kehamilan

Hal-hal yang Perlu Kita Tahu tentang Kehamilan Kimia

Melly Febrida 12 Nov 2017
Hal-hal yang Perlu Kita Tahu tentang Kehamilan Kimia (Foto: Thinkstock) Hal-hal yang Perlu Kita Tahu tentang Kehamilan Kimia (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Kehamilan kimia? Wah kehamilan yang seperti apa ya? Apakah kehamilan yang muncul karena paparan bahan-bahan kimia?

No! Bukan seperti itu, Bun. Ini adalah kondisi seorang ibu yang terlambat menstruasi, lalu ketika dicek menggunakan alat tes kehamilan mandiri di rumah hasilnya positif. Tapi ketika mengecek kehamilan di rumah sakit menggunakan USG (ultrasonography) tidak bisa mendeteksi kantung kehamilan atau perkembangan plasenta. USG juga tidak dapat mendeteksi detak jantung primitif janin.
Hal-hal yang Perlu Kita Tahu tentang Kehamilan KimiaIlustrasi USG juga tidak dapat mendeteksi detak jantung janin jika terjadi kehamilan kimia. Foto: Thinkstock
Kemudian nih, nggak lama berselang si ibu mengalami pendarahan seperti sedang menstruasi yang diikuti kram perut. Ya, jadi kehamilan kimia itu kehamilan yang masih sangat muda, yang terdeteksi menggunakan alat tes kehamilan mandiri namun karena usia kandungan di bawah 5 minggu, tidak bisa terdeteksi melalui USG.

Pendarahan yang terjadi merupakan keguguran sangat dini, yakni kehilangan kehamilan dini yang terjadi sesaat setelah implantasi. Kehamilan kimia bisa menyebabkan 50 sampai 75 persen dari semua keguguran.

Implantasi itu sendiri adalah proses menempelnya blastula (zigot yang telah membelah sempurna) pada endometrium (bagian dalam uterus yang merupakan tempat tumbuh kembang hasil konsepsi).

Kehamilan kimia terjadi sebelum USG bisa mendeteksi janin, namun tidak terlalu dini untuk tes kehamilan yang mendeteksi kadar hCG (human chorionic gonadotropin). Ini karena hCG merupakan hormon kehamilan yang muncul setelah implantasi.
Dokter bisa mengkonfirmasi kehamilan kimia dengan menguji darah seorang ibu.

Apa yang Terjadi Selama Kehamilan Kimia?

Saat implan telur yang dibuahi di rahim, sel yang akan menjadi plasenta mulai menghasilkan kadar hCG. Tingkat hCG ini cukup tinggi sehingga bisa terdeteksi pada tes darah atau urine dan dapat menghasilkan hasil positif pada tes kehamilan.

Selama kehamilan kimiawi, sel telur yang dibuahi tidak menyelesaikan implantasi, dan kemudian terjadi keguguran, sehingga terjadi pendarahan sekitar seminggu setelah menstruasi.

Kehamilan kimiawi biasanya tidak berlangsung cukup lama sehingga menyebabkan gejala kehamilan seperti mual dan kelelahan. Karena kehamilan kimia terjadi di usia awal kehamilan, seorang ibu mungkin tidak menyadari sudah hamil.

Gejala Kehamilan Kimia

Kehamilan kimia tidak memiliki gejala. Menurut Medical Reviewer Healthline Debra Rose Wilson, PhD, MSN, RN, IBCLC, AHN-BC, CHT, beberapa wanita mengalami keguguran dini tanpa menyadari sudah hamil. Bagi wanita yang mengalaminya, mungkin mirip menstruasi seperti kram perut dan pendarahan vagina dalam beberapa hari setelah hasil tes kehamilan positif.

Tapi Bunda, penting untuk diingat bahwa perdarahan setelah tes kehamilan positif tidak selalu berarti kehamilan kimia. Pendarahan juga umum terjadi saat implantasi, yaitu saat embrio menempel pada rahim. Meski memang pendarahannya nggak banyak.

Proses implantasi bisa memecah atau merusak pembuluh darah kecil di sepanjang lapisan rahim, sehingga darah keluar. Bercak yang sering muncul dalam bentuk cairan merah muda atau kecokelatan termasuk normal jika terjadi 10 sampai 14 hari setelah pembuahan.

Bercak ringan atau berdarah saat tes kehamilan positif bisa menjadi tanda kehamilan dan bukan keguguran.

Berikut ini kemungkinan tanda-tanda kehamilan kimia seperti dilansir Everydayhealth:

Pendarahan hebat
Seperti kram menstruasi
Keluar gumpalan dari vagina
Segera hubungi dokter jika mengalami pendarahan hebat dan atau kram setelah melakukan tes kehamilan positif.

Jenis keguguran ini berbeda dengan keguguran lainnya. Keguguran dapat terjadi sewaktu-waktu selama kehamilan. Selain itu keguguran umumnya terjadi sebelum minggu ke-20, sedangkan kehamilan kimiawi selalu terjadi sesaat setelah implantasi.

Karena gejala yang paling sering muncul seperti kram menstruasi dan pendarahan, beberapa wanita menganggap darah tersebut bagian dari menstruasi.

Penyebab Kehamilan Kimia

Penyebab keguguran itu bervariasi, Bun, tapi kebanyakan terjadi karena janin tidak berkembang secara normal. Kesalahan terkait gen atau kromosom biasanya terjadi secara kebetulan saat embrio membelah dan tumbuh.

Penyebab pasti kehamilan kimia juga tidak diketahui. Tapi dalam kebanyakan kasus keguguran ini karena masalah pada embrio, kemungkinan disebabkan kualitas sperma atau telur yang rendah.
Penyebab lainnya bisa meliputi:

Kadar hormon abnormal
Kelainan uterus
Implantasi di luar rahim
Infeksi seperti clamidia atau sifilis
Usia di atas 35 meningkatkan risiko kehamilan kimia, seperti juga masalah medis tertentu. Ini termasuk pembekuan darah dan gangguan tiroid.

Sayangnya, tidak ada cara yang diketahui untuk mencegah kehamilan kimia, Bun.

Bayi Tabung (In Vitro Fertilization)

Kehamilan kimia juga bisa terjadi setelah fertilisasi in vitro (IVF). Telur dikeluarkan dari indung telur Bunda dan dicampur dengan sperma. Embrio dipindahkan ke rahim setelah pembuahan.

IVF adalah pilihan jika tidak dapat hamil karena:

Saluran tuba yang rusak
Masalah ovulasi
Endometriosis
Fibroid rahim
Masalah kesuburan lainnya

Tes darah biasanya diberikan dalam waktu 9 sampai 14 hari setelah bayi tabung untuk memeriksa kehamilan, tapi ini tergantung pada klinik yang Bunda gunakan. Hasil tes darah akan positif apabila terjadi implantasi. Tapi sayangnya, kelainan pada embrio bisa menyebabkan kehamilan kimia segera setelahnya.

Kapan Bisa Hamil lagi?

Bunda bisa berovulasi dan hamil segera setelah 2 minggu usai keguguran dini. Demikian menurut American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).

Kehamilan kimia tidak selalu berarti kita tidak bisa hamil lagi dan memiliki persalinan yang sehat. Meskipun tidak ada perawatan khusus untuk jenis keguguran ini, ada beberapa pilihan untuk membantu Bunda memahaminya.
Hal-hal yang Perlu Kita Tahu tentang Kehamilan KimiaIlustrasi kehamilan. (Foto: Thinkstock)
Jika Bunda mengalami lebih dari satu kehamilan kimia, dokter bisa melakukan tes untuk mendiagnosis penyebab mendasar yang mungkin terjadi. Jika dokter bisa mengobati penyebabnya, ini bisa mengurangi risiko kehamilan kimia di waktu mendatang.

Misalnya, jika keguguran dini disebabkan infeksi yang tidak terdiagnosis, minum antibiotik untuk membersihkan infeksi dapat memperbaiki peluang hamil dan melahirkan dengan sehat di masa depan. Jika keguguran disebabkan masalah pada rahim, Bunda mungkin memerlukan prosedur pembedahan untuk memperbaiki masalah dan mengalami kehamilan yang sehat.

Kita juga bisa mendiskusikan hal ini dengan dokter untuk langkah yang terbaik. Dokter pun dapat memberikan informasi tentang kelompok pendukung atau layanan konseling. Ini bisa sangat penting jika Bunda membutuhkan dukungan emosional setelah keguguran.

(vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi