KEHAMILAN
Kisah Bunda Alami Kehamilan Heterotropik, Satu Embrio di Rahim dan Lainnya di Ovarium
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Sabtu, 12 Sep 2026 15:50 WIBKehamilan biasanya menjadi momen yang penuh harapan. Namun, seorang Bunda ini justru harus menghadapi kondisi langka yang nyaris mengancam nyawanya. Ia diketahui mengalami kehamilan heterotopik, yakni ketika satu embrio berkembang di dalam rahim, sementara embrio lainnya justru tumbuh di luar rahim.
Kisah tersebut dibagikan melalui Parents. Awalnya, Bunda tersebut mengalami nyeri hebat di salah satu sisi perut yang sempat dianggap sebagai gas selama kehamilan. Ternyata, rasa sakit itu disebabkan oleh embrio lain yang berkembang di ovarium dan kemudian mengalami ruptur hingga menyebabkan perdarahan internal.
Sempat dikira hanya sakit karena gas
Bunda tersebut sebelumnya menjalani perawatan kesuburan berupa intrauterine insemination (IUI). Pada pemeriksaan kehamilan usia 4, 5, dan 6 minggu, dokter menemukan satu embrio yang berkembang dengan baik di dalam rahim. Namun, sehari setelah pemeriksaan pada usia kehamilan 6 minggu, ia merasakan nyeri tajam yang datang dan pergi di sisi kanan perut.
Ia kemudian menghubungi tenaga medis. Karena sehari sebelumnya hasil USG menunjukkan kehamilan di dalam rahim dalam kondisi baik, rasa sakit tersebut awalnya dianggap berkaitan dengan gas selama kehamilan.
Sayangnya, nyeri tidak kunjung membaik. Rasa sakit bahkan semakin berat hingga membuatnya kesulitan bergerak. Beberapa jam kemudian, suaminya menemukan sang Bunda dalam kondisi meringkuk kesakitan di tempat tidur dan segera membawanya ke rumah sakit.
Ternyata mengalami perdarahan internal
Di rumah sakit, dokter kembali melakukan pemeriksaan USG transvaginal. Setelah pemeriksaan yang cukup lama, tim medis menemukan adanya perdarahan internal. Ia kemudian menjalani operasi darurat untuk mencari sumber perdarahan.
Dokter awalnya menduga perdarahan tersebut mungkin berasal dari kista ovarium yang pecah. Namun, saat operasi dilakukan, ditemukan kondisi yang jauh lebih langka. Ternyata terdapat embrio kedua yang menempel pada ovarium. Kehamilan tersebut mengalami ruptur dan menyebabkan perdarahan hebat.
Bunda tersebut akhirnya didiagnosis mengalami kehamilan heterotopik. Menariknya, operasi berhasil menyelamatkan kehamilan yang berkembang di dalam rahim sekaligus mempertahankan ovarinya. Tujuh bulan kemudian, ia melahirkan seorang bayi laki-laki dalam kondisi sehat.
Apa itu kehamilan heterotopik?
Kehamilan heterotopik adalah kondisi ketika kehamilan intrauterin dan kehamilan ektopik terjadi secara bersamaan. Artinya, satu embrio berhasil menempel dan berkembang di dalam rahim, sedangkan embrio lainnya justru menempel di luar rahim.
Lokasi kehamilan ektopik paling sering berada di tuba fallopi. Namun, dalam kasus yang lebih jarang, embrio dapat berkembang di lokasi lain seperti ovarium, leher rahim, atau rongga perut.
Pada kasus yang dialami Bunda dalam kisah ini, embrio kedua berkembang di ovarium. Kondisi tersebut sangat berbahaya karena kehamilan di luar rahim tidak dapat berkembang secara normal. Ketika jaringan kehamilan mengalami ruptur, pembuluh darah dapat mengalami perdarahan yang cukup banyak dan berpotensi mengancam nyawa.
Seberapa langka kehamilan heterotopik?
Kehamilan heterotopik termasuk kondisi yang sangat jarang, terutama pada kehamilan yang terjadi secara alami.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam European Journal of Obstetrics & Gynecology and Reproductive Biology menyebutkan angka kejadian kehamilan heterotopik spontan sekitar 1 dari 30.000 kehamilan. Risiko dapat meningkat pada kehamilan yang menggunakan teknologi reproduksi berbantu seperti IVF.
Studi lain juga menjelaskan bahwa penggunaan teknologi reproduksi berbantu dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kehamilan heterotopik. Faktor seperti transfer lebih dari satu embrio dan stimulasi ovarium diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko.
Meski demikian, bukan berarti setiap Bunda yang menjalani program kehamilan berbantu akan mengalami kondisi ini. Kehamilan heterotopik juga tetap dapat terjadi pada kehamilan alami. Karena itulah, dokter perlu mempertimbangkan kondisi ini ketika ibu hamil mengalami gejala yang mencurigakan, meskipun USG sebelumnya sudah menunjukkan adanya janin di dalam rahim.
Kenapa kehamilan heterotopik sulit dideteksi?
Salah satu tantangan terbesar dalam mendiagnosis kehamilan heterotopik adalah adanya janin yang terlihat berkembang normal di dalam rahim.
Ketika USG menunjukkan kantung kehamilan atau embrio di dalam rahim, kondisi tersebut dapat membuat dokter maupun pasien merasa lebih tenang. Padahal, keberadaan kehamilan intrauterin tidak otomatis menyingkirkan kemungkinan adanya kehamilan ektopik secara bersamaan.
Sebuah systematic review mengenai kehamilan heterotopik spontan menemukan bahwa nyeri perut merupakan salah satu gejala yang paling sering muncul. Diagnosis umumnya membutuhkan kombinasi pemeriksaan klinis dan USG, terutama USG transvaginal. Karena itu, keluhan nyeri perut yang menetap atau semakin berat selama kehamilan sebaiknya tidak dianggap sepele.
Kenali gejala kehamilan heterotopik
Gejalanya dapat menyerupai kondisi kehamilan lainnya. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
- Nyeri perut, terutama pada satu sisi
- Nyeri yang semakin berat atau menetap
- Pusing
- Lemas atau bahkan pingsan
- Perdarahan dari vagina
- Mual dan muntah
- Tanda-tanda kehilangan darah akibat perdarahan internal
Pada kondisi yang sudah menyebabkan ruptur dan perdarahan, ibu dapat mengalami keadaan gawat darurat. Jadi, Bunda yang sedang hamil dan mengalami nyeri perut hebat, terutama jika disertai pusing, lemas, perdarahan, atau ingin pingsan, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis.
Bagaimana kehamilan heterotopik ditangani?
Penanganan bergantung pada kondisi ibu, lokasi kehamilan ektopik, ada tidaknya ruptur atau perdarahan, serta kondisi kehamilan yang berada di dalam rahim. Pada kondisi tertentu, tindakan operasi diperlukan untuk mengatasi kehamilan ektopik dan menghentikan perdarahan. Tujuannya adalah menyelamatkan nyawa ibu sekaligus, bila memungkinkan, mempertahankan kehamilan yang berada di dalam rahim.
Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa pada pasien yang sangat terpilih dan kondisinya stabil, pendekatan konservatif atau observasi dapat dipertimbangkan. Namun, pilihan ini sangat bergantung pada kondisi klinis dan hasil pemeriksaan sehingga tidak dapat diterapkan pada semua kasus.
Pada kasus Bunda dalam kisah ini, operasi darurat berhasil mengatasi kehamilan ektopik yang mengalami ruptur sekaligus mempertahankan kehamilan intrauterin.
Kisah tersebut mengingatkan bahwa adanya janin di dalam rahim bukan berarti semua keluhan selama kehamilan pasti normal. Kehamilan heterotopik memang sangat jarang. Namun, kondisi ini dapat menjadi keadaan darurat apabila kehamilan ektopik mengalami ruptur dan menyebabkan perdarahan internal.
Terlebih bagi Bunda yang menjalani program kesuburan, dokter mungkin akan memberikan pemantauan lebih ketat karena teknologi reproduksi berbantu diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko kehamilan heterotopik.
Yang tidak kalah penting, Bunda juga perlu mendengarkan tubuh sendiri. Jika muncul nyeri yang terasa berbeda dari biasanya, semakin berat, atau disertai pusing, lemas, perdarahan maupun pingsan, jangan ragu segera menghubungi dokter atau pergi ke fasilitas kesehatan. Jangan menganggap semua nyeri saat hamil hanya sebagai keluhan biasa, ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Pamer Baby Bump, Brisia Jodie Umumkan Hamil Anak Pertama
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mengenal Kehamilan Heterotopik, Penyebab, Risiko & Penanganannya
Sempat Tak Sadar Hamil Ektopik, Wanita Ini Melahirkan Bayi yang Tumbuh di Organ Perut
Mengenal Kehamilan Ektopik Terganggu, Ketahui juga Beragam Gejalanya
Bila Pernah Mengalami Kehamilan Ektopik, Bagaimana Peluang Bunda untuk Hamil Lagi?
TERPOPULER
Potret Pasha Ungu dan Adelia Ibadah Umroh Bersama Kedua Putri
Kisah Bunda Alami Kehamilan Heterotropik, Satu Embrio di Rahim dan Lainnya di Ovarium
3 Cerita Dongeng Kelinci yang Baik Hati, Penuh Pesan Moral untuk Anak
Resep Ayam Bakar Ungkep Kuning, Simple dan Bikin Nagih
Kisah Perempuan Turun BB 20 Kg dengan Diet Air Putih, Berujung Kesulitan Jalan
REKOMENDASI PRODUK
Waspada Abu Vulkanik, Ini 5 Barang Sebaiknya Dimiliki di Rumah untuk Lindungi Keluarga
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sandal Jepit Perempuan yang Stylish dan Nyaman untuk Berbagai Aktivitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Kompor Portable Terbaik untuk Dapur dan Aktivitas Outdoor
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan untuk Masak Nasi Goreng yang Bagus, Anti Lengket, dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Bibit Timun Unggul & Terbaik
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Karakter Orang yang Suka Jalan Mondar-mandir saat Merasa Cemas Menurut Psikologi
3 Cerita Dongeng Kelinci yang Baik Hati, Penuh Pesan Moral untuk Anak
Kisah Bunda Alami Kehamilan Heterotropik, Satu Embrio di Rahim dan Lainnya di Ovarium
Resep Ayam Bakar Ungkep Kuning, Simple dan Bikin Nagih
Potret Pasha Ungu dan Adelia Ibadah Umroh Bersama Kedua Putri
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Helm Road Bike Beda Harga Beda Fitur, Ini Bedanya di Tiap Tingkatan
-
Beautynesia
5 Zodiak yang Menyukai Kemewahan
-
Female Daily
Jangan Cuma Andalkan Facial Wash, Ini Alasan Double Cleansing Wajib Dicoba
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Sinopsis Undisputed 4: Boyka Is Back di Bioskop Trans TV Hari Ini
-
Mommies Daily
8 Resep Camilan dari Pisang yang Mudah Dibuat, Enak, dan Anti Gagal