KEHAMILAN
Serahkan Sampel Sperma 1 Jam Sebelum Kemoterapi, Pria Ini Sebut Sang Istri Hamil 'Anak Ajaib'
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Kamis, 22 Oct 2026 20:40 WIBPerjuangan melawan kanker bisa menghadirkan banyak ketidakpastian, termasuk mengenai kesempatan untuk memiliki anak. Namun, bagi sebagian pasangan, harapan membangun keluarga tetap diperjuangkan di tengah beratnya pengobatan.
Dikutip dari BBC News, seorang pria bercerita menyerahkan sampel sperma hanya satu jam sebelum menjalani kemoterapi. Sang istri kemudian hamil dan kehadiran buah hati mereka disebut sebagai 'anak ajaib'.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa langkah kecil sebelum pengobatan kanker dimulai dapat memiliki arti besar bagi rencana sebuah keluarga di masa depan.
Lantas, mengapa pria dianjurkan menyimpan sperma sebelum menjalani kemoterapi? Apakah pengobatan kanker memang bisa memengaruhi kesuburan?
Mengapa kemoterapi bisa memengaruhi kesuburan pria?
Kemoterapi merupakan pengobatan kanker menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker atau menghambat pertumbuhannya. Namun, beberapa jenis obat kemoterapi juga dapat merusak sel sehat, termasuk sel yang berperan dalam produksi sperma.
Dampaknya terhadap kesuburan bisa berbeda pada setiap pria. Hal ini bergantung pada jenis obat yang digunakan, dosis, durasi pengobatan, serta kondisi kesehatan pasien.
Pada sebagian pria, kemoterapi dapat menyebabkan jumlah sperma menurun, kualitas sperma memburuk, hingga gangguan produksi sperma yang berpotensi mengakibatkan infertilitas. Karena itu, pasien kanker yang masih ingin memiliki anak biologis dianjurkan mendiskusikan risiko tersebut dengan dokter sebelum memulai pengobatan.
Apa itu prosedur penyimpanan sperma sebelum kemoterapi?
Salah satu cara untuk mempertahankan peluang memiliki anak biologis adalah melalui sperm banking atau penyimpanan sperma. Prosedur ini dilakukan dengan mengumpulkan sampel semen, kemudian membekukannya melalui proses yang disebut kriopreservasi. Sperma disimpan pada suhu sangat rendah agar dapat digunakan dalam program kehamilan di masa mendatang.
Sperma yang sudah disimpan dapat digunakan melalui prosedur reproduksi berbantu, seperti inseminasi atau bayi tabung, bergantung pada kualitas sperma dan kondisi kesuburan pasangan.
Menurut pedoman American Society of Clinical Oncology (ASCO) yang diperbarui pada 2025, penyimpanan sperma sebelum terapi kanker perlu ditawarkan kepada pasien pria yang telah memasuki masa pubertas. Pedoman tersebut menegaskan bahwa pembicaraan mengenai risiko infertilitas dan pilihan mempertahankan kesuburan sebaiknya dilakukan sedini mungkin setelah diagnosis kanker.
Apakah satu sampel sperma cukup untuk memiliki anak?
Bunda, satu sampel sperma yang disimpan sebelum kemoterapi tetap dapat memberikan peluang untuk memiliki anak biologis. Namun, keberhasilan kehamilan tidak bisa dijamin karena dipengaruhi berbagai faktor.
Dalam pedoman yang diterbitkan di Journal of Clinical Oncology pada 2025, ASCO menjelaskan bahwa semakin banyak sampel sperma yang berhasil disimpan, semakin banyak pula pilihan yang mungkin tersedia untuk perawatan kesuburan di kemudian hari.
Meski demikian, tidak semua pasien memiliki cukup waktu untuk mengumpulkan beberapa sampel sebelum pengobatan kanker dimulai. Dalam kondisi tersebut, satu sampel yang berhasil disimpan tetap dapat bermanfaat.
Dokter dapat mempertimbangkan teknologi reproduksi berbantu, termasuk intracytoplasmic sperm injection (ICSI). Teknik ini dilakukan dengan menyuntikkan satu sperma langsung ke dalam sel telur untuk membantu proses pembuahan.
Peluang keberhasilan tetap bergantung pada kualitas sperma, kondisi sel telur, kesehatan pasangan, dan faktor medis lainnya.
Kapan waktu terbaik menyimpan sperma sebelum kemoterapi?
Waktu terbaik untuk menyimpan sperma adalah sebelum terapi kanker dimulai. Sebab, beberapa pengobatan kanker berpotensi memengaruhi kualitas sperma dan integritas DNA di dalamnya.
Dalam pedoman Fertility Preservation in People With Cancer: ASCO Guideline Update yang diterbitkan pada 2025, para peneliti menekankan pentingnya melakukan penyimpanan sperma sebelum pasien menerima terapi yang berisiko mengganggu kesuburan.
Karena itu, pasien sebaiknya tidak menunggu hingga pengobatan selesai untuk membicarakan kemungkinan menyimpan sperma. Konsultasi dapat dilakukan bersama dokter onkologi dan spesialis fertilitas sejak awal perencanaan terapi.
Meski demikian, keputusan mengenai waktu pengumpulan sperma harus mempertimbangkan kondisi pasien dan kebutuhan penanganan kankernya. Pengobatan yang mendesak tidak boleh ditunda tanpa pertimbangan medis dari tim yang merawat.
Kisah pria yang menyimpan sampel sperma sebelum kemoterapi menggambarkan pentingnya mempertimbangkan kesehatan reproduksi dalam perjalanan pengobatan kanker.
Bagi pasangan yang masih ingin memiliki anak, konsultasi mengenai kesuburan dapat membantu mereka memahami risiko, pilihan yang tersedia, dan langkah yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
Sebab, perawatan kanker bukan hanya tentang menjalani pengobatan saat ini, tetapi juga tentang mempersiapkan kualitas hidup setelahnya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Penyebab Program Hamil Anak Kedua Terasa Lebih Sulit
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Agar Kualitas Sperma Meningkat & Cepat Hamil, Ayah Sebaiknya Tidur Jam Segini Bun
Sperma Menggumpal seperti Jelly, Apakah Tanda Tak Subur? Kenali Penyebab & Cara Mengatasinya
Begini Cara Membedakan Sperma Subur dan Tidak, Kenali Ciri-cirinya Bun
Bagaimana Proses Pembentukan Sperma? Ini Bun Cara Jaga Kualitas & Kuantitasnya
TERPOPULER
Serahkan Sampel Sperma 1 Jam Sebelum Kemoterapi, Pria Ini Sebut Sang Istri Hamil 'Anak Ajaib'
120 Dongeng Sebelum Tidur Penuh Makna dan Mendidik untuk Dibacakan ke Anak
3 Ciri Kepribadian Orang yang Terlihat Baik, tetapi Belum Tentu Tulus
Hukum Suami Selalu Menyalahkan Istri Menurut Islam
Science and English Fest 2026, Cara Seru Siswa Embun Pagi Islamic School Belajar Sains & Bahasa Inggris
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Coffee Machine Terbaik untuk Bikin Kopi ala Kafe di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Catokan Pelurus Rambut Terbaik untuk Styling Praktis di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Pink Anti Lengket & Awet, Koleksi Cantik Bikin Semangat Masak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Prasmanan Stainless Satu Set Terbaik dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Contoh Desain Kartu Ucapan Tasyakuran Kelahiran Anak
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Sweet! Omara Beri Prilly Latuconsina Kado Ultah Buku Berisi Kisah Cinta Mereka yang Ditulis Sendiri
120 Dongeng Sebelum Tidur Penuh Makna dan Mendidik untuk Dibacakan ke Anak
Serahkan Sampel Sperma 1 Jam Sebelum Kemoterapi, Pria Ini Sebut Sang Istri Hamil 'Anak Ajaib'
3 Ciri Kepribadian Orang yang Terlihat Baik, tetapi Belum Tentu Tulus
Hukum Suami Selalu Menyalahkan Istri Menurut Islam
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Salah Pilih Gendongan Bikin Bayi Rewel? Cocokkan Dulu dengan Usianya
-
Beautynesia
7 Cara Mengenali Orang yang Dibesarkan Tanpa Sopan Santun Dilihat dari Ucapannya
-
Female Daily
Tidur Pakai Hair Bonnet Bisa Bikin Rambut Lebih Sehat? Ini Faktanya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret Wanita Tercantik Jerman yang Beralih Jadi Petinju, Berawal karena Di-bully
-
Mommies Daily
Suami Dipanggil “Mas” oleh Rekan Kerja Perempuan, Haruskah Istri Cemburu?