kehamilan

Boleh Nggak Ya Ibu Hamil Makan Jengkol?

Nurvita Indarini Minggu, 21 Jan 2018 - 14.00 WIB
Boleh Nggak Ya Ibu Hamil Makan Jengkol?/ Foto: detikfood Boleh Nggak Ya Ibu Hamil Makan Jengkol?/ Foto: detikfood
Jakarta - Siapa hayo ibu hamil yang suka makan jengkol? Bagi yang suka, meskipun berbau cukup tajam, tapi bisa meningkatkan nafsu makan. Direndang, disemur, atau dimasak balado nih yang paling enak?

Tapi kadang-kadang ibu hamil khawatir makan jengkol bisa membahayakan kandungannya. Ada juga yang khawatir nanti air ketubannya bau jengkol, jadi kasihan kan si dede bayi di kandungan harus tahan napas, he-he-he.

Salah satu yang merasa jengkol adalah makanan nikmat saat hamil adalah aktris Putri Titian. Ya, beberapa waktu lalu, kepada HaiBunda, Putri Titian mengenang masa hamilnya, di mana dia pengen banget sarapan pakai nasi uduk dan jengkol.

Bolehkah ibu hamil makan jengkol?/Bolehkah ibu hamil makan jengkol?/ Foto: Istimewa


Manfaat Jengkol

Jengkol sebenarnya punya banyak kandungan yang bermanfaat bagi tubuh lho. Nah, beberapa keluhan ibu hamil ada yang bisa diatasi dengan kandungan yang terdapat dalam jengkol ini.

1. Bantu Atasi Sembelit

Salah satu keluhan ibu hamil adalah susah buang air besar atau sembelit. Nah, jengkol ini dikenal memiliki manfaat melancarkan buang air besar pada ibu hamil lantaran kaya akan serat. Jadi nggak apa-apa sih kalau ibu hamil makan 1-2 keping jengkol bersama nasi putih, sayur, dan lauk lainnya.

2. Mencegah Anemia

Dengan mengonsumsi jengkol, ibu hamil bisa mencegah anemia. Ya, anemia terjadi karena tubuh kekurangan zat besi. Nah, jengkol sendiri mengandung zat besi cukup tinggi, sekitar 4,7 gram per 100 gram.



3. Pasokan Kalsium

Jengkol juga kaya akan kalsium sehingga disebut sangat baik untuk pertumbuhan tulang pada janin yang dikandung ibu hamil. Ya, kalsium sangat penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi.

Bolehkah makan jengkol saat hamil?/Bolehkah makan jengkol saat hamil?/ Foto: ilustrasi/thinkstock


Jangan Kebanyakan

dr Akbari Wahyudi Kusumah, SpU dari RS Mayapada Lebak Bulus beberapa waktu lalu menjelaskan jengkol mengandung asam jengkolat yang jika dilihat menggunakan mikroskop bentuknya seperti kristal. Asam jengkolat bersifat sama dengan uric acid (asam urat), yang dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kristal-kristal dalam urine.

Nah, ketika dikonsumsi berlebihan atau pada orang dengan kondisi tertentu, kristal-kristal ini jadi gampang menyatu. Itulah yang mengakibatkan susah kencing atau sakit saat kencing. Jumlah asam jengkolat dalam jengkol berkisar 1-2 persen dari beratnya.

"Karenanya makan jengkol jangan sampai langsung habis satu piring. Jumlahnya dikurangi dan jangan lupa minum air putih yang cukup agar kristalnya nggak gampang nyatu dan bisa dikeluarkan," saran dr Akbari.

Lalu berapa ya sebaiknya konsumsi jengkol untuk ibu hamil? Sebenarnya sih nggak ada saran harus berapa. Tapi beberapa sumber menyebut 1-3 keping sudah cukup kalau memang nggak punya riwayat kejengkolan.



Tips Agar Pipisnya Nggak Bau Jengkol

Setiap habis makan jengkol, permasalah yang muncul adalah kamar mandi jadi bau nggak sedap. Nah, untuk mencegahnya, sebaiknya buang air kecilnya benar-benar di kloset ya, Bun, bukan di lantai kamar mandi.

Setelah itu tentu saja harus kita siram dengan air sampai bersih. Kalau ada bau-bau sedikit, bisa kita siramkan karbol.

Nutrisionis Leona Victoria Djajadi MND, dalam sesi konsultasi di detikHealth mengatakan kalau memang suka sekali makan jengkol, bisa ditambah minum vitamin B kompleks. Ini bisa cukup mengurangi bau jengkol pada air kencing kita. Alasannya, vitamin B larut dalam air, sedangkan biji jengkol sendiri juga mengandung banyak vitamin B, sehingga efek dari djenkolic acid tidak terlalu terlihat. (vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi