HaiBunda

KEHAMILAN

Sebagian Besar Kematian Ibu Hamil akibat Penyakit Jantung Bisa Dicegah, Ini Caranya

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 25 Jul 2026 14:00 WIB
Sebagian Besar Kematian Ibu Hamil akibat Penyakit Jantung Bisa Dicegah, Ini Caranya/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Antonio_Diaz
Jakarta -

Kematian ibu hamil akibat penyakit jantung masih menjadi salah satu tantangan serius dalam dunia kesehatan. Padahal, kondisi pada kardiovaskular ini dapat dicegah dengan mengelola risikonya, Bunda.

Menurut laporan yang diterbitkan di National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine, lebih dari tiga perempat kematian kardiovaskular terkait kehamilan berpotensi dapat dicegah. Selama ini, perawatan pencegahan terkait risiko kardiovaskular, sering kali terkonsentrasi pada perawatan prenatal dan periode pasca persalinan, dengan perhatian yang lebih sedikit pada konseling sebelum kehamilan, tindak lanjut pasca persalinan, transisi perawatan, dan risiko kardiovaskular jangka panjang.

Untuk mengurangi kematian dan komplikasi kardiovaskular di kalangan ibu, laporan menyerukan peningkatan layanan pencegahan klinis, tindak lanjut yang lebih baik setelah persalinan, dan koordinasi perawatan yang lebih baik di seluruh siklus kehidupan reproduksi.


"Kehamilan dapat mengungkap risiko kardiovaskular yang mungkin belum dikenali sebelumnya, tetapi pencegahan tidak dapat berhenti pada saat persalinan," kata ilmuwan peneliti, Tracy A. Lieu, dilansir laman National Academy of Science.

"Terlalu sering peluang terlewatkan saat perawatan, tindak lanjut berakhir terlalu dini, atau perempuan tidak terhubung dengan perawatan pencegahan berkelanjutan. Kita perlu memperkuat pencegahan dan kesinambungan perawatan sebelum, selama, dan setelah kehamilan."

Laporan ini meninjau 9 layanan pencegahan klinis untuk kesehatan kardiovaskular ibu dan menemukan bukti yang cukup untuk mendukung implementasi panduan segera di dua bidang. Berikut temuannya:

  1. Pengobatan hipertensi kronis selama kehamilan harus bertujuan untuk mencapai target tekanan darah kurang dari 140/90 mmHg. Laporan menemukan bukti substansial bahwa pendekatan ini mengurangi hipertensi berat, preeklamsia, kelahiran prematur yang diindikasikan secara medis, dan hasil buruk terkait pertumbuhan janin.
  2. Manajemen hipertensi pasca persalinan harus ditingkatkan untuk perempuan dengan tekanan darah tinggi kronis atau gangguan hipertensi kehamilan lainnya. Bukti moderat menunjukkan bahwa program yang menggabungkan pemantauan tekanan darah jarak jauh atau pengukuran mandiri dengan tindak lanjut klinis terstruktur, meningkatkan penilaian tekanan darah dini, keterlibatan dalam perawatan, dan pengendalian tekanan darah jangka pendek selama periode pasca persalinan.

Pencegahan sepanjang siklus kehidupan reproduksi

Kehamilan dapat berfungsi sebagai uji stres fisiologis, yang mengungkapkan kerentanan kardiovaskular dan metabolik yang sebelumnya tidak dikenali. Gangguan hipertensi selama kehamilan dapat menandakan peningkatan risiko tidak hanya selama kehamilan, tetapi juga pada periode pasca persalinan dan kehamilan di kemudian hari.

"Perempuan dengan risiko kardiovaskular tinggi membutuhkan transisi yang lebih baik, dari rawat inap persalinan ke perawatan pasca persalinan rawat jalan, dan dari perawatan obstetri ke perawatan primer, serta perawatan spesialis bila diperlukan," demikian isi laporan.

Meski temuan ini cukup menjanjikan, penelitian lebih lanjut tetap dibutuhkan, Bunda. Penelitian yang lebih luas sebaiknya menyelidiki beberapa pendekatan lain termasuk layanan pencegahan.

Penyakit jantung pada ibu hamil

Melansir dari laman Heart Foundation, risiko penyakit kardiovaskular yang terkait dengan kehamilan hingga saat ini memang masih kurang diakui, diteliti, dan dipahami. Saat ini, kita hanya mengetahui bahwa perempuan yang telah didiagnosis preeklamsia atau hipertensi gestasional memiliki peningkatan risiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular di kemudian hari.

"Risiko relatif hipertensi kronisnya empat kali lebih tinggi dan penyakit jantung iskemik dua kali lebih tinggi dibandingkan perempuan yang tidak mengalami kondisi tersebut selama kehamilan," demikian isi ulasan.

Perempuan dengan riwayat penyakit jantung disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba hamil. Mereka mungkin juga memerlukan pemantauan lebih ketat selama kehamilan.

Demikian ulasan terkait kematian ibu hamil akibat penyakit jantung. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

10 Gejala Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Momen Kebersamaan Raina & Rizki Langit, Anak-Anak Rossa yang Terpaut Usia Beda Jauh

Parenting Annisa Karnesyia

10 Kalimat 'Sakti' yang Perlu Didengar Anak dari Orang Tua hingga Kakek-Nenek Menurut Pakar

Parenting Azhar Hanifah

Rahasia Tubuh Atletis San ATEEZ Terbongkar, Ternyata Setiap Hari Lakukan Ini

Mom's Life Arina Yulistara

Sebagian Besar Kematian Ibu Hamil akibat Penyakit Jantung Bisa Dicegah, Ini Caranya

Kehamilan Annisa Karnesyia

Diagnosis Kanker Payudara Pasca Melahirkan Disebut Lebih Berisiko, Ini Alasannya

Menyusui Annisa Aulia Rahim

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Dokter Ungkap Pentingnya Memeriksa Kurva Pertumbuhan saat Tubuh Anak Pendek

Bibir Bayi Kebiruan Bisa Jadi Tanda Kelainan Struktur Jantung, Ini Pemeriksaan yang Dibutuhkan

Momen Kebersamaan Raina & Rizki Langit, Anak-Anak Rossa yang Terpaut Usia Beda Jauh

Sebagian Besar Kematian Ibu Hamil akibat Penyakit Jantung Bisa Dicegah, Ini Caranya

10 Kalimat 'Sakti' yang Perlu Didengar Anak dari Orang Tua hingga Kakek-Nenek Menurut Pakar

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK