Organization of an IVF Laboratory menekankan bahwa sistem manajemen mutu (quality management system), pelacakan identitas pasien, serta prosedur verifikasi berlapis merupakan bagian penting untuk menjaga keselamatan pasien selama menjalani program IVF.
Apakah prosedur IVF sebenarnya aman?
Meski muncul berbagai kasus hukum, para ahli menilai IVF tetap merupakan prosedur yang memiliki standar keamanan tinggi jika dilakukan di fasilitas dengan sistem laboratorium yang baik.
Klinik fertilitas biasanya menerapkan berbagai prosedur pencegahan, seperti:
- Pemeriksaan identitas pasien berulang kali.
- Sistem pelacakan sampel menggunakan barcode.
- Pemeriksaan oleh lebih dari satu petugas sebelum transfer embrio.
- Pemantauan kondisi penyimpanan embrio secara rutin.
Tujuannya adalah memastikan setiap embrio, sperma, dan sel telur tetap sesuai dengan pemiliknya.
Apa yang perlu diperhatikan sebelum memilih klinik IVF?
Bagi Bunda yang sedang mempertimbangkan program bayi tabung, memilih klinik dengan sistem keamanan yang baik menjadi hal penting.
Beberapa hal yang bisa ditanyakan kepada klinik antara lain:
- Bagaimana sistem identifikasi embrio dilakukan?
- Apakah laboratorium memiliki standar keamanan khusus?
- Bagaimana prosedur penyimpanan embrio dilakukan?
- Apakah tersedia sistem pencatatan digital untuk sampel?
Selain keberhasilan program, keamanan dan transparansi klinik juga menjadi bagian penting dalam perjalanan IVF.
Pada akhirnya, kasus gugatan IVF yang meningkat menjadi pengingat bahwa teknologi reproduksi membutuhkan pengawasan dan standar keamanan yang sangat ketat. Kesalahan seperti embrio tertukar atau kerusakan sel telur memang jarang terjadi, tetapi dampaknya dapat mengubah kehidupan sebuah keluarga.
Bagi pasangan yang menjalani program bayi tabung, memahami prosedur dan memilih klinik terpercaya dapat membantu mengurangi risiko serta memberikan rasa aman selama perjalanan mendapatkan momongan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Luna Maya Hiatus Demi Promil, Inginkan Bayi Kembar
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memutuskan Program Bayi Tabung
3 Kisah Haru Bunda Sukses Bayi Tabung, Melahirkan Pertama Kali di Usia 73 Tahun
Zaskia Sungkar Jalani Transfer Embrio Bayi Tabung, Irwansyah Mohon Doa
Haru, Perjuangan Pasangan Jalani 15 Kali Bayi Tabung demi Punya Anak
TERPOPULER
6 Ciri Anak yang Tumbuh di Keluarga Bahagia Menurut Psikolog
Daftar Platform Berisiko Tinggi untuk Anak Menurut Komdigi, Cek Sebelum Terlambat
Resep Piscok Kulit Lumpia Renyah dan Lumer, Cocok untuk Camilan
Bencana Alam Ini Dekati Jepang, Penerbangan hingga Acara Besar Mulai Dibatalkan
Momen Langka, Intip Potret Tsania Marwa Bersama Sang Putri yang Sudah Besar
REKOMENDASI PRODUK
10 Kado untuk Ibu Hamil yang Ulang Tahun, Lengkap dari Mewah-Pasti Berguna
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Lip Liner Terbaik, Rahasia Bibir Tampak Lebih Penuh dan Makin Cantik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Electric Grill untuk BBQ Rumahan, Panggang Jadi Lebih Praktis
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Slow Juicer Tanpa Ampas, Cocok untuk Pencinta Jus Segar
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Anak Sering Sakit? Ini 5 Vitamin untuk Bantu Jaga Daya Tahan Tubuh
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Momen Langka, Intip Potret Tsania Marwa Bersama Sang Putri yang Sudah Besar
Resep Piscok Kulit Lumpia Renyah dan Lumer, Cocok untuk Camilan
Daftar Platform Berisiko Tinggi untuk Anak Menurut Komdigi, Cek Sebelum Terlambat
10 Kado untuk Ibu Hamil yang Ulang Tahun, Lengkap dari Mewah-Pasti Berguna
Bencana Alam Ini Dekati Jepang, Penerbangan hingga Acara Besar Mulai Dibatalkan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Naik Kereta Jakarta-Malang Belasan Jam? Ini Persiapan Biar Tiba di Sana Tidak Lelah
-
Beautynesia
8 Cara Mencuci Buah dan Sayur yang Tepat, Jangan Sampai Salah Langkah
-
Female Daily
Nggak Punya Waktu ke Studio? Coba 4 Channel YouTube untuk Mat Pilates di Rumah
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Lagi Musim Batuk-Pilek, Ini Manfaat Rajin Minum Madu agar Tubuh Tetap Sehat
-
Mommies Daily
7 Hotel di Cipete dan Blok M Dekat MRT, Mulai Rp300 Ribuan