KEHAMILAN
Mengenal Arti Nulipara, Risiko Kesehatan, Bedanya dengan Multipara dan Primipara
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Minggu, 06 Sep 2026 16:05 WIBIstilah nulipara mungkin tak terlalu lazim di telinga orang awam ya, Bunda. Yuk, mengenal arti nulipara, risiko kesehatan, bedanya dengan multipara dan primipara, Bun.
Dalam kehidupan, ada sosok perempuan yang mungkin belum pernah melahirkan bayi hidup. Hal ini bisa karena mereka memilih untuk tidak hamil, atau bisa juga karena mereka mengalami komplikasi kehamilan, dan sebagainya. Nah, sosok itulah yang dinamakan nulipara ya, Bunda.
Mengutip dari laman Medical News Today, nulipara memang merujuk pada perempuan usia reproduksi yang belum pernah mengalami persalinan hidup. Meski demikian, seorang nulipara tidak berarti seseorang yang belum pernah hamil. Bisa jadi, seorang perempuan tersebut memang mengalami kehilangan kehamilan atau bahkan aborsi yang juga dianggap sebagai nulipara.
Apa perbedaan nulipara dengan multipara dan primipara?
Istilah multipara sebenarnya tidak sepenuhnya merupakan kebalikan dari nullipara dan definisinya tidak selalu sama. Jika nulipara merupakan istilah untuk perempuan yang belum pernah melahirkan bayi hidup maka pada istilah multipara dapat menggambarkan seseorang yang masuk kategori berikut, Bun:
1. Pernah melahirkan lebih dari satu bayi dalam satu kali persalinan (misalnya, kembar dua atau lebih)
2. Pernah mengalami dua kali atau lebih kelahiran bayi hidup
3. Pernah mengalami satu kali atau lebih kelahiran bayi hidup
4. Pernah mengandung dan melahirkan setidaknya satu bayi yang mencapai usia kehamilan 28 minggu atau lebih
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa istilah multipara merujuk pada perempuan yang pernah melahirkan setidaknya satu bayi hidup.
Sementara para primipara biasanya digunakan untuk menggambarkan perempuan yang telah melahirkan satu bayi hidup. Istilah ini juga dapat menggambarkan perempuan yang sedang menjalani kehamilan pertamanya. Jika kehamilan tersebut berakhir dengan keguguran atau hilangnya janin, maka ia dianggap sebagai nulipara seperti dikutip dari laman Healthline.
Kenali risiko kesehatan pada nulipara
Masuk dalam kategori nulipara memang bukan tanpa risiko ya, Bunda. Ada beberapa hal yang sedianya perlu diwaspadai ketika Bunda masuk dalam status kesehatan nulipara. Berikut ini diantaranya ya, Bunda:
1. Risiko kanker ovarium dan rahim
Menurut the American Cancer Society (ACS), perempuan yang melahirkan untuk pertama kali setelah usia 35 tahun, memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker ovarium dan kanker endometrium.
Dalam sebuah studi di 2021, para peneliti menemukan bahwa biarawati Katolik memiliki risiko kanker ovarium, rahim, dan payudara yang jauh lebih tinggi. Para penulis mengaitkan peningkatan risiko kanker reproduksi dengan biarawati Katolik yang menahan diri dari hubungan seks dan tidak menggunakan kontrasepsi.
Namun, sebuah studi di 2013 mengklaim bahwa studi biarawati tersebut tidak memperhitungkan perbedaan risiko kematian akibat kanker terkait usia. Ketika para penulis membandingkan para biarawati dengan populasi kontrol, biarawati berusia di atas 80 tahun menunjukkan tingkat kematian tertinggi akibat kanker payudara, rahim, dan ovarium. Tingkat kematian akibat kanker ovarium dan rahim menurun setelah usia 80 tahun dalam populasi kontrol.
2. Risiko kesuburan
Menurut CDC, sekitar 12 persen perempuan berusia antara 15-44 tahun di AS mengalami kesulitan untuk hamil. Belum jelas apakah karena status nulipara meningkatkan risiko infertilitas, namun nulipara dapat menunjukkan masalah fertilitas yang mendasarinya.
Fakta bahwa seorang perempuan belum pernah melahirkan sebelumnya tidak berarti mereka mandul. Perempuan nulipara mungkin tidak mengalami masalah untuk hamil atau melahirkan di masa depan.
3. Risiko kehamilan dan persalinan
Sebuah studi di 2019 menyatakan bahwa perempuan yang mengalami satu atau lebih kelahiran hidup memiliki risiko komplikasi yang lebih rendah seperti preeklamsia dan persalinan prematur.
Dalam sebuah studi tahun 2019 terhadap 137.791 perempuan, para peneliti menemukan bahwa risiko persalinan prematur dan tekanan darah tinggi terkait kehamilan mulai meningkat pada usia 20–24 tahun pada perempuan nulipara. Namun, risiko komplikasi yang sama meningkat hingga usia 40–49 tahun bagi perempuan yang telah menjalani satu atau lebih persalinan.
Sementara, persalinan bagi perempuan nulipara mungkin memakan waktu lebih lama. Dalam sebuah studi di 2020 yang melibatkan 35.146 persalinan, para peneliti mengamati bahwa tahap pertama persalinan berlangsung 141 menit lebih lama untuk perempuan nulipara dibandingkan perempuan multipara.
Hal ini dikarenakan adanya fase laten persalinan, yang merujuk pada waktu yang dibutuhkan serviks untuk mencapai diameter 10 sentimeter, memakan waktu 120–140 menit lebih lama bagi perempuan nulipara. Sehingga, waktu persalinan pun jadi lebih panjang.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
Simak video di bawah ini, Bun:
5 Cara Mengatasi Perut Bumil Gatal, Jangan Asal Digaruk, Bun!
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Makan Seblak Bisa Ganggu Kesehatan Reproduksi Perempuan, Benarkah? Ini Kata Dokter
Mengenal Kesehatan Reproduksi dan Seksual Perempuan
Adakah Efek Samping Minum Pil Kontrasespsi Darurat untuk Kesehatan Reproduksi Bunda?
Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan agar Bunda Cepat Hamil?
TERPOPULER
8 Cara Mengenali Orang IQ Rendah saat Berinteraksi dengan Orang Lain Menurut Riset
Flu Saat Hamil Bikin Plasenta 'Lelah'? Ini Faktanya
Potret Gemas Sabin Anak Bintang Emon & Alca Octaviani yang Baru Aqiqah
Pernah Diselingkuhi Eks Suami 11 Kali, Akhirnya Penyanyi Ini Bahagia Dinikahi Mantan Menpora
Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Sampah Dapur untuk Menyuburkan Tanaman
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Coffee Machine Terbaik untuk Bikin Kopi ala Kafe di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Catokan Pelurus Rambut Terbaik untuk Styling Praktis di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Pink Anti Lengket & Awet, Koleksi Cantik Bikin Semangat Masak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Prasmanan Stainless Satu Set Terbaik dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Contoh Desain Kartu Ucapan Tasyakuran Kelahiran Anak
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Peran Sel Imun saat Hamil, Ternyata Tak Hanya Melindungi Tubuh
8 Cara Mengenali Orang IQ Rendah saat Berinteraksi dengan Orang Lain Menurut Riset
Flu Saat Hamil Bikin Plasenta 'Lelah'? Ini Faktanya
Potret Gemas Sabin Anak Bintang Emon & Alca Octaviani yang Baru Aqiqah
9 Drama Korea Romantis tentang Bos dan Sekretaris, Ada Love in Disguise
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
7 Langkah Mengeringkan dan Mencatok Rambut Tanpa Bikin Rambut Kering
-
Beautynesia
Tertarik Coba IPL Ketiak untuk Hilangkan Rambut? Kenali Manfaat dan Efek Sampingnya
-
Female Daily
Ming Xi Comeback di Victoria’s Secret 2026, Perjalanan Supermodel Dari China yang Kembali Mencuri Perhatian!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ronaldo Berharta Rp 36 Triliun, Intip 8 Gaya Georgina Bawa Tas Seharga Rumah
-
Mommies Daily
Ada Hantu dari Pisang! 7 Resep Camilan Halloween yang Mudah Dibuat Bersama Anak