HaiBunda

KEHAMILAN

Hamil Alami dan IVF, Apakah Gejalanya Berbeda? Ini Penjelasannya

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Selasa, 15 Sep 2026 14:05 WIB
Hamil Alami dan IVF, Apakah Gejalanya Berbeda? Ini Penjelasannya/Foto: Getty Images/Jajah-sireenut
Jakarta -

Banyak pejuang garis dua tak menyadari gejala kehamilan dengan teknologi berbantuan seperti IVF karena banyaknya prosedur yang perlu dijalaninya. Sebenarnya, apakah gejala hamil IVF sama dengan kehamilan alami? Ini penjelasannya.

Bagi sebagian pasangan suami istri, mendapatkan anak bukan hal yang mudah sehingga perlu menjalani program bayi tabung atau IVF. Dengan prosedur ini, sebagian besar pasutri pun merasa terbantu untuk sukses mendapatkan keturunan.

Ya, teknologi in vitro fertilization atau IVF memang terus berkembang dari waktu ke waktu. Sehingga, peluang pasangan untuk mendapatkan anak lebih besar. Namun, bagaimana dengan proses dan gejala kehamilan dari IVF  itu sendiri, apakah sama dengan kehamilan alami? Cari tahu, yuk!


Apakah ada perbedaan gejala antara kehamilan alami dan IVF?

Dalam beberapa tahun terakhir, program IVF menjadi solusi yang semakin praktis bagi banyak pasangan yang sedang berjuang dengan infertilitas. Seiring teknologi reproduksi canggih ini terus berkembang dan lebih mudah diakses, banyak pasangan pun ingin mencari tahu lebih lanjut terkait program ini.

Selain informasi mengenai prosedur atau tahapan dalam IVF yang ingin mereka ketahui, banyak pasangan juga ingin banyak tahu mengenai perbedaan antara kehamilan IVF dan juga kehamilan alami, Bun.

Pada dasarnya, tahap awal kehamilan IVF tentunya sedikit berbeda dari kehamilan alami. Sebab, kehamilan itu sendiri hampir tidak dapat dibedakan setelah embrio berhasil tertanam di rahim. 

Nah, sebelum benar-benar memahami perbedaan keduanya, penting terlebih dahulu membedah dasar-dasar proses IVF ya, Bunda. Seperti diketahui bahwa dalam konsepsi alami, sel telur perempuan dibuahi oleh sperma di dalam tuba fallopi. Kemudian, sel telur yang telah dibuahi, atau zigot, kemudian bergerak ke rahim di mana ia berimplan dan berkembang menjadi embrio dan janin. 

Sebaliknya, pada proses program IVF ada berbagai langkah kompleks yang tak banyak diketahui, diantaranya sebagai berikut:

1. Stimulasi ovarium

Di tahap ini, perempuan biasanya mengonsumsi banyak obat kesuburan untuk merangsang ovarium guna menghasilkan beberapa sel telur matang untuk diambil.

2. Pengambilan sel telur

Langkah kedua ini yakni tim medis akan mengambil sel telur matang dari ovarium perempuan melalui prosedur bedah kecil.

3. Pembuahan

Setelah sel telur diambil, kemudian sel telur tersebut digabungkan dengan sperma dalam wadah di laboratorium, di mana pembuahan terjadi. Kemudian, telut yang sudah dibuahi dibiarkan berkembang menjadi embrio.

4. Transfer embrio

Satu atau lebih dari embrio yang ada akan dipilih dan dipindahkan ke rahim perempuan menggunakan kateter tipis. Sementara, sisa embrio berkualitas lainnya dapat dibekukan untuk kemungkinan penggunaan di masa depan.

5. Implantasi

Dalam fase ini, embrio yang dipindahkan menempel di lapisan rahim, dan akhirnya dimulailah tahap kehamilan.

Apa yang terjadi pada dua minggu pertama kehamilan IVF dan kehamilan alami?

Perbedaan utama dari kehamilan IVF dan kehamilan alami setelah dua minggu pertama yakni adanya tingkat kesadaran. Dalam kehamilan alami, kebanyakan perempuan tidak menyadari kehamilan mereka sampai muncul haid yang terlewat atau gejala lain, sering kali sebulan atau lebih setelah kehamilan dimulai.

Kesadaran yang meningkat ini dapat menyebabkan kecemasan yang meningkat dan sensitivitas terhadap gejala kehamilan awal. Selain itu, obat kesuburan yang diminum selama IVF dapat meniru gejala kehamilan seperti kelelahan, kembung, mual, dan nyeri payudara.

Hal ini juga dapat membuat penantian dua minggu antara transfer embrio dan tes kehamilan resmi menjadi sangat menantang bagi pasien IVF. Penting diketahui bahwa tes kehamilan di rumah pada tahap ini mungkin tidak dapat diandalkan bagi pasien IVF. Karena tubuh mereka mungkin masih memiliki kadar hormon yang tinggi akibat obat kesuburan. Satu-satunya cara untuk memastikan kehamilan dengan pasti ialah dengan menunggu tes darah resmi di klinik kesuburan.

Menginjak usia kehamilan 10 minggu, jika semuanya baik-baik saja biasanya pasien IVF akan dilepaskan ke perawatan dokter kandungan biasa. Sejak saat itu, kehamilan hampir tidak dapat dibedakan lagi dari kehamilan alami. 

Ini merupakan fase penting yang menandai berakhirnya pemantauan dan perawatan yang lebih ketat yang diberikan spesialis kesuburan. Meskipun ada saja kecemasan dari pasien IVF sampai mereka melahirkan. 

Gejala dan komplikasi kehamilan

Gejala kehamilan IVF pada dasarnya sama saja dengan kehamilan alami. Tetapi, pasien IVF lebih sadar dan sensitif terhadap perubahan yang dialaminya. Gejala kehamilan seperti morning sickness, perubahan suasana hati, sering buang air kecil, dan keinginan akan yang tidak biasa merupakan pengalaman umum baik untuk kehamilan IVF dan kehamilan alami seperti dikutip dari laman Welllifehospital.

Namun, penting diketahui bahwa beberapa komplikasi mungkin lebih umum terjadi pada kehamilan IVF. Kondisi seperti tekanan darah tinggi, diabetes gestasional, anemia, keterbatasan pertumbuhan, dan persalinan prematur terkadang lebih sering terjadi pada kehamilan IVF. Hal ini terutama karena perempuan yang menjalani IVF sering berada di usia ibu yang lanjut dan mungkin mereka memiliki masalah hormonal atau medis yang mendasarinya.

Untuk itu, sangat penting bagi pasien IVF bekerja sama dengan tim medis guna memantau potensi komplikasi yang ada sehingga bisa ditangani sesegera mungkin. Selain itu, pasien IVF juga perlu membarenginya dengan kunjungan prenatal rutin, USG, tes skrining guna membantu memastikan kehamilan dan bayi yang sehat.

Kesimpulannya, meskipun pada tahap awal kehamilan IVF mungkin sedikit berbeda dari kehamilan alami karena kesadaran yang tinggi dan intervensi medis yang terlibat, kehamilan keduanya hampir tidak dapat dibedakan setelah embrio berhasil tertanam di rahim.

Gejala, komplikasi, proses persalinan, dan hasil jangka panjang semuanya sangat mirip antara kehamilan IVF dan kehamilan alami. Meski demikian, penting bagi pasien IVF untuk memahami bahwa kehamilan mereka tidak kalah normal dibandingkan dengan kehamilan alami.

Dengan dukungan dan informasi yang tepat, pejuang IVF dapat menikmati perjalanan kehamilan dan menjadi orang tua seperti ibu hamil lainnya. Selain itu, dengan memahami kesamaan antara IVF dan kehamilan alami, kita semua dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih positif dan mendukung semua keluarga tanpa memandang bagaimana latar kehamilan dari anak-anak yang mereka kandung.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Pamer Baby Bump, Brisia Jodie Umumkan Hamil Anak Pertama

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Keseruan Geng Mona Ratuliu hingga Meisya Siregar Girls Trip ke Bandung

Mom's Life Amira Salsabila

Sosok Christina Pusporini Messakh, Istri Menkeu Baru Suahasil Nazara yang Gantikan Purbaya

Mom's Life Annisa Karnesyia

Nasi Cepat Basi? Coba 7 Tips Ini agar Tahan Lama

Mom's Life Arina Yulistara

Hamil Alami dan IVF, Apakah Gejalanya Berbeda? Ini Penjelasannya

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Jessica Mila Umumkan Kehamilan Kedua, Kabar Bahagia Disambut Penuh Sukacita

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027 Ditetapkan, Cek Daftar Tanggal Merah hingga Long Weekend

Keseruan Geng Mona Ratuliu hingga Meisya Siregar Girls Trip ke Bandung

Hamil Alami dan IVF, Apakah Gejalanya Berbeda? Ini Penjelasannya

Nasi Cepat Basi? Coba 7 Tips Ini agar Tahan Lama

Andre Taulany Tanggapi Kabar Pernikahan dengan Amanda Rigby

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK