HaiBunda

KEHAMILAN

Kenali Tanda-Tanda Persalinan Tinggal Menghitung Hari

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Jumat, 28 Aug 2026 07:30 WIB
Kenali Tanda-Tanda Persalinan Tinggal Menghitung Hari/Foto: Getty Images/Nastasic
Jakarta -

Persalinan yang menunggu hari biasanya menunjukkan beberapa sinyal yang bisa dirasakan ibu hamil. Yuk, kenali tanda-tanda persalinan tinggal menghitung hari.

Setiap kehamilan memang unik sehingga apa yang dirasakan masing-masing ibu hamil akan berbeda satu sama lain. Secara umum, gejala yang banyak dirasakan jelang persalinan yakni kontraksi, kram, dan tekanan panggul.

Ketika mendekati tanggal persalinan, setiap hari yang dilalui terasa berat ya, Bunda. Apalagi, tanda-tanda persalinan yang dirasakan rasanya semakin menantang. Biasanya, beberapa tanda awal persalinan pun muncul, meski bentuknya random dari satu orang ke orang lainnya.


"Tidak ada aturan nyata dalam proses persalinan," kata dokter kandungan Jonathan Emery, MD. Dipaparkannya bahwa tanda-tanda tersebut benar-benar bervariasi. Jika kamu mengambil 10 perempuan, kamu akan mendapatkan 10 cerita berbeda tentang bagaimana rasanya bagi mereka sebelum mereka melahirkan, bahkan di antara kehamilan seperti dikutip dari laman Cleveland Clinic.

10 Tanda-tanda persalinan tinggal menghitung hari

Secara umum, ada beberapa tanda awal persalinan yang muncul diantaranya sebagai berikut ya, Bunda:

1. Pecah ketuban

Mengalami tetesan atau bahkan sembuhan dari vagina bisa dialami jelang persalinan. Namun, tidak semua ibu hamil mengalami pecan ketuban sebelum persalinan dimulai. Tetapi, jika kantung ketuban pecah dengan sendirinya, biasanya itu menandakan persalinan sudah di depan mata.

Sekitar 90 persen orang hamil yang sudah cukup bulan (37 minggu atau lebih) secara spontan mulai melahirkan dalam waktu 24 jam setelah air ketuban pecah, seperti dikatakan Dr  Carol J. Grabowski, MD, kepala staf divisi wanita di Long Beach Memorial Medical Center di California, dikutip dari laman Parents.

2. Sakit punggung

Banyak orang merasakan nyeri punggung selama kehamilan. Namun, jika nyeri menjadi sangat menyakitkan atau terlokalisasi di punggung bawah, ini bisa menjadi tanda bahwa Bunda sedang mengalami kontraksi. Biasanya, bayi turun melalui saluran kelahiran dengan wajahnya menempel pada tulang belakang ibunya,"ujar Kay Johnson, CNM, seorang bidan di Atlanta.

"Tapi dalam beberapa kasus, bayi turun dengan tengkoraknya menyentuh tulang belakang. Hasilnya? Nyeri konstan yang mungkin menjalar ke perut tetapi sebagian besar terkonsentrasi di punggung bawah," tambahnya

3. Buang air besar

Hormon kehamilan relaxin juga bisa mendorong proses persalinan dimulai. Hal inilah yang memicu buang air besar atau bahkan diare sebelum persalinan. Meskipun tidak nyaman, hal ini sangat normal terjadi. Pastikan tetap terhidrasi agar persalinan berjalan lancar.

4. Kontraksi

Bunda bisa mengalami kontraksi Braxton Hicks yang cukup serius selama kehamilan. Kontraksi persalinan bisa terjadi secara sporadis di awalnya dan berjarak hingga 20 menit. Namun, Namun, kontraksi-kontraksi ini akan semakin dekat dan semakin kuat seiring waktu. Jika Bunda melihat pola ini, segera hubungi tim medis untuk mendapatkan pertolongan.

5. Dilatasi

Serviks jelang persalinan juga sedang bersiap untuk melahirkan: Ia mulai melebar (terbuka) dan menghilang (menipis) dalam beberapa hari atau minggu sebelum Bunda melahirkan. Pada pemeriksaan mingguan di akhir kehamilan, mengukur dan melacak dilatasi melalui pemeriksaan akan dilakukan, seperti dikutip dari laman Whattoexpect.

6. Penipisan leher rahim

Pada bulan-bulan akhir kehamilan, leher rahim sedianya akan menegang dan menipis. Hal ini menjadi tanda bahwa bagian bawah rahim sedang bersiap untuk melahirkan. Sebab leher rahim yang tipis membuatnya lebih mudah melebar.

7. Penurunan

Bagi sebagian ibu, bayi seperti semakin menurun ke panggul beberapa minggu sebelum persalinan dimulai. Bayi tersebut biasanya sedang mengambil posisi untuk keluar. Idealnya, bayi dengan kepala menunduk dan rendah, bukan dalam posisi sungsang.

8. Nesting

Keinginan para ibu jelang persalinan sangat meningkat terutama untuk mempersiapkan rumah bagi bayinya. Bisa jadi, Bunda akan merasa penuh energi saat terbangun tidur di sutu ari dan membuat deretan daftar hal-hal yang akan dilakukan, dan lainnnya. Biasanya, hal ini muncul jelang persalinan, Bun.

9. Penurunan berat badan

Jelang persalinan, penurunan berat badan bisa terjadi. Hal ini sangatlah normal dan tidak akan memengaruhi berat lahir bayi. Pertumbuhan berat badannya masih meningkat tetapi berat badan ibu menurun karena kadar cairan ketuban yang lebih rendah, lebih sering ke kamar mandi, dan aktivitas yang meningkat.

10. Sering buang air kecil

Tekanan pada kandung kemih karena penurunan posisi bayi ke posisi yang lebih rendah membuat ibu hamil jadi sering buang air kecil. Perasaan ini tentunya semakin meningkatkan seiring persalinan yang semakin dekat.

Seperti apa rasa kontraksi menjelang persalinan?

Kontraksi menjelang persalinan rasanya luar biasa ya, Bunda. Apalagi, semakin mendekati persalinan, kontraksinya semakin kuat dan lebih sering terjadi. Sebenarnya, seperti apa rasa kontraksi menjelang persalinan?

1. Terasa seperti kram menstruasi

Kontraksi merupakan pengencangan ritmis dan relaksasi otot-otot di rahim. Biasanya, rasanya mirip ketika Bunda bisa mengencangkan kepalan tangan lalu melepaskan ketegangan dan merilekskan kembali tangan tersebut. Selain itu, rasa kontraksi juga bisa berwujud seperti kram menstruasi yang datang dan pergi nyerinya serta menjadi lebih kuat seiring waktu.

2. Perut terasa kembung dan penuh

Perut terasa kembung dan penuh biasa terjadi terutama jelang persalinan. Hal ini umum terjadi karena hormon dan tekanan yang diberikan bayi pada saluran pencernaan.

3. Muncul rasa tidak nyaman di seluruh perut

Nyeri persalinan melibatkan kontraksi otot yang intens di rahim Anda. "Ada rasa sesak yang tidak nyaman di perut saat melahirkan, di mana seluruh perut terasa keras," kata Dr Paul du Treil, MD, seorang obgyn di Touro Infirmary, New Orleans, dikutip dari laman Parents.

4. Nyeri semakin kuat dan intens

Semakin jelang persalinan, rasa nyeri semakin kuat dan intens. Nyeri yang menyertainya seringkali lebih tajam daripada kontraksi, yang biasanya digambarkan sebagai nyeri perut di seluruh tubuh, mirip dengan kram menstruasi.

Apa yang harus dilakukan jika kehamilan lewat HPL 3 hari?

Ketika kehamilan sudah lewat HPL 3 hari atau bahkan lebih, Bunda kemungkinan akan direkomendasikan melakukan tes yang mengukur detak jantung bayi. Tes tersebut akan dikombinasikan dengan pemeriksaan USG untuk memeriksa detak jantung, pernapasan, tonus otot, dan gerakan bayi. Selain itu, cairan ketuban  juga biasanya akan diperiksa.

Berdasarkan tes tersebut, tim medis akan mungkin akan merekomendasikan induksi persalinan. Induksi persalinan ini guna memulai kontraksi rahim sebelum persalinan dimulai dengan sendirinya, seperti dikutip dari laman Mayo Clinic.

Perbedaan kontraksi palsu dan kontraksi asli

Kontraksi persalinan memang sering kali datang bahkan sebelum waktu persalinan. Karenanya, memahami perbedaan kontraksi palsu dan kontraksi asli seperti di bawah ini menjadi penting. Simak perbedaannya yuk, Bunda:

1. Waktu terjadinya kontraksi

Waktu kontraksi merupakan komponen besar untuk mengenali perbedaaan antara persalinan palsu dan asli. Perbedaan lainnya yakni kontraksi akan berubah seiring Bunda berganti posisi, seperti berhenti saat bergerak atau beristirahat. seperti dikutip dari laman Intermountainhealthcare.

2. Sensasi kontraksi yang dirasakan

Jika persalinan tersebut palsu, biasanya kontraks menunjukkan ciri-ciri berikut:

- Kontraksi tidak datang secara teratur dan tidak menjadi lebih dekat satu sama lain
- Kontraksi berhenti dengan berjalan atau beristirahat atau dengan perubahan posisi
- Kontraksi biasanya lemah dan tidak menjadi lebih kuat, atau memulai dengan kuat lalu semakin lemah
- Biasanya, kontraksi tersebut rasa sakitnya hanya terasa di bagian depan

Pada kontraksi persalinan yang asli, biasanya akan menunjukkan ciri-ciri berikut:

- Kontraksi datang dan semakin dekat seiring waktu
- Kontraksi terus berlanjut tanpa memandang gerakan atau istirahat
- Kontraksi secara bertahap menjadi lebih kuat
- Kontraksi mulai dari belakang dan bergerak ke depan

3. Lamanya kontraksi

Pada kontraksi asli, lama kontraksi bisa berlangsung sekira 30-70 detik setiap kontraksinya. Sementara pada kontraksi palsu, frekuensinya tidak teratur.

Cara membantu mempercepat pembukaan persalinan dari 1 hingga 10

1. Mengatur posisi tubuh yang tepat

Mengatur posisi tubuh yang tepat dapat membuka mempercepat pembukaan persalinan. Untuk itu, seringlah bergerak dan mengatur posisi yang nyaman. Misalnya dengan berdiri, berlutut, dan jongkok, guna mengurangi ketidaknyamanan dan mempercepat persalinan.

2. Melakukan latihan pernapasan

Pernapasan yang terpola dapat membantu Bunda fokus menghadapi kontraksi. Dengan mengambil napas lambat di antara kram yang hebat juga bisa membantu tubuh beristirahat dan rileks.

3. Melakukan pijatan dan akupresur

Pertimbangkan untuk melakukan pijatan dan akupresur guna membantu mempercepat persalinan. Pijatan dapat membuat tubuh lebih rileks dan akupresur dapat menekan titik-titik tertentu dan bisa membantu mengencerkan serviks serta memicu persalinan.

4. Mengonsumsi air kelapa muda

Air kelapa muda tidak sekadar menyegarkan tetapi mengandung elektrolit alami di dalamnya. Kandungan tersebut dapat membantu Bunda dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan merangsang kontraksi rahim.

5. Melakukan gerakan melingkar dengan panggul

Gerakan melingkar panggul dapat membantu mengurangi kekakuan pada otot-otot panggul dan merangsang pembukaan. Lakukan gerakan tersebut dengan perlahan agar tetap aman.

6. Mengonsumsi makanan yang mengandung omega-3

Kandungan omega 3 diketahui dapat membantu meningkatkan elastisitas jaringan tubuh, termasuk serviks. Makanan seperti ikan berlemak, kacang-kacangan, dan biji-bijian mengandung omega-3 bisa menjadi alternatif makanan untuk mempercepat persalinan.

7. Menjaga kondisi emosional tetap positif

Emosi yang stabil diketahui dapat meredakan ketegangan dan membantu mengurangi stres. Dapatkan support dari anggota keluarga dan juga pasangan serta rekan-rekan guna memberikan kenyamanan dan lingkungan yang positif dalam menyambut kelahiran Si Kecil.

8. Menggunakan bola senam untuk membantu pergerakan

Melatih keseimbangan dengan bantuan bola  senam bisa menjadi pilihan yang baik. Latihan tersebut tidak saja membuat tubuh fit tetapi juga mempercepat proses pembukaan.

9. Mengonsumsi buah kurma

Pada usia 36 minggu, makan beberapa butir kurma per hari bisa membantu mempercepat persalinan. Kurma kaya akan karbohidrat (gula sederhana), sehingga bagi para penderita diabetes sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter seperti dikutip dari laman Mcmidwives.

10. Menerapkan teknik relaksasi

Mempraktikkan teknik relaksasi seperti meditasi bisa membantu Bunda lebih tenang dan mengurangi ketegangan. Sehingga, Bunda pun bersiap memasuki kondisi prima jelang persalinan.

11. Melakukan aktivitas fisik ringan

Aktivitas fisik ringan dapat menjadi alternatif dalam mempercepat pembukaan. Bunda bisa sekadar berjalan-jalan atau melakukan aktivitas fisik lainnya yang membantu kebugaran tubuh.

12. Mengonsumsi jahe

Jahe memiliki sifat pemanas dan dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah ke daerah panggul. Bunda pun dapat memanfaatkan minuman jahe hangat guna merangsang pembukaan.

13. Berendam atau mandi dengan air hangat

Berendam sangat membantu dalam meningkatkan kenyamanan selama persalinan. Bunda pun jadi lebih rileks menghadapi persalinan.

14. Berbicara dengan bayi

Berbicara dengan bayi dalam kandungan dapat merangsang pelepasan hormon oksitosin. Hormon ini dapat membantu mempercepat kontraksi rahim.

15. Mengikuti kelas atau kursus persiapan persalinan

Untuk membantu persiapan persalinan, Bunda hamil juga disarankan mengikuti kelas persalinan. Kelas ini sudah dapat diikuti sejak awal kehamilan hingga menjelang persalinan.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Kenapa Operasi Caesar Semakin Sering Dipilih dalam Persalinan?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Tips ASI Kental dan Banyak ala Kartika Putri, Perhatikan Produksi Hindmilk & Foremilk

Menyusui Amrikh Palupi

Umur Berapa Bayi Boleh Makan Garam? Begini Panduannya

Parenting Kinan

Peringkat Zodiak Paling Keras Kepala, Taurus Jadi yang Nomor 1

Mom's Life Elia Amaliana

Terpopuler: Cerita Natasha Rizki Jelaskan soal Perceraian pada Ketiga Anak

Mom's Life Amira Salsabila

Kenali Tanda-Tanda Persalinan Tinggal Menghitung Hari

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Umur Berapa Bayi Boleh Makan Garam? Begini Panduannya

Tips ASI Kental dan Banyak ala Kartika Putri, Perhatikan Produksi Hindmilk & Foremilk

11 Rekomendasi Anime Basket Terbaik Rating Tertinggi, Seru Semua!

Kenali Tanda-Tanda Persalinan Tinggal Menghitung Hari

Peringkat Zodiak Paling Keras Kepala, Taurus Jadi yang Nomor 1

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK