KEHAMILAN
Bunda Tidak Bahagia dengan Kehamilannya, Apakah Berdosa? Ini Pandangan Islam
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Senin, 12 Oct 2026 11:35 WIBKehamilan sering digambarkan sebagai masa yang membahagiakan. Namun, kenyataannya tidak semua perempuan dapat menikmati kehamilannya dengan perasaan yang sama. Ada Bunda yang justru merasa lelah, sedih, takut, cemas, atau merasa berat menjalani kehamilan.
Lantas, bagaimana pandangan Islam jika seorang ibu hamil merasa tidak bahagia dengan kehamilannya? Apakah perasaan tersebut membuatnya berdosa?
Menurut penjelasan para ulama yang bersumber dari Rumaysho, Muslim.or.id, dan Al Manhaj, perasaan berat atau tidak menyukai suatu keadaan tidak otomatis membuat seseorang berdosa. Hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana seseorang menyikapi takdir Allah melalui hati, ucapan, dan perbuatannya.
Ibu hamil tidak bahagia, apakah berdosa?
Rasa sedih, lelah, takut, atau berat menjalani kehamilan merupakan sesuatu yang dapat dirasakan seseorang. Namun, dalam menghadapi takdir yang tidak disukai, seorang Muslim diperintahkan untuk bersabar dan tidak menunjukkan sikap murka terhadap ketetapan Allah.
Dalam Islam, munculnya perasaan tersebut pada dasarnya bukan dosa. Sebab, perasaan yang muncul di dalam hati tidak selalu berada dalam kendali seseorang.
Allah SWT berfirman:
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."
(QS Al-Baqarah: 286)
Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan bahwa Allah memaafkan apa yang terlintas dalam hati selama seseorang tidak mengucapkannya atau mengerjakannya.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah memaafkan umatku atas apa yang terlintas dalam hatinya, selama ia tidak mengucapkannya atau mengamalkannya."
(HR Bukhari dan Muslim)
Dengan demikian, ketika seorang Bunda merasa lelah, sedih, takut menghadapi persalinan, atau bahkan merasa tidak menikmati kehamilannya, perasaan tersebut tidak serta-merta membuatnya berdosa.
Rumaysho menjelaskan bahwa dalam menghadapi musibah atau takdir yang terasa pahit, seorang Muslim hendaknya bersabar dengan menahan diri agar tidak menunjukkan kegelisahan melalui lisan, hati, maupun anggota badan. Artinya, merasa berat bukan sama dengan murka terhadap Allah.
Seorang Bunda mungkin merasa, "Kehamilan ini ternyata sangat melelahkan," atau merasa takut menghadapi persalinan. Perasaan tersebut berbeda dengan mengatakan atau meyakini bahwa Allah telah menzaliminya karena memberikan kehamilan tersebut.
Rumaysho juga menjelaskan bahwa kesedihan tidak selalu tercela. Kesedihan dapat menjadi sesuatu yang terpuji apabila seseorang tetap bersabar dan tidak melampiaskannya dengan perbuatan yang dilarang.
Sabar bukan berarti harus selalu merasa bahagia
Ini bagian yang penting untuk dipahami, Bunda. Dalam Islam, sabar tidak berarti seseorang harus merasa senang terhadap sesuatu yang secara alami terasa berat.
Dikutip dari Al Manhaj menjelaskan bahwa sabar ketika menghadapi takdir yang pahit berarti menahan diri dari murka, menahan lisan dari keluh kesah, dan mengendalikan anggota tubuh dari tindakan yang menunjukkan penolakan terhadap takdir Allah.
Jadi, seorang Bunda tetap bisa merasa lelah atau tidak nyaman menjalani kehamilan, tetapi berusaha menerima bahwa kehamilan tersebut merupakan bagian dari takdir Allah.
Bahkan dalam penjelasan yang dimuat Muslim.or.id, terdapat perbedaan antara ridha terhadap musibah dan sabar menghadapi musibah. Ridha terhadap musibah itu sendiri disebut sebagai sesuatu yang dianjurkan, sedangkan sabar dalam menghadapi ketetapan Allah merupakan kewajiban. Dengan kata lain, Bunda tidak perlu memaksakan diri untuk merasa bahagia setiap saat. Yang perlu diusahakan adalah tetap bersabar dan tidak menentang ketetapan Allah.
Apa yang tidak boleh dilakukan saat merasa berat?
Ketika merasa tidak bahagia dengan kehamilan, seorang muslim perlu berhati-hati agar kesedihan tersebut tidak berubah menjadi sikap murka kepada Allah.
Al Manhaj menjelaskan bahwa orang yang menghadapi musibah terbagi dalam beberapa keadaan. Salah satunya adalah orang yang murka terhadap musibah, baik melalui hati, lisan, maupun perbuatan. Sikap tersebut berbeda dengan orang yang sebenarnya tidak menyukai musibah, tetapi tetap menahan dirinya dan bersabar.
Jadi, ada perbedaan antara:
"Aku sangat lelah menjalani kehamilan ini."
dengan:
"Aku tidak terima Allah memberiku kehamilan ini."
Yang pertama menggambarkan kondisi seseorang yang sedang mengalami kesulitan. Sementara yang kedua dapat menjadi bentuk penolakan terhadap ketetapan Allah apabila memang dimaksudkan sebagai protes kepada-Nya. Karena itu, Bunda perlu menjaga lisan ketika sedang sangat lelah atau emosional.
Mengeluh kepada suami atau keluarga, apakah boleh?
Bunda mungkin bertanya, kalau sedang merasa sangat berat, apakah tidak boleh bercerita kepada suami atau keluarga?
Dalam pembahasan Muslim.or.id tentang mengadu kepada Allah, dijelaskan bahwa para salaf membenci keluhan kepada makhluk yang menunjukkan ketidakpuasan terhadap takdir Allah. Namun, konteksnya adalah keluhan sebagai bentuk protes terhadap ketetapan Allah, bukan sekadar menceritakan kondisi atau meminta pertolongan.
Karena itu, seorang Bunda tetap dapat mengatakan kepada suami, misalnya, "Aku sedang sangat lelah dan butuh bantuan."
Ini berbeda dengan mencela kehamilan atau menyalahkan Allah atas kondisi yang dialami. Meminta bantuan ketika tubuh dan pikiran sedang lelah justru merupakan bagian dari ikhtiar.
Jangan menyalahkan diri karena merasa sedih
Bunda juga tidak perlu langsung merasa bersalah ketika muncul perasaan sedih selama hamil.
Rumaysho menjelaskan bahwa kesedihan itu tidak selalu tercela. Kesedihan dapat menjadi pahala apabila seseorang tetap bersabar, sedangkan kesedihan menjadi tercela apabila membuat seseorang meninggalkan kewajiban atau melakukan sesuatu yang dilarang.
Jadi, bukan sekadar "sedih atau tidak sedih" yang menjadi persoalan, melainkan bagaimana seseorang menyikapi kesedihan tersebut.
Bunda boleh merasa lelah.
Bunda boleh menangis.
Bunda boleh mengakui bahwa kehamilan terasa berat.
Namun, tetaplah berusaha menjaga ucapan, tidak mencela takdir Allah, dan memohon pertolongan kepada-Nya.
Kehamilan yang berat bisa menjadi ladang pahala
Dalam ajaran Islam, kesulitan yang dialami seorang Muslim dapat menjadi sebab mendapatkan pahala apabila dihadapi dengan kesabaran.
Kehamilan dapat menyebabkan berbagai perubahan fisik dan emosional. Mual, muntah, sulit tidur, nyeri tubuh, perubahan hormon, hingga kekhawatiran menghadapi persalinan bisa membuat seorang Bunda merasa kewalahan.
Merasa lelah dengan kondisi tersebut tidak otomatis berarti seseorang mengingkari nikmat Allah. Justru, Bunda dapat menjadikan masa sulit tersebut sebagai kesempatan untuk bersabar dan mendekatkan diri kepada Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
"Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya."
(HR Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa berbagai kesulitan yang dialami seorang Muslim dapat menjadi sebab mendapatkan pahala dan penghapusan dosa apabila dihadapi dengan sabar.
Karena itu, Bunda yang sedang menjalani kehamilan dengan berbagai keluhan tidak perlu melihat semuanya hanya sebagai beban. Rasa mual, lelah, sulit tidur, rasa sakit, kekhawatiran menjelang persalinan, dan berbagai kesulitan lainnya dapat menjadi kesempatan untuk bersabar dan mendapatkan pahala, dengan izin Allah.
Apa yang sebaiknya dilakukan Bunda?
Ketika merasa tidak bahagia dengan kehamilan, Bunda dapat mencoba mengarahkan hati kepada beberapa hal.
- Pertama, ingat bahwa takdir Allah memiliki hikmah, meskipun manusia terkadang belum mampu melihatnya. Rumaysho menjelaskan bahwa seseorang yang memahami takdir Allah dengan benar akan lebih tenang dalam menghadapi kehidupan.
- Kedua, bersabar ketika menghadapi kondisi yang berat. Sabar bukan berarti tidak boleh merasa sakit atau sedih, tetapi menahan diri agar tidak murka dan melakukan sesuatu yang dilarang.
- Ketiga, menjaga ucapan. Ketika sedang sangat emosional, sebaiknya tidak mengucapkan perkataan yang menunjukkan penolakan terhadap takdir Allah.
- Keempat, berdoa dan meminta pertolongan Allah.
- Dan kelima, mencari bantuan ketika memang membutuhkannya. Beristirahat, meminta bantuan suami, berbicara dengan keluarga, atau berkonsultasi dengan tenaga kesehatan merupakan bentuk ikhtiar yang tidak bertentangan dengan tawakal.
Wallahu a'lam bishawab.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Hamil Anak Pertama, Intip Style Maternity ala Alexandra Leclerc
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Panas yang Ekstrem Bisa Bahayakan Ibu Hamil? Ini Penjelasan Pakar Bun
Fenomena Cuaca Panas Bisa Berdampak Serius Pada Bumil, Waspadai Dehidrasi
6 Manfaat Ikan untuk Ibu Hamil, Termasuk Ikan Kakap
7 Rekomendasi Buah untuk Ibu Hamil, Baik untuk Perkembangan Janin
TERPOPULER
China Tak Henti Borong Emas Selama 23 Bulan, Apa yang Terjadi?
Psikolog Ungkap 3 Kebiasaan yang Kerap Dilakukan Orang Cerdas
Frisian Flag Kental Manis Hadirkan #TanggalMerahUntukIbu, Temani Pagi Keluarga Indonesia Penuh Arti
Rahasia Duma Riris Istri Judika Turun 16 Kg usai Melahirkan Anak Ketiga
Sering Mengigau saat Tidur? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sofa Bayi yang Bagus & Nyaman untuk Belajar Duduk
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Loose Powder untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Kumpulan Diksi Indah Bahasa Indonesia yang Jarang Diketahui & Artinya, Perkaya Karya Tulis
China Tak Henti Borong Emas Selama 23 Bulan, Apa yang Terjadi?
Frisian Flag Kental Manis Hadirkan #TanggalMerahUntukIbu, Temani Pagi Keluarga Indonesia Penuh Arti
Psikolog Ungkap 3 Kebiasaan yang Kerap Dilakukan Orang Cerdas
Bunda Tidak Bahagia dengan Kehamilannya, Apakah Berdosa? Ini Pandangan Islam
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Cari Motor Matic yang Nyaman untuk Badan Mungil? Cek Fitur Fazzio Hybrid
-
Beautynesia
6 Rekomendasi Museum Gratis di Jakarta, Cocok untuk Ide Jalan Akhir Pekan!
-
Female Daily
Jennie Pakai Bodysuit Alaïa 1991 di Konser The Weeknd, Ini Detail Look-nya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Tobey Maguire Jadi 'Penghulu' Pernikahan Eks Istri yang Dipersunting Pengusaha
-
Mommies Daily
Berapa Biaya Masuk SD di Bandung? Ini Kisaran Uang Pangkal dan SPP TA 2027/2028