HaiBunda

KEHAMILAN

Posisi Janin di Sebelah Kanan, Benarkah Menandakan Bayi Laki-laki atau Perempuan?

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Minggu, 20 Sep 2026 11:10 WIB
Posisi Janin di Sebelah Kanan, Benarkah Menandakan Bayi Laki-laki atau Perempuan?/Foto: Getty Images/FatCamera
Jakarta -

Saat hamil, Bunda mungkin pernah mendengar berbagai cara untuk menebak jenis kelamin bayi tanpa pemeriksaan medis. Salah satunya adalah melihat posisi janin di dalam rahim.

Ada anggapan bahwa jika janin lebih sering berada di sebelah kanan perut, bayi yang dikandung adalah laki-laki. Sementara itu, janin yang berada di sebelah kiri disebut-sebut menandakan bayi perempuan.

Namun, benarkah posisi janin di sebelah kanan bisa menunjukkan apakah bayi laki-laki atau perempuan?


Posisi janin di sebelah kanan laki-laki atau perempuan?

Secara medis, posisi janin di sebelah kanan tidak dapat digunakan untuk menentukan jenis kelamin bayi. Janin yang lebih sering berada di sisi kanan rahim bisa berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan.

Sampai saat ini, tidak ada dasar ilmiah yang menjadikan posisi kanan atau kiri janin sebagai metode untuk menentukan jenis kelamin bayi. Posisi janin sendiri dapat berubah selama kehamilan. Terutama pada usia kehamilan ketika ruang di dalam rahim masih cukup luas, bayi dapat bergerak dan berpindah posisi.

Jadi, apabila saat pemeriksaan USG dokter melihat janin berada di sebelah kanan, kondisi tersebut tidak berarti bayi pasti laki-laki.

Penelitian mengenai penentuan jenis kelamin janin umumnya berfokus pada pemeriksaan anatomi melalui ultrasonografi (USG) atau pemeriksaan kromosom, bukan pada posisi janin di sebelah kanan atau kiri.

Salah satu penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Ultrasound mengevaluasi penentuan jenis kelamin janin menggunakan USG pada trimester pertama. Dari 672 janin, jenis kelamin dapat diprediksi melalui USG pada 608 janin. Dari jumlah tersebut, 532 prediksi atau sekitar 87,5 persen sesuai dengan jenis kelamin sebenarnya. Akurasinya juga dipengaruhi oleh usia kehamilan dan ukuran janin.

Studi lain yang melibatkan 2.593 janin juga meneliti penggunaan USG untuk mengidentifikasi jenis kelamin pada trimester pertama. Penentuan jenis kelamin dapat dilakukan pada sebagian besar kasus yang dapat dievaluasi, dengan menggunakan gambaran anatomi genital janin sebagai dasar penilaian.

Hal ini menunjukkan bahwa ketika jenis kelamin janin ingin diketahui melalui USG, yang diperhatikan adalah struktur anatomi dan perkembangan genital janin, bukan apakah tubuh bayi berada di sisi kanan atau kiri rahim.

Kenapa posisi janin bisa berada di sebelah kanan?

Ada sejumlah faktor yang dapat membuat Bunda lebih sering merasakan gerakan atau keberadaan janin di salah satu sisi perut.

1. Usia kehamilan

Pada awal hingga pertengahan kehamilan, janin masih mempunyai ruang yang cukup untuk bergerak. Karena itu, posisinya dapat berubah-ubah dari waktu ke waktu. Bayi bisa berada di kanan, kiri, atas, bawah, atau melintang di dalam rahim.

Ketika usia kehamilan semakin besar, ruang gerak bayi menjadi lebih terbatas. Menjelang persalinan, posisi janin biasanya mulai lebih menetap.

2. Posisi tubuh janin

Bukan hanya letak tubuh bayi yang perlu diperhatikan, tetapi juga bagaimana bayi sedang menghadap. Misalnya, jika punggung bayi berada di salah satu sisi rahim, Bunda mungkin lebih banyak merasakan tendangan di sisi yang berlawanan karena kaki bayi mengarah ke sana.

Karena itu, gerakan yang terasa lebih dominan di sebelah kanan atau kiri tidak dapat digunakan untuk menebak jenis kelamin.

3. Letak plasenta

Posisi plasenta juga dapat memengaruhi bagaimana gerakan janin dirasakan oleh ibu. Jika plasenta berada di bagian depan rahim, misalnya, gerakan bayi mungkin terasa berbeda dibandingkan ketika plasenta berada di bagian belakang.

Artinya, sensasi gerakan yang dirasakan Bunda tidak hanya dipengaruhi oleh jenis kelamin bayi.

Apakah posisi janin bisa berubah?

Ya, posisi janin dapat berubah berkali-kali selama kehamilan.

Pada usia kehamilan yang lebih muda, janin masih relatif kecil dibandingkan ruang di dalam rahim sehingga dapat bergerak dengan leluasa.

Itulah sebabnya pada satu pemeriksaan USG janin mungkin terlihat berada di sebelah kanan, sementara pada pemeriksaan berikutnya posisinya sudah berubah.

Jadi, posisi janin pada satu waktu tidak bisa dijadikan patokan untuk memprediksi jenis kelaminnya.

Bagaimana cara mengetahui jenis kelamin bayi?

Jika Bunda ingin mengetahui jenis kelamin bayi, pemeriksaan medis dapat memberikan informasi yang lebih dapat diandalkan.

1. USG

USG dapat digunakan untuk melihat perkembangan dan anatomi janin. Pada usia kehamilan tertentu, dokter dapat melihat struktur genital janin jika posisi bayi memungkinkan.

ACOG merekomendasikan pemeriksaan USG trimester kedua untuk menilai struktur janin, yang umumnya dilakukan pada usia kehamilan 18–22 minggu. Namun, kemampuan melihat jenis kelamin melalui USG tetap dapat dipengaruhi oleh usia kehamilan, posisi janin, kualitas gambar, dan kondisi pemeriksaan.

2. Pemeriksaan Cell-Free DNA

Jenis kelamin kromosom juga dapat diketahui melalui analisis cell-free DNA (cfDNA) yang terdapat dalam darah ibu. Pemeriksaan ini terutama digunakan sebagai skrining kelainan kromosom, bukan sekadar untuk menentukan apakah bayi laki-laki atau perempuan.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), pemeriksaan cfDNA dapat dilakukan mulai sekitar usia kehamilan 10 minggu dan dapat memberikan informasi mengenai kromosom seks. Namun, pemeriksaan ini merupakan tes skrining, sehingga hasilnya tidak sama dengan diagnosis definitif.

3. Posisi janin kanan atau kiri bukan penentu jenis kelamin

Jadi, jika Bunda bertanya, “Posisi janin sebelah kanan laki-laki atau perempuan?”, jawabannya adalah tidak bisa ditentukan dari posisi tersebut. Janin yang berada di sebelah kanan bisa berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan. Begitu pula janin yang berada di sebelah kiri.

Sampai saat ini, penelitian mengenai penentuan jenis kelamin janin berfokus pada pemeriksaan seperti USG untuk melihat anatomi janin dan pemeriksaan genetik tertentu, bukan pada posisi kanan atau kiri janin.

Jadi, tidak masalah jika Bunda penasaran dan mencoba menebak jenis kelamin Si Kecil berdasarkan posisi atau gerakannya. Namun, anggaplah hal tersebut sebagai bagian dari mitos atau permainan tebak-tebakan kehamilan, bukan sebagai metode medis.

Untuk mengetahui jenis kelamin bayi dengan lebih akurat, Bunda dapat mendiskusikannya dengan dokter kandungan dan memilih pemeriksaan yang sesuai dengan usia serta kondisi kehamilan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Kabar Bahagia! Jessica Mila Umumkan Hamil Anak Kedua

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

11 Ciri Perempuan Independen, Punya Karakter yang Bikin Orang Kagum

Mom's Life Elia Amaliana

Potret 2 Anak Ira Swara yang Sudah Dewasa, Tak Gengsi Hidup Sederhana saat Ekonomi Keluarga Sulit

Mom's Life Annisa Karnesyia

150 Nama Bayi Terinspirasi Bunga Matahari dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

Posisi Janin di Sebelah Kanan, Benarkah Menandakan Bayi Laki-laki atau Perempuan?

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Hamil 20 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

11 Ciri Perempuan Independen, Punya Karakter yang Bikin Orang Kagum

7 Rekomendasi Slow Juicer Tanpa Ampas, Cocok untuk Pencinta Jus Segar

Posisi Janin di Sebelah Kanan, Benarkah Menandakan Bayi Laki-laki atau Perempuan?

150 Nama Bayi Terinspirasi Bunga Matahari dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan

Potret 2 Anak Ira Swara yang Sudah Dewasa, Tak Gengsi Hidup Sederhana saat Ekonomi Keluarga Sulit

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK