kehamilan
Peran Sel Imun saat Hamil, Ternyata Tak Hanya Melindungi Tubuh
HaiBunda
Minggu, 25 Oct 2026 09:20 WIB
Kehamilan bisa memicu berbagai perubahan dalam tubuh perempuan, salah satunya berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh. Sistem imun berperan penting dalam menjaga kesehatan ibu selama hamil sekaligus membantu tubuh menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yang terjadi.
Menariknya, sistem kekebalan tubuh selama hamil tidak hanya bekerja untuk melawan virus dan bakteri, tetapi juga mengalami penyesuaian agar dapat mendukung proses tumbuh kembang janin, Bunda. Tim peneliti dari MedUni Vienna menunjukkan bahwa lingkungan plasenta dapat memprogram ulang sel-sel imun tertentu (neutrofil), sehingga dapat mendukung proses perkembangan alih-alih memicu respons inflamasi yang berbahaya.
Perlu diketahui, neutrofil merupakan bagian dari lini pertahanan pertama sistem kekebalan tubuh dan paling dikenal karena kemampuannya melawan patogen. Namun, pada awal kehamilan, beberapa sel ini tampaknya mengambil peran yang berbeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir aman EurekAlert, pada awal kehamilan, sel-sel plasenta khusus bermigrasi ke lapisan rahim. Di sana, sel-sel tersebut menambatkan plasenta pada jaringan ibu dan membantu membentuk kembali pembuluh darah. Proses-proses tersebut dapat memastikan pasokan darah yang cukup ke embrio dan sangat penting untuk keberhasilan kehamilan.
Nah, dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Science Immunology, para peneliti menemukan jumlah neutrofil yang sangat banyak. Sel-sel ini sangat berbeda dari neutrofil yang beredar di dalam darah. Dalam percobaan laboratorium, neutrofil jaringan meningkatkan motilitas sel plasenta, mendukung migrasi sel-sel tersebut ke jaringan ibu.
Sel imun yang diprogram ulang mendukung plasenta
Para peneliti menunjukkan bahwa sinyal dari lingkungan plasenta dapat mengubah perilaku awal neutrofil dari darah yang bersifat merusak. Setelah diprogram ulang, neutrofil tidak lagi menyebabkan kerusakan dan malah mendukung pergerakan sel plasenta.
Secara khusus, neutrofil jaringan melepaskan MMP-9 lalu membantu memprogram ulang neutrofil yang berasal dari darah. Secara bersamaan, temuan ini menunjukkan bagaimana sel plasenta dan neutrofil ibu bisa saling memengaruhi.
Pertukaran dua arah ini juga menggambarkan betapa mudahnya neutrofil beradaptasi. Neutrofil dapat melawan patogen dan memicu respons inflamasi atau mendukung proses perkembangan normal.
Namun meski temuan studi ini cukup menjanjikan, penelitian lebih lanjut tetap dibutuhkan untuk mengetahui pengaruhnya pada komplikasi kehamilan.
Perubahan sistem kekebalan tubuh saat hamil terjadi pada waktu yang tepat
Studi terkait sistem kekebalan tubuh ibu hamil sudah banyak dilakukan oleh ilmuwan. Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Science Immunology pada tahun 2017, para ilmuwan dari Stanford University School of Medicine mengungkap perubahan sistem kekebalan tubuh yang terjadi pada perempuan selama kehamilan.
Temuan studi ini mengungkapkan bahwa ada jam imun dalam kehamilan. Jam tersebut dapat membantu dokter memprediksi kelahiran prematur.
"Kehamilan adalah kondisi imunologis yang unik. Kami menemukan bahwa waktu perubahan sistem kekebalan tubuh mengikuti pola yang tepat dan dapat diprediksi pada kehamilan normal," kata penulis senior studi, Brice Gaudilliere, MD, PhD, melansir dari laman Stanford Bio-X.
Meskipun para dokter telah lama mengetahui bahwa sistem kekebalan tubuh ibu hamil menyesuaikan diri untuk mencegah tubuhnya menolak janin, belum ada yang menyelidiki cakupan penuh dari perubahan ini, atau bertanya apakah waktunya dikontrol dengan ketat.
"Sungguh menggembirakan bahwa ada jam imunologis kehamilan. Sekarang kita memiliki referensi untuk perkembangan normal sistem kekebalan tubuh selama kehamilan, kita dapat menggunakannya sebagai dasar untuk studi di masa mendatang guna memahami kapan sistem kekebalan tubuh seseorang tidak beradaptasi dengan kehamilan seperti yang kita harapkan," ujar penulis utama studi tersebut, Nima Aghaeepour, PhD.
Studi ini menggunakan sampel darah yang dikumpulkan dari 18 ibu hamil cukup bulan. Setiap ibu hamil memberikan empat sampel darah dari tiga trimester kehamilan dan enam minggu setelah melahirkan. Sampel dari kelompok tambahan yang terdiri dari 10 perempuan dengan kehamilan cukup bulan digunakan untuk memvalidasi temuan tersebut.
Demikian studi yang mengungkap peran sel imun saat hamil. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Pentingnya Pemeriksaan Tiroid untuk Persiapan & Saat Hamil
Kehamilan
Amankah Air Mengandung Flouride untuk Ibu Hamil? Simak Faktanya
Kehamilan
7 Cara Mengatasi Nyeri Ulu Hati saat Hamil
Kehamilan
Belajar dari Syahrini, Ketahui 7 Cara Menjaga Kehamilan Sehat di Usia 40 Tahunan
Kehamilan
Kencing Berbusa saat Hamil, Pertanda Apa?
7 Foto
Kehamilan
Intip 7 Potret Baby Moon Siti Badriah di Bali, Seru Bareng Suami Bun
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Tips Menjaga Sistem Imun atau Kekebalan Tubuh Ibu Hamil
Studi Temukan Ibu Hamil Punya 'Kekuatan Super' Menghalau Paparan Virus Flu
Ternyata Microbiome Ibu Hamil Bisa Membentuk Masa Depan Bayi, Apa Itu?