kehamilan

'Ini Ceritaku Mengalami Hiperemesis Gravidarum Seperti Kate Middleton'

Radian Nyi Sukmasari 11 Sep 2017
Ini Ceritaku Mengalami Hiperemesis Gravidarum Seperti Kate Middleton/ Foto: Ari Saputra/detikcom 'Ini Ceritaku Mengalami Hiperemesis Gravidarum Seperti Kate Middleton'/ Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Seorang ibu, sebut saja namanya Erin yang tinggal di Australia berempati saat mendengar Kate Middleton mengalami Hiperemesis Gravidarum (HG) ketika hamil. Beberapa waktu kemudian, tak disangka Erin mengalami hal yang sama dengan Kate. Dia pun menceritakan apa yang dirasakan saat itu.

Erin bilang, nggak lama setelah tahu dirinya hamil, Erin mulai merasa sakit, Bun. Awalnya, dia mengira yang dialami cuma morning sickness biasa yang umum dialami ibu hamil. Tapi, nggak disangka bobot Erin turun drastis. Setelah cek ke dokter, benar aja, Erin didiagnosis HG.

Health Direct Australia menyebutkan ibu hamil yang mengalami HG bisa berisiko dehidrasi, turun bobot dan pada kasus parah, ada risiko keguguran dan gagal organ. Nah, efek turun bobot drastis dialami Erin karena di trimester awal kehamilan, bobotnya turun 7 kg, Bun. Bahkan, sebelum anaknya lahir, berat badan Erin justru 3 kg lebih rendah dibanding saat belum hamil.

"Selama 9 bulan, saya berusaha untuk makan, minum, dan melakukan tugas sehari-hari. Memang, kasus saya tak separah yang lain. Tapi, saya muntah setiap hari selama dua trimester pertama. Saya harap mual muntah ini bisa berhenti di usia kehamilan 12, 14, atau 20 minggu. Tapi itu tetap saya alami. Meski di akhir trimester kondisinya lebih baik, saya tetap muntah setidaknya sekali seminggu," kata Erin dalam wawancara dengan Pop Sugar.

Baca juga: Penanganan Hiperemesis Gravidarum Seperti Dialami Kate Middleton

Kalau kata Erin, saking seringnya muntah di kamar mandi, lantai kamar mandi bak sahabat buatnya. Nggak cuma di kamar mandi, Erin bisa muntah di mana aja. Misalnya di tong sampah di stasiun, di ruang dokter, di kantong plastik saat dia di tempat umum, bahkan di ruang persalinan sebelum dia melahirkan.

Nggak jarang, mual muntah parah yang dialami Erin membuat dia harus dirawat di RS dan mendapat cairan infus. Setiap hari, Erin cuma bisa minum air putih dan lemonade. Kalau lagi 'beruntung', Erin bisa makan roti dan mashed potato. HG yang dialami Erin berdampak juga pada kesehatan giginya. Nggak cuma itu, beberapa hari setelah melahirkan wajah Erin membengkak dan dia mengalami infeksi parah.

"Untungnya, bayi saya lahir dalam keadaan sehat. Kadang, saya iri dengan ibu hamil yang nggak mengalami mual muntah parah di kehamilannya. Tapi, bagaimanapun saya harus tetap bersyukur karena meski mengalami HG, bayi saya dalam kondisi sehat, sampai sekarang," kata Erin.

Dikutip dari Kids Health, hiperemesis gradivarum adalah morning sickness ekstrem yang disebutkan beberapa peneliti berkaitan dengan perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan. Khususnya, hormon HCG (human chrorionic gonadotropin) yang kadarnya paling tinggi pada tubuh ibu hamil.

Hiperemesis gradivarum diduga juga disebabkan faktor genetik. Karena hiperemesis gradivarum bikin ibu hamil terus terusan mual dan muntah, risikonya ibu dan bayi bisa kekurangan nutrisi, lalu ibu berisiko dehidrasi dan mengalami ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.

Ibu hamil dengan kondisi ini bisa kehilangan berat badan sampai lima persen lebih. Selain itu, hiperemesis gravidarum juga membuat ibu hamil mengalami sakit kepala, kelelahan, kebingungan, bahkan pingsan. Jika ibu hamil nggak segera dirawat bisa menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk kegagalan organ tubuh dan kelahiran bayi yang prematur.

Baca juga: Kalau Alami 'Morning Sickness' Seperti Kate Middleton, Ini 5 Asupan yang Dianjurkan (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi