Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Masih di Dalam Kandungan, Bayi Ini Jalani Operasi agar Selamat dari Kondisi Langka

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Senin, 10 Aug 2026 08:10 WIB

Operasi janin di kandungan
Operasi janin di kandungan/ Foto: Getty Images/guvendemir
Daftar Isi

Bagi orang tua, mendengar kabar bahwa bayi yang di kandungan memiliki kondisi medis tertentu tentu menjadi momen yang mengkhawatirkan. Hal itulah yang dirasakan Maisie Savage ketika pemeriksaan USG menunjukkan bahwa bayi laki-lakinya mengalami gastroschisis, kelainan langka yang membuat sebagian usus bayi berkembang di luar tubuh.

Namun, kisah bayi bernama Theo ini membawa harapan baru. Untuk pertama kalinya di Inggris, seorang bayi dengan kondisi tersebut menjalani operasi saat masih berada di dalam rahim ibunya. Berikut kisahnya dikutip dari Independent.

Terkejut saat USG, Bunda Theo mengetahui kondisi langka bayinya

Kehamilan Maisie awalnya berjalan seperti biasa. Hingga saat pemeriksaan USG usia 20 minggu, dokter menemukan adanya kelainan pada perkembangan tubuh bayinya. Theo didiagnosis mengalami gastroschisis, yaitu kondisi ketika dinding perut bayi tidak terbentuk sempurna sehingga usus keluar melalui celah kecil di dekat pusar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Berbeda dengan organ bayi normal yang terlindungi di dalam perut, usus bayi dengan gastroschisis dapat terpapar cairan ketuban selama berada di rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan iritasi, pembengkakan, bahkan gangguan fungsi usus setelah lahir. 

Bagi Maisie dan pasangannya, kabar tersebut tentu membuat mereka takut. Sebab, bayi dengan gastroschisis biasanya membutuhkan operasi segera setelah lahir dan perawatan intensif dalam waktu tertentu.

Namun, dokter menawarkan pilihan yang sebelumnya masih sangat jarang dilakukan, yaitu operasi saat bayi masih berada dalam kandungan. 

Operasi dilakukan saat Theo berusia 26 minggu di dalam kandungan

Ketika usia kehamilan mencapai sekitar 26 minggu, Maisie menjalani prosedur khusus di Texas Children's Hospital, Amerika Serikat, sebagai bagian dari penelitian klinis.

Tim dokter menggunakan teknik operasi minimal invasif atau keyhole surgery. Dengan bantuan alat khusus, dokter berusaha memperbaiki kondisi Theo dengan memasukkan kembali ususnya ke dalam rongga perut sebelum ia lahir. Teknik inovatif ini serupa dengan prosedur untuk spina bifida, di mana dokter melakukan operasi untuk menutup celah pada tulang belakang, biasanya antara usia kehamilan 19 hingga 26 minggu.

Operasi ini menjadi salah satu langkah besar dalam perkembangan dunia kedokteran janin (fetal medicine), karena dokter tidak hanya menunggu bayi lahir untuk memberikan pertolongan, tetapi mencoba memperbaiki masalah sejak bayi masih berada di rahim.

Beberapa bulan kemudian, Theo lahir dalam kondisi baik. Ia bahkan dapat menyusu dan hanya membutuhkan beberapa hari perawatan sebelum diperbolehkan pulang. Theo dikandung hingga cukup bulan dan lahir di Texas pada bulan Februari. Ms Savage menyebut putranya sebagai "keajaiban kecil." Ia adalah bayi pertama dari Inggris yang mendapatkan manfaat dari prosedur ini, dan baru yang ketiga di seluruh dunia.

Apa itu gastroschisis pada bayi?

Gastroschisis merupakan kelainan bawaan yang terjadi, ketika dinding perut bayi tidak berkembang sempurna sejak dalam kandungan. Biasanya, kondisi ini bisa diketahui melalui pemeriksaan USG kehamilan, terutama saat pemeriksaan anatomi bayi sekitar usia 18–22 minggu. 

Pada bayi dengan gastroschisis, usus keluar melalui lubang kecil di dekat pusar. Tidak ada lapisan pelindung yang menutupi usus.Bayi biasanya membutuhkan operasi setelah lahir.Sebagian bayi membutuhkan perawatan intensif sebelum dapat menyusu normal. 

Meski terlihat mengkhawatirkan, banyak bayi dengan gastroschisis dapat tumbuh sehat setelah mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Kenapa dokter mencoba operasi sebelum bayi lahir?

Selama ini, pengobatan utama gastroschisis dilakukan setelah bayi lahir. Namun, para peneliti melihat bahwa semakin lama usus bayi terpapar cairan ketuban, semakin besar kemungkinan terjadi peradangan dan kerusakan.

Karena itu, operasi sebelum lahir dikembangkan dengan harapan dapat membantu beberapa hal berikut:

  • Mengurangi kerusakan pada usus bayi.
  • Membantu perkembangan rongga perut.
  • Mengurangi komplikasi setelah persalinan.
  • Mempercepat proses pemulihan bayi.

Sebuah penelitian dalam jurnal Ultrasound in Obstetrics & Gynecology membahas potensi operasi janin (fetoscopic repair) untuk kasus gastroschisis kompleks. Para peneliti menyebut bahwa pendekatan ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, tetapi memiliki peluang menjadi pilihan terapi di masa depan. 

Apakah semua bayi dengan gastroschisis bisa dioperasi saat dalam kandungan?

Belum tentu, Bunda. Operasi janin seperti yang dilakukan Theo masih termasuk prosedur khusus dan hanya dilakukan pada kasus tertentu. Dokter harus mempertimbangkan kondisi ibu, tingkat keparahan kelainan, usia kehamilan, serta risiko terhadap ibu dan bayi.

Sebagian besar bayi dengan gastroschisis tetap menjalani operasi setelah lahir dengan pengawasan dokter spesialis bedah anak dan neonatologi. 

Pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin

Kisah Theo menjadi pengingat bahwa pemeriksaan kehamilan bukan hanya untuk melihat jenis kelamin atau perkembangan bayi, tetapi juga membantu mendeteksi kemungkinan masalah sejak dini.

Melalui USG rutin, dokter dapat mengetahui kondisi bayi lebih awal sehingga bunda dan tim medis bisa mempersiapkan langkah terbaik.

Perjalanan Theo menunjukkan bahwa perkembangan teknologi medis terus membuka peluang baru. Dahulu, beberapa kondisi bayi hanya bisa ditangani setelah lahir. Kini, beberapa masalah bahkan mulai dapat diperbaiki ketika si kecil masih berada dalam pelukan rahim bundanya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda