KEHAMILAN
Studi Terbaru: Minum Asetaminofen saat Hamil Tidak Terbukti Berdampak Buruk pada Bayi
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Rabu, 29 Jul 2026 21:35 WIBKonsumsi obat asetaminofen saat hamil sering dikaitkan dengan dampak buruk pada bayi baru lahir. Beberapa klaim bahkan mengaitkannya dengan kejadian autisme pada anak, Bunda.
Namun, semua klaim tersebut dibantah oleh sebuah studi terbaru yang diterbitkan di American Journal of Epidemiology. Studi yang meneliti sejumlah besar kehamilan di Amerika Serikat dalam program National Institutes of Health (NIH) ini menemukan bahwa penggunaan asetaminofen selama kehamilan, tidak memiliki dampak signifikan pada usia kehamilan (seberapa dini seorang anak lahir) atau berat badan lahir rata-rata.
Sebaliknya, studi ini justru menemukan adanya hubungan antara penggunaan asetaminofen saat kehamilan dan kemungkinan lebih rendah seorang anak lahir dengan berat badan besar untuk usia kehamilannya.
"Mengingat penggunaan asetaminofen yang meluas, temuan ini memberikan jaminan penting tentang keamanannya terkait dengan waktu kelahiran dan ukuran bayi," kata penulis studi Rebecca Fry, PhD, dilansir laman Gillings School of Global Public Health.
Dalam studi, tim peneliti yang dipimpin oleh Fry dan penulis pertama Katelyn Huff, PhD, mempelajari lebih dari 8.900 pasangan ibu dan bayi yang terdaftar dalam program NIH, yakni Environmental influences on Child Health Outcomes (ECHO). Studi ini menganalisis hubungan antara penggunaan asetaminofen selama kehamilan dan empat indikator penting kesehatan anak saat lahir, yakni kelahiran prematur, berat badan lahir, ukuran bayi kecil untuk usia kehamilan, dan ukuran berat badan besar untuk usia kehamilan.
Sekitar 59 persen ibu dalam studi ECHO melaporkan menggunakan asetaminofen selama kehamilan. Setelah analisis, para peneliti menemukan bahwa penggunaan asetaminofen prenatal dikaitkan dengan kemungkinan lebih rendah terjadinya bayi besar untuk usia kehamilan. Mereka juga tidak menemukan hubungan dengan kelahiran prematur, berat badan lahir, atau bayi kecil untuk usia kehamilan.
Hasil penelitian ini memberikan kepastian bagi ibu hamil yang menggunakan asetaminofen. Meski begitu, para penulis mencatat bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk meneliti dosis, waktu penggunaan, dan kemungkinan efek kesehatan lainnya.
Selain itu, meski penggunaan asetaminofen selama kehamilan tampaknya tidak meningkatkan risiko kelahiran, peneliti menekankan pentingnya untuk berkonsultasi dengan dokter tentang penggunaan asetaminofen, serta obat lain apa pun, selama kehamilan.
Seperti diketahui, asetaminofen banyak digunakan selama kehamilan untuk mengobati nyeri dan demam. Ini adalah salah satu dari sedikit obat pereda nyeri yang dijual bebas dan disetujui untuk digunakan selama kehamilan.
Penelitian banyak menunjukkan hasil yang beragam tentang efek samping obat ini, termasuk pengaruhnya pada perkembangan janin. Studi terbaru ini bertujuan untuk menambah bukti dengan secara langsung memeriksa hubungan antara penggunaan asetaminofen dan hasil kelahiran.
Penggunaan asetaminofen dianggap aman untuk ibu hamil
Salah satu jenis asetaminofen yang cukup populer adalah parasetamol. Obat jenis ini sering diresepkan ke ibu hamil untuk mengatasi demam atau nyeri, Bunda.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyatakan bahwa asetaminofen yang juga dikenal sebagai parasetamol, aman digunakan selama kehamilan dan merekomendasikannya sebagai pengobatan lini pertama. Hal yang sama juga diungkapkan James Cusack yang menjabat kepala eksekutif Autistica, sebuah badan amal untuk penelitian dan kampanye autisme di London, Inggris.
"Tidak ada bukti pasti yang menunjukkan bahwa penggunaan parasetamol pada ibu hamil merupakan penyebab autisme. Jika melihat adanya hubungan, maka hubungannya sangat, sangat kecil," kata Cusack, melansir dari laman Nature.
"Inti dari semua ini adalah orang-orang yang mencoba mencari jawaban sederhana untuk masalah yang kompleks," sambungnya.
Dosis asetaminofen jenis parasetamol umumnya adalah 1-2 tablet atau maksimal 500 atau 1.000 miligram (mg) per hari. Konsumsi yang dianjurkan adalah setiap 4 hingga 6 jam atau maksimal empat kali dalam 24 jam.
Sementara untuk Bunda hamil, dosis parasetamol yang direkomendasikan para ahli adalah jumlah minimum yang dibutuhkan. Artinya, minum parasetamol tidak boleh melebihi dosis umum yang dianjurkan.
Demikian studi terbaru yang mengungkap keamanan konsumsi asetaminofen saat hamil. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)