kehamilan
9 Posisi Berhubungan yang Bagus saat Hamil 8 Bulan agar Tetap Aman & Nyaman
HaiBunda
Senin, 12 Oct 2026 20:40 WIB
Daftar Isi
- Amankah berhubungan intim saat hamil 8 bulan?
-
9 Posisi berhubungan yang bagus saat hamil 8 bulan
- 1. Posisi spooning (menyamping dari belakang)
- Cara melakukannya:
- Mengapa posisi ini baik untuk kehamilan?
- 2. Posisi berdampingan (side-by-side)
- Cara melakukannya:
- Mengapa baik untuk ibu hamil?
- 3. Bunda di atas (you on top/woman on top)
- Cara melakukannya:
- Mengapa baik untuk ibu hamil?
- 4. Di pinggir tempat tidur (edge of the bed)
- Cara melakukannya:
- Mengapa baik untuk ibu hamil?
- 5. Penetrasi dari belakang (rear entry/doggy style)
- Cara melakukannya:
- Mengapa baik untuk ibu hamil?
- 6. Menghadap dinding (against the wall)
- Cara melakukannya:
- Mengapa baik untuk ibu hamil?
- 7. Reverse cowgirl
- Cara melakukannya:
- Mengapa baik untuk ibu hamil?
- 8. Tanpa penetrasi (non-penetrative sex)
- Cara melakukannya:
- Mengapa posisi ini baik untuk kehamilan?
- 9. Misionaris modifikasi dengan penopang bantal (modified missionary)
- Cara melakukannya:
- Mengapa posisi ini baik untuk kehamilan?
- Tips agar seks saat hamil terasa nyaman
Memasuki usia kehamilan 8 bulan, perut Bunda semakin besar sehingga beberapa aktivitas mungkin terasa lebih sulit dilakukan, termasuk saat berhubungan intim.
Meski begitu, bukan berarti kehidupan seksual bersama pasangan harus berhenti begitu saja. Lantas apa saja posisi berhubungan yang bagus saat hamil 8 agar tetap aman dan nyaman? simak ulasan selengkapnya berikut yuk, Bunda.
Amankah berhubungan intim saat hamil 8 bulan?
Secara umum, berhubungan intim saat hamil 8 bulan dapat dilakukan dan aman apabila kehamilan berlangsung sehat dan dokter tidak memberikan larangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip laman Mayo Clinic, cairan ketuban di dalam rahim dan otot-otot rahim yang kuat melindungi bayi yang sedang berkembang. Berhubungan seks tidak akan memengaruhi bayi jika Bunda tidak memiliki masalah kesehatan selama kehamilan, seperti risiko persalinan prematur atau masalah pada plasenta.
Namun, kehamilan dapat menyebabkan perubahan pada tingkat kenyamanan saat berhubungan seks maupun pada minat atau gairah seksual. Yang terpenting, pilih posisi yang tidak membuat perut tertekan, tidak menimbulkan nyeri dan membuat Bunda tetap nyaman.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pada trimester kedua dan ketiga, sebaiknya hindari berbaring telentang dalam waktu lama. The Bump menjelaskan bahwa posisi telentang dalam waktu lama dapat membuat rahim menekan pembuluh darah besar sehingga Bunda berisiko merasa pusing dan aliran darah ke rahim dapat berkurang. Karena itu, bila menggunakan posisi berbaring, tubuh dapat disangga dengan bantal atau posisi dimodifikasi.
Selain itu, jangan memaksakan posisi tertentu hanya karena dianggap sebagai posisi yang "paling aman". Posisi berhubungan yang bagus saat hamil 8 bulan pada dasarnya adalah posisi yang terasa nyaman, tidak memberikan tekanan berlebihan pada perut. Karena itu, dengarkan kondisi tubuh untuk menemukan posisi yang paling sesuai dan nyaman bagi Bunda.
9 Posisi berhubungan yang bagus saat hamil 8 bulan
Berikut posisi berhubungan yang bagus saat hamil 8 bulan agar tetap aman dan nyaman.
1. Posisi spooning (menyamping dari belakang)
Posisi ini nyaman, memberikan ruang lega bagi perut hamil Bunda untuk 'bernapas', dan tak terhindarkan akan berujung pada pelukan.
Cara melakukannya:
Berbaringlah miring ke satu sisi dan minta pasangan Bunda berbaring meringkuk tepat di belakang punggung, lalu melakukan penetrasi dari belakang.
Mengapa posisi ini baik untuk kehamilan?
posisi spooning menjaga agar tidak ada tekanan pada perut (dan kandung kemih) Bunda, kata Dr. O’Reilly. Posisi ini juga membuat tangan Bunda bebas untuk mengelus klitoris demi stimulasi tambahan.
Summer Okimoto, CNM, seorang bidan terverifikasi di Pediatrix Medical Group di Lawrenceville, Georgia, menambahkan bahwa posisi ini memungkinkan kontrol yang lebih baik terhadap kedalaman dan pergerakan.
2. Posisi berdampingan (side-by-side)
Jika sedang ingin bersantai dan tidak terlalu banyak bergerak, posisi ini bisa menjadi pilihan yang baik saat berhubungan intim selama kehamilan. Selain itu, Bunda dan pasangan bisa saling menatap mesra.
Cara melakukannya:
berbaringlah menyamping menghadap pasangan. Minta pasangan meletakkan salah satu kakinya di atas kaki Bunda. Kedua kaki bisa diluruskan atau ditekuk pada bagian lutut, kemudian pasangan melakukan penetrasi dari arah samping.
Mengapa baik untuk ibu hamil?
Dr. Rachel Needle, PsyD, psikolog berlisensi sekaligus terapis seks bersertifikat di Florida mengatakan posisi ini memungkinkan variasi dalam kecepatan dan kedalaman.
"Posisi ini juga bagus karena tidak membutuhkan banyak energi," kata Dr. Rachel Needle, PsyD.
Keuntungan lainnya, side-by-side merupakan salah satu posisi berhubungan intim saat hamil yang memungkinkan kedekatan lebih besar karena Bunda dan pasangan dapat saling menatap, kata Dr. O’Reilly.
3. Bunda di atas (you on top/woman on top)
Posisi seks populer saat hamil ini cukup sederhana dan memungkinkan Bunda untuk memegang kendali penuh atas pergerakan.
Cara melakukannya:
Minta pasangan berbaring telentang, kemudian Bunda berada di atasnya. Meletakkan tangan di bagian atas sandaran kepala tempat tidur (headboard) secara bersamaan dapat membantu menjaga keseimbangan, menghemat tenaga, sekaligus memberi lebih banyak pilihan sudut, kata Dr. Van Kirk.
Mengapa baik untuk ibu hamil?
Menurut Dr. Needle, posisi ini memungkinkan Bunda mengatur ritme sekaligus mengurangi tekanan pada perut sehingga Bunda dapat lebih leluasa mengontrol gerakan. Bunda juga bisa sedikit mengubah posisi untuk menemukan sudut yang paling nyaman.
4. Di pinggir tempat tidur (edge of the bed)
Selain di usia 8 bulan kehamilan, posisi ini juga sangat cocok untuk trimester pertama, posisi seks saat hamil ini memungkinkan Bunda menggerakkan pinggul untuk kenyamanan dan kenikmatan maksimal.
Cara melakukannya:
Berbaringlah di pinggir tempat tidur menghadap ke atas (telentang) dengan kaki menapak di lantai. Kemudian, sangga tubuh bagian atas Bunda dengan siku, dan minta pasangan berdiri atau membungkuk di atas Anda saat melakukan penetrasi.
Mengapa baik untuk ibu hamil?
Menurut Dr. Van Kirk, posisi ini memungkinkan Bunda menggerakkan pinggul untuk menemukan sudut yang terasa paling nyaman. Berat tubuh juga dapat ditopang oleh tempat tidur sehingga terasa lebih ringan. Selain itu, posisi ini memungkinkan Bunda dan pasangan saling berhadapan sehingga terasa lebih intim.
5. Penetrasi dari belakang (rear entry/doggy style)
Posisi ini populer bukan tanpa alasan karena Bunda dapat melakukannya pada trimester berapa pun dan memungkinkan pasangan Bunda melakukan penetrasi lebih dalam.
Cara melakukannya:
Posisikan tubuh dengan bertumpu pada kedua tangan dan lutut, kemudian pasangan melakukan penetrasi dari belakang. Mintalah pasangan melakukannya secara perlahan dan tetap berkomunikasi mengenai apa yang terasa nyaman maupun tidak.
Leher rahim mungkin menjadi lebih sensitif selama kehamilan. Di antara berbagai posisi berhubungan intim saat hamil, posisi ini memungkinkan penetrasi lebih dalam sehingga penting untuk menyesuaikan kedalaman dan gerakan agar tetap nyaman.
Mengapa baik untuk ibu hamil?
Dr. Michael Ingber, MD, seorang uroginekolog di Mountain Lakes, New Jersey, sekaligus salah satu pendiri LiviWell. mengatakan banyak ibu hamil yang suka dengan posisi ini karena tidak menekan perut yang sudah membesar dan dapat mengontrol ritme serta penetrasi.
"Banyak pasien hamil lebih menyukai posisi yang mengurangi tekanan pada perut serta memungkinkan mereka mengontrol kedalaman penetrasi dan ritme,”.
6. Menghadap dinding (against the wall)
Dari semua posisi seks saat hamil, ini adalah salah satu posisi yang lebih menantang dan penuh petualangan dan ada cukup banyak variasi untuk kenyamanan sekaligus kesenangan Bunda.
Cara melakukannya:
Berdirilah menghadap dinding dengan kedua kaki sedikit terbuka dan kedua tangan bertumpu pada dinding, bisa di atas kepala atau setinggi bahu. Pasangan berdiri di belakang Bunda dan melakukan penetrasi.
Mengapa baik untuk ibu hamil?
Menurut Dr. O’Reilly, posisi ini memiliki banyak manfaat yang sama seperti rear entry, tetapi memberikan sedikit variasi sekaligus memungkinkan tubuh mendapatkan dukungan dari dinding. Hal ini terutama membantu ketika pusat gravitasi tubuh mulai berubah seiring bertambah besarnya perut selama kehamilan.
7. Reverse cowgirl
Coba variasi lain dengan Bunda di atas, tetapi menghadap ke arah berlawanan. Nilai tambah dari posisi seks saat hamil ini dapat membantu menstimulasi titik G-spot Bunda.
Cara melakukannya:
Minta pasangan Bunda berbaring telentang, lalu duduki mereka (straddle) dengan posisi tubuh menghadap ke arah kaki atau jari kaki mereka.
Mengapa baik untuk ibu hamil?
Di antara berbagai posisi berhubungan intim saat hamil, posisi ini memungkinkan Bunda mengontrol kedalaman penetrasi, kecepatan, ritme, dan sudut gerakan.
"Posisi ini juga dapat memberikan tekanan pada G-spot, yang bisa menghasilkan respons orgasme yang berbeda dan lebih intens," kata Dr. O’Reilly.
8. Tanpa penetrasi (non-penetrative sex)
Keintiman tidak selalu harus berpusat pada penetrasi dan ada banyak cara kreatif untuk menikmati seks tanpa penetrasi.
Cara melakukannya:
"Seks penetratif hanyalah satu dari sekian banyak pilihan, yang juga mencakup sentuhan, masturbasi bersama (mutual masturbation), dan bentuk-bentuk keintiman lainnya yang bisa sama-sama membangun ikatan," kata Ilana Grines, LMFT, seorang terapis pernikahan dan keluarga berlisensi serta terapis seks terverifikasi di Los Angeles. Seks oral adalah aktivitas tanpa penetrasi lainnya yang aman dilakukan selama kehamilan.
Mengapa posisi ini baik untuk kehamilan?
Aktivitas seks apa pun saat hamil yang melibatkan gesekan, sentuhan (grinding), atau alat pemijat (vibrating) sangat bagus untuk dicoba, kata Dr. O’Reilly, dengan catatan selama hal tersebut terasa nyaman bagi Anda. Ini juga merupakan pilihan yang baik jika Anda merasa seks penetratif kurang nyaman seiring bertambahnya usia kehamilan.
9. Misionaris modifikasi dengan penopang bantal (modified missionary)
Posisi misionaris klasik yang dimodifikasi agar tetap aman dan nyaman di trimester lanjut.
Cara melakukannya:
Misionaris masih sangat mungkin dilakukan dengan posisi pasangan berdiri atau berlutut di pinggir tempat tidur, sementara Bunda menyangga bagian panggul dan punggung atas menggunakan bantal atau sex wedge.
Mengapa posisi ini baik untuk kehamilan?
Penggunaan bantal khusus seks (sex wedge), bantal biasa, atau kursi kecil (stool) membantu memberikan penopang dan kenyamanan saat mencoba mendapatkan sudut penetrasi yang tepat tanpa membuat Bunda berbaring datar terlentang.
Tips agar seks saat hamil terasa nyaman
Semua pakar kami sepakat kenyamanan adalah kunci utama dalam hubungan seks selama kehamilan. Berikut adalah beberapa tips posisi berhubungan yang bagus saat hamil 8 bulan aman dan nyaman.
1. Terbuka untuk melakukan penyesuaian
“Hal yang paling sering saya sampaikan kepada pasangan adalah bahwa berhubungan intim selama kehamilan hampir selalu membutuhkan beberapa bentuk penyesuaian,” kata Grines.
Karena itu, sedikit bereksperimen dapat membantu menemukan posisi yang nyaman. Pasalnya, apa yang terasa nyaman pada trimester pertama mungkin tidak lagi terasa nyaman pada trimester ketiga.
2. Jaga komunikasi tetap terbuka
Dr. Jessica Shepherd, MD, FACOG, dokter obgyn sekaligus ahli bedah ginekologi invasif minimal di Dallas, menyarankan pasangan untuk terus berdiskusi secara terbuka mengenai hal-hal yang terasa nyaman maupun tidak ketika mencoba berbagai posisi berhubungan intim selama kehamilan.
"Jika sesuatu terasa tidak nyaman, penting untuk mengatakannya. Begitu pula sebaliknya, jika terasa sangat menyenangkan, beri tahu pasangan agar ia tahu dan dapat melanjutkannya," tuturnya.
3. Lakukan secara perlahan
“Ibu hamil sedang melakukan banyak hal untuk menumbuhkan seorang manusia di dalam tubuhnya. Karena itu, penting untuk berfokus pada apa yang terasa menyenangkan daripada terburu-buru atau merasa harus melakukannya hanya demi berhubungan seks," jelas Grines.
4. Gunakan alat bantu (props) dan pelumas (lube)
Para pakar merekomendasikan penggunaan bantal untuk membantu menopang tubuh Bunda dan membuat posisi yang tadinya terasa sulit menjadi jauh lebih nyaman.
"Bahkan ada 'bantal khusus seks' yang dirancang khusus untuk tujuan ini," kata Dr. Ingber.
Grines menyarankan untuk menggunakan banyak pelumas untuk membantu menambah kenyamanan.
5. Dengarkan tubuh
"Hal-hal seperti libido dan gairah seksual berubah seiring perubahan tubuh dan hormon di sepanjang masa kehamilan," jelas Dr. Ingber.
"Jadi, ketika beberapa wanita mengalami peningkatan gairah, wanita lain justru mengalami kelelahan, mual, atau ketidaknyamanan panggul, yang mana dapat menurunkan minat terhadap seks."
Sekali lagi, jika Bunda tidak menikmati prosesnya, bicarakan dengan jujur dan terbuka kepada pasangan mengenai apa yang Bunda rasakan.
Semoga informasinya bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Posisi Terbaik setelah Berhubungan Intim agar Cepat Hamil
Kehamilan
Kenali Posisi Berhubungan Intim agar Cepat Hamil hingga Posisi Amannya saat Hamil Tua
Kehamilan
5 Posisi Berhubungan saat Hamil 9 Bulan yang Aman Beserta Manfaat & Efeknya
Kehamilan
7 Posisi Seks yang Dilarang dan Berbahaya untuk Ibu Hamil, Bisa Sebabkan Keguguran
Kehamilan
Adakah Posisi Berhubungan Seks agar Bayi Cepat Lahir? Simak Fakta dari Dokter
9 Foto
Kehamilan
9 Potret Gaya Busana Keluarga Kerajaan Inggris Usai Melahirkan
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Mengenal Posisi Mating Press dalam Berhubungan Seks dari Tips Melakukan hingga Risikonya
Gaya Helikopter dalam Berhubungan Intim: Cara Melakukan, Risiko & Hal yang Perlu Diperhatikan
Sakit Perut Setelah Berhubungan Intim, Apakah jadi Tanda Hamil?