KEHAMILAN
Hamil 39 Minggu, Perempuan Ini Kaget Didiagnosis Kanker Payudara
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Rabu, 07 Oct 2026 17:55 WIBBulan Peduli Kanker Payudara Internasional kembali diperingati di bulan Oktober ini, Bunda. Momen ini menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kesadaran tentang kanker payudara, termasuk mengenali tanda dan gejalanya sejak dini.
Namun, bagaimana bila penyakit ini justru terdiagnosis ketika seorang perempuan tengah menanti kelahiran anaknya?
Kisah tersebut dialami oleh seorang perempuan bernama Abby Wilson, yang didiagnosis mengidap kanker payudara saat usia kehamilannya mencapai 39 minggu. Diagnosis tersebut tentu menjadi kabar yang mengejutkan, karena ia sebentar lagi akan melahirkan anak berjenis kelamin perempuan.
Kisah Bunda didiagnosis kanker payudara saat hamil
Saat usia kehamilan memasuki trimester ketiga, Abby Wilson menemukan benjolan di payudaranya ketika mandi. Wilson awalnya mengira itu hanyalah perubahan lain pada tubuhnya yang disebabkan oleh kehamilan.
"Awalnya saya berpikir, 'Oh, mungkin nanti juga akan hilang'. Tapi dua minggu berlalu dan ternyata tidak hilang," kata Wilson, dilansir laman People.
Beberapa minggu setelah melahirkan, Wilson memeriksakan kandungan ke dokter. Ia lantas mengungkap tentang benjolan tersebut selama kunjungan, Bunda.
"Dokter memeriksa payudara saya. Dia berkata, 'Saya sebenarnya tidak terlalu khawatir tentang ini. Ini sering terjadi selama kehamilan, tetapi mari kita lakukan USG untuk berjaga-jaga'," ungkap Wilson.
Tak hanya dokter kandungan, ahli radiologi juga mengatakan kepada Wilson bahwa kemungkinan besar tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tim medis lalu berencana untuk melakukan pemindaian ulang setelah bayinya lahir.
"Kebetulan dokter kandungan saya memiliki ahli bedah payudara yang juga bekerja di kantornya. Ketika dia menelepon saya kembali untuk memberi tahu apa yang dikatakan ahli radiologi, dia berkata, 'Hei, apakah kamu keberatan jika saya mengizinkan ahli bedah payudara ini untuk memeriksanya?'. Dan saya menjawab, 'Tentu, tidak apa-apa.' Kemudian beberapa hari kemudian, dia menelepon saya kembali dan berkata, 'kami pikir kamu perlu melakukan biopsi'," ujar Wilson.
Wilson sedang hamil 39 minggu saat menjalani biopsi. Tak lama setelah itu, ia mengetahui diagnosis kanker payudara triple-positif. Namun sebelum membahas tentang perawatan kanker, Wilson melahirkan bayinya.
Menjalani kemoterapi usai melahirkan
Seminggu setelah melahirkan putrinya, Wilson bertemu dengan dokter onkolog untuk pertama kalinya. Empat minggu setelah itu, dia memulai kemoterapi.
Wilson menjalani perawatan hari demi hari sambil juga menjalani kehidupan sebagai ibu baru. Ia sempat merasa kewalahan, namun akhirnya bangkit demi kehidupan yang lebih baik di hari esok.
"Saat pertama kali didiagnosis, saya ingin memikirkan seluruh perjalanannya. Kemudian saya merasa sangat kewalahan, dan saya berpikir, 'Bagaimana saya bisa melewati ini?' Sampai pada titik di mana saya hanya perlu berpikir, 'Tugas apa yang perlu dilakukan hari ini?'' Hanya itu yang akan saya khawatirkan. Jika saya harus pergi ke janji temu dokter, kita akan pergi dan menyelesaikannya, dan kita tidak akan khawatir tentang apa yang harus dilakukan besok," kata perempuan 23 tahun ini.
"Jujur, saya rasa itulah cara saya menyeimbangkan semuanya. Saya menengok ke belakang dan masih berpikir, 'Saya bahkan tidak tahu bagaimana saya bisa melakukan semua itu'," lanjutnya.
Wilson berusaha untuk tetap bersikap positif selama menjalani perawatan. Ia memutuskan untuk menyelesaikan perawatan yang telah dimulai sambil tetap menjalani peran sebagai Bunda.
"Pada hari pertama kemoterapi, saya duduk di kursi kemoterapi, dan saya hanya melihat sekeliling, dan itu hanyalah ruang yang sangat gelap dan suram. Tidak ada yang benar-benar tersenyum. Tidak ada yang benar-benar tertawa," ujar Wilson.
"Saat itu juga saya memutuskan bahwa ini tidak akan membuat saya putus asa, dan saya akan mencoba menjadi cahaya paling terang yang saya bisa. Saya berpikir, mungkin para perawat, dokter, dan orang lain yang menjalani kemoterapi, mungkin mereka perlu melihat Tuhan dalam diri saya. Jadi saya memutuskan untuk tersenyum. Saya akan tertawa, dan saya mulai mendokumentasikan perjalanan saya."
Wilson menyelesaikan kemoterapi pada Maret 2026. Pada Mei 2026, ia menjalani mastektomi ganda dengan rekonstruksi. Saat ini, ia sedang berada dalam fase pemeliharaan perawatan.
Wilson mampu melewati perawatan berkat dukungan dari sekitar, termasuk keluarga dan komunitas. Selama menjalani perawatan, Wilson juga mulai sering mengunggah postingan di media sosial untuk mendokumentasikan perjalanan kemoterapinya di TikTok.
"Keluarga saya hebat. Saya punya banyak teman. Mereka mendukung saya. Saya harus segera melepaskan anggapan bahwa saya harus membiarkan orang lain membantu saya," ungkapnya.
"Saya juga menemukan komunitas di sana (media sosial). Saya menemukan seorang gadis lain yang melahirkan bayinya sehari setelah saya, dan dia memiliki diagnosis yang sama. Saya menemukan komunitas di sana dan menyebarkan kegembiraan serta menjadi sumber inspirasi di media sosial juga mendapatkan sedikit pengikut."
Kehidupan Wilson usai kemoterapi
Setelah menjalani kemoterapi, Wilson kini menikmati perannya sebagai seorang ibu. Wilson mengaku bahagia karena kini bisa tinggal bersama putrinya di rumah.
"Sekarang saya bisa tinggal di rumah bersama bayi saya selama lebih dari satu tahun pertama kehidupannya, dan itu terasa seperti berkah yang luar biasa. Ya, saya mengidap kanker dan semua itu mengerikan, tetapi bisa tinggal di rumah bersamanya adalah berkah yang luar biasa," kata Wilson.
"Itu mungkin hikmah terbesar dari seluruh kejadian kanker ini, yaitu bisa tinggal di rumah bersamanya," sambungnya.
Demikian kisah perempuan yang didiagnosis kanker payudara saat hamil 39 minggu. Semoga kisahnya bisa menjadi inspirasi ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Bulan Peduli Kanker Payudara: Kenali Sejak Dini, Sayangi Dirimu
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Perjuangan Ibu Hamil Sambil Jalani Kemoterapi, Happy Ending!
Kisah Bunda Didiagnosis Kanker Payudara saat Menyusui Anak Ketiga & Hamil Anak Keempat
Kisah Mpok Alpa Lawan Kanker hingga Wafat, Sempat Jalani Pengobatan saat Hamil Anak Kembar
Kisah Bunda Didiagnosis Kanker Payudara Beberapa Hari Sebelum Melahirkan Anak Pertama
TERPOPULER
Resep Tumis Kangkung Sederhana, Enak dan Praktis untuk Menu Makan di Rumah
Ini Jumlah Ideal Teman agar Hidup Bahagia, Enggak Perlu Banyak-Banyak Bun
2 Ciri Anak Punya Sensitivitas Tinggi Menurut Psikolog
Hamil 39 Minggu, Perempuan Ini Kaget Didiagnosis Kanker Payudara
Anak Kate Middleton dan Pangeran William Pakai Nama Berbeda di Sekolah, Ternyata Ini Alasannya
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sofa Bayi yang Bagus & Nyaman untuk Belajar Duduk
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Loose Powder untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Blush On Stick Terbaik untuk Bikin Pipi Merona Natural dan Fresh
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ini Jumlah Ideal Teman agar Hidup Bahagia, Enggak Perlu Banyak-Banyak Bun
Resep Tumis Kangkung Sederhana, Enak dan Praktis untuk Menu Makan di Rumah
2 Ciri Anak Punya Sensitivitas Tinggi Menurut Psikolog
Hamil 39 Minggu, Perempuan Ini Kaget Didiagnosis Kanker Payudara
China Tutup Ratusan Bank Terbanyak dalam Sejarah, Ternyata Ini Alasannya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Cari Pump Stiletto untuk Kerja? Ini 5 Tips Memilihnya
-
Beautynesia
3 Jenis Teh yang Membantu Dapatkan Kulit Bersih dan Terhidrasi
-
Female Daily
Lagi Cari MUA yang Bikin Makeup Flawless? Ini 5 MUA Langganan Artis Indonesia!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Sinopsis Merry Berry Love, Drakor Ji Chang Wook Jadi Petani di Jepang
-
Mommies Daily
Jerawat di Jidat Anak Remaja, Benarkah Bisa karena Poni dan Rambut?