kehamilan
Posisi Janin Sebelah Kanan Laki-laki, Sebelah Kiri Perempuan: Mitos atau Fakta?
HaiBunda
Rabu, 04 Mar 2026 09:55 WIB
Banyak ibu hamil yang bertanya-tanya apakah posisi janin sebelah kanan laki-laki atau perempuan. Pasalnya ada kepercayaan populer yang mengatakan bahwa kalau janin lebih sering berada di sebelah kanan perut, itu tanda bayi laki-laki. Sebaliknya, janin di sebelah kiri dianggap sebagai tanda bayi perempuan. Namun, apakah ini fakta atau mitos? simak yuk Bunda penjelasan berikut.
Salah satu mitos yang beredar di masyarakat adalah jenis kelamin bayi bisa diketahui dari posisinya di dalam perut. Jika posisi janin sebelah kanan laki-laki dan sebelah kiri berarti perempuan. Padahal informasi yang beredar terkadang tidak terbukti kebenarannya lho, Bunda.
Selama kehamilan, janin akan bergerak dan berubah posisi di dalam rahim. Posisi janin di kiri atau kanan bukanlah sesuatu yang tetap, karena janin bisa bergerak bebas sepanjang masa kehamilan tergantung aktivitasnya dan ruang dalam rahim, lho Bunda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Posisi janin yang yang bergerak ke kiri atau kanan bisa Bunda rasakan saat memasuki usia kehamilan 16 minggu. Bahkan, pada usia kandungan 28 minggu, gerakan janin akan makin aktif sehingga membuat bayi sering berpindah-pindah posisi, baik ke kiri maupun kanan.
Mitos atau fakta? Posisi janin atau letak plasenta tentukan jenis kelamin
Mengutip laman Babycenter, faktanya, sampai saat ini tidak ada bukti ilmiah atau penelitian yang menyebutkan posisi janin bisa menentukan jenis kelamin. Meski penelitian teori Ramzi mengklaim posisi janin atau letak plasenta yang sedang berkembang dapat mengungkap jenis kelamin bayi.
Jika plasenta terbentuk di sisi kanan rahim, bayi kemungkinan besar berjenis kelamin laki-laki. Sebaliknya, jika plasenta terbentuk di sisi kiri rahim, maka kemungkinan besar bayinya adalah perempuan.
Namun tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa metode ini benar-benar berhasil, dan para ahli medis arus utama menolaknya. Justru ada bukti yang membantahnya. Sebuah studi dari Australia yang dipublikasikan dalam jurnal Ultrasound in Obstetrics & Gynecology menguji teori ini dan menemukan tidak ada hubungan antara lokasi plasenta dengan jenis kelamin bayi.
Organisasi medis profesional, termasuk American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), tidak mengakui teori Ramzi. Seorang juru bicara ACOG menyatakan bahwa “sangat kecil kemungkinannya” lokasi plasenta atau posisi janin dapat memberikan petunjuk tentang jenis kelamin janin.
Itu artinya posisi janin di sisi kanan untuk laki-laki atau kiri untuk perempuan bukan fakta ilmiah, melainkan mitos yang menyenangkan untuk dibicarakan tetapi tidak bisa jadi patokan pasti ya, Bunda.
Cara akurat untuk mengetahui jenis kelamin bayi
Mengutip Healthline dan Babycenter, ada beberapa cara yang lebih tepat untuk menentukan jenis kelamin bayi. Salah satunya adalah melalui pemeriksaan USG untuk melihat organ kelamin bayi.
Selain itu, tes yang mendeteksi kelainan kromosom juga dapat menunjukkan jenis kelamin bayi. Tes tersebut meliputi noninvasive prenatal testing (NIPT) tes yang dilakukan dengan tes darah sekitar 10 minggu yang bisa melihat kromosom bayi sejak usia kehamilan 10 minggu. Tes ini memiliki tingkat akurasi sekitar 99 persen dalam menentukan jenis kelamin bayi.
Lalu chorionic villus sampling (CVS), pada tes ini, dokter mengambil sampel sel dari plasenta dan mengirimkannya ke laboratorium untuk analisis genetik. Biasanya dilakukan antara usia kehamilan 10 hingga 13 minggu. Tes ini dapat mendeteksi berbagai kelainan kromosom sekaligus mengetahui jenis kelamin bayi, tetapi memiliki sedikit risiko keguguran. CVS dapat mengungkap jenis kelamin bayi dalam satu atau dua hari.
Kemudian amniosentesis, tes ini melibatkan pengambilan sampel cairan yang mengelilingi bayi di dalam rahim, yang disebut cairan ketuban. Biasanya dilakukan antara usia kehamilan 15 hingga 20 minggu untuk mendeteksi cacat lahir dan kelainan kromosom. Seperti CVS, amniosentesis juga dapat mengetahui jenis kelamin bayi dalam waktu satu atau dua hari dan memiliki sedikit risiko keguguran.
Meski demikian, tes-tes ini pada dasarnya digunakan untuk mendiagnosis kelainan struktural dan kondisi genetik, bukan khusus untuk menentukan jenis kelamin bayi. Oleh karena itu, dokter dan tenaga kesehatan tidak merekomendasikan pemeriksaan tersebut semata-mata untuk mengetahui jenis kelamin bayi.
Demikian Bunda penjelasan mitos dan fakta tentang posisi janin sebelah kanan laki-laki dan sebelah kiri perempuan. Semoga informasinya bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Beragam Mitos Kehamilan Populer & Masih Dipercaya Banyak Bumil di Dunia, Simak Faktanya
Kehamilan
Posisi Janin Melintang: Ciri, Penyebab, Posisi Tidur, dan Tips agar Kembali Normal
Kehamilan
Cara Membedakan Kepala dan Bokong Janin tanpa USG, Coba yuk Bumil
Kehamilan
Hamil Bayi Laki-laki atau Perempuan ya? Ketahui Pasti dengan 4 Tes Medis Ini Bun
Kehamilan
7 Cara agar Posisi Kepala Bayi Menghadap ke Bawah supaya Mudahkan Persalinan
5 Foto
Kehamilan
5 Potret Kehamilan Terbaru Gracia Indri, Ajak Netizen Tebak Gender Babynya
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
4 Kondisi yang Dipercaya Jadi Tanda Bunda Hamil Anak Laki-laki
7 Cara Memilih Jenis Kelamin Bayi saat Program Hamil, Mana yang Lebih Akurat?
Apa Benar Ada Tanda Bentuk Pusar Hamil Bayi Laki-laki? Ini Faktanya