HaiBunda

KEHAMILAN

Kenapa Orang Hamil Sebaiknya Tidak Boleh Melayat? Ini Pandangan Islam dan Medis

Melly Febrida   |   HaiBunda

Jumat, 23 Oct 2026 07:30 WIB
Kenapa Orang Hamil Sebaiknya Tidak Boleh Melayat? Ini Pandangan Islam dan Medis/Foto: Getty Images/Liudmila Chernetska
Jakarta -

Kenapa ibu hamil katanya tidak boleh melayat? Pertanyaan ini masih kerap muncul dan membuat sejumlah ibu hamil khawatir saat ingin melayat kerabat atau teman yang meninggal dunia. Ada anggapan bahwa melayat bisa membawa dampak buruk bagi ibu hamil maupun janin yang dikandungnya. 

Padahal, keputusan melayat perlu dilihat dari dua sisi, yakni ajaran Islam dan pertimbangan kesehatan. Lantas, kenapa orang hamil tidak boleh melayat? Apakah ada larangan dalam Islam atau risiko medis yang mendasarinya?

Kenapa orang hamil tidak boleh melayat orang meninggal?

Anggapan bahwa ibu hamil tidak boleh melayat merupakan kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun. Larangan ini biasanya dikaitkan dengan kekhawatiran berdampak buruk ke janin, ketakutan yang mungkin dirasakan ibu hamil saat melihat jenazah, hingga kehamilan yang terganggu karena rasa sedih.


Namun, Bunda perlu membedakan kepercayaan tersebut dengan fakta medis. Belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa menghadiri rumah duka dapat membahayakan janin. Meski begitu, ibu hamil tetap perlu mempertimbangkan kondisi fisiknya sebelum melayat. 

Melansir laman American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), perjalanan selama kehamilan umumnya aman jika tidak ada komplikasi, tetapi faktor seperti kelelahan dan perlu memperhatikan risiko paparan infeksi di keramaian.

Selain kondisi fisik, kesiapan emosional ibu hamil juga patut dipertimbangkan. Kehilangan orang terdekat dapat memicu kesedihan, terlebih jika almarhum atau almarhumah merupakan sosok yang dekat dengan Bunda. Namun, mengalami kesedihan tidak serta-merta berarti kehamilan akan terganggu.

Karena itu, keputusan untuk melayat sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan, usia kehamilan, dan kenyamanan ibu, bukan karena pantangan yang belum terbukti secara medis.

Pandangan Islam tentang ibu hamil yang melayat

Dalam Islam, melayat atau takziah merupakan bentuk kepedulian terhadap keluarga yang sedang kehilangan orang terkasih. Tujuannya untuk menyampaikan belasungkawa, memberikan penghiburan, serta mengingatkan keluarga yang berduka agar tetap bersabar menghadapi musibah.

Mengutip buku Fiqih Sunnah 2 karya Sayyid Sabiq, takziah berkaitan dengan upaya menghibur keluarga yang ditinggalkan dan membantu mereka menghadapi kesedihan.

Takziah juga termasuk amalan yang dianjurkan dalam Islam. Dalam Ringkasan Fikih Lengkap, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan menjelaskan mengenai pensyariatan takziah sebagai bentuk kepedulian kepada orang yang tertimpa musibah.

Lalu, bagaimana jika yang ingin bertakziah adalah perempuan hamil?

Dalam ajaran Islam, tidak ada larangan khusus ibu hamil untuk melayat hanya karena sedang mengandung. Kehamilan bukan alasan untuk mengharamkan kunjungan ke rumah duka.

Meski demikian, ibu hamil tidak perlu memaksakan diri jika kondisi tubuh tidak memungkinkan. Menyampaikan doa dan belasungkawa dari rumah juga bisa menjadi bentuk kepedulian kepada keluarga yang sedang berduka.

Pertimbangan ibu hamil melayat dari sisi medis

Secara medis, ibu hamil dapat mempertimbangkan beberapa hal sebelum menghadiri rumah duka. Bukan karena jenazah atau suasana berkabung secara langsung membahayakan janin, melainkan karena kondisi tertentu selama kunjungan mungkin memengaruhi kenyamanan dan kesehatan ibu.

1. Kesedihan dan tekanan emosional

Kehilangan seseorang dapat memunculkan berbagai reaksi emosional, mulai dari sedih hingga cemas. Respons ini berbeda pada setiap orang, termasuk perempuan yang sedang hamil.

Stres yang berat atau berlangsung berkepanjangan perlu mendapat perhatian. Penelitian dalam Journal of Affective Disorders mengkaji hubungan antara peristiwa hidup yang menimbulkan stres selama kehamilan dan sejumlah luaran kelahiran.

Meta-analisis yang melibatkan 31 studi kohort dengan total 5.665.998 perempuan hamil menemukan hubungan antara paparan peristiwa stres selama kehamilan dengan peningkatan risiko kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, serta bayi kecil untuk usia kehamilan.

Meski begitu, hasil tersebut tidak dapat diartikan bahwa kesedihan sesaat saat melayat pasti berdampak buruk pada janin. Penelitian itu menilai paparan peristiwa stres secara lebih luas, bukan risiko menghadiri rumah duka secara khusus.

Bunda yang merasa terlalu terpukul atau belum siap menghadapi suasana berkabung boleh memilih menyampaikan belasungkawa dari rumah.

2. Kelelahan selama perjalanan dan kunjungan

Kondisi fisik ibu hamil dapat berubah seiring bertambahnya usia kehamilan. Perjalanan yang jauh, kemacetan, berdiri terlalu lama, atau berdesakan dengan pengunjung lain bisa membuat tubuh lebih cepat lelah.

Karena itu, Bunda sebaiknya menilai kemampuan tubuh sebelum berangkat. Jika kehamilan disertai komplikasi atau dokter memberikan batasan aktivitas tertentu, ikuti anjuran tenaga kesehatan yang menangani kehamilan.

Apabila merasa lemas, pusing, atau tidak nyaman, tidak perlu memaksakan diri untuk tetap berada di rumah duka.

3. Kemungkinan tertular penyakit

Rumah duka dapat didatangi banyak orang dalam waktu bersamaan. Jika ruangan padat dan ventilasinya kurang baik, risiko penularan penyakit saluran pernapasan dapat meningkat, terutama apabila ada pengunjung yang sedang sakit.

Kehamilan juga perlu mendapat perhatian khusus dalam pencegahan infeksi tertentu. ACOG menekankan pentingnya pencegahan dan penanganan influenza selama kehamilan karena penyakit tersebut dapat menimbulkan komplikasi.

Bunda dapat mengurangi risiko dengan memilih tempat yang memiliki ventilasi baik, menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit, menggunakan masker bila diperlukan, serta tidak berlama-lama di lokasi.

Jika sedang mengalami peningkatan penularan penyakit atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, pertimbangkan alternatif untuk menyampaikan belasungkawa tanpa datang langsung.

Tips untuk ibu hamil yang ingin melayat

Apabila kondisi kehamilan memungkinkan dan Bunda memutuskan untuk hadir, beberapa hal berikut dapat membantu menjaga kenyamanan selama berkunjung yang dirangkum dari berbagai media.

  1. Pilih waktu kunjungan yang sesuai. Jika memungkinkan, hindari melayat ketika rumah duka terlalu padat.
  2. Jangan berlama-lama. Sampaikan belasungkawa dan pulang ketika merasa lelah.
  3. Gunakan masker jika diperlukan. Terutama ketika berada di ruangan ramai atau ada risiko paparan penyakit pernapasan.
  4. Datang bersama pendamping. Suami atau anggota keluarga dapat membantu jika Bunda membutuhkan tempat duduk atau ingin pulang lebih awal.
  5. Utamakan kondisi tubuh. Jika sedang sakit atau mengalami keluhan kehamilan, pertimbangkan untuk tidak datang.

Jika muncul gejala yang mengkhawatirkan, seperti perdarahan, nyeri perut hebat, atau sesak napas, segera cari pertolongan medis sesuai tingkat kegawatannya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Hamil Anak Pertama, Intip Style Maternity ala Alexandra Leclerc

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Potret Rumah Tissa Biani yang Homey, Desain Interiornya Aesthetic

Mom's Life Amira Salsabila

Kenapa Orang Hamil Sebaiknya Tidak Boleh Melayat? Ini Pandangan Islam dan Medis

Kehamilan Melly Febrida

8 Ciri Kepribadian Orang IQ Rendah saat Berinteraksi dengan Orang Lain Menurut Riset

Mom's Life Dilla Atqia Rahmah

Terobosan Baru, Risiko Kanker Payudara Kelak Dapat Terdeteksi dari Kandungan ASI

Menyusui Melly Febrida

120 Dongeng Sebelum Tidur Penuh Makna dan Mendidik untuk Dibacakan ke Anak

Parenting Dilla Atqia Rahmah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Potret Kebersamaan Rossa & Sang Putri Raina saat Liburan di Korea Selatan, Kompak Pakai Baju Hanbok

Terobosan Baru, Risiko Kanker Payudara Kelak Dapat Terdeteksi dari Kandungan ASI

5 Potret Rumah Tissa Biani yang Homey, Desain Interiornya Aesthetic

Kenapa Orang Hamil Sebaiknya Tidak Boleh Melayat? Ini Pandangan Islam dan Medis

8 Ciri Kepribadian Orang IQ Rendah saat Berinteraksi dengan Orang Lain Menurut Riset

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK