kehamilan

Cerita Pippa Middleton Tetap Main Tenis di Trimester 2 Kehamilan

Radian Nyi Sukmasari 29 Jun 2018
Cerita Pippa Middleton Tetap Main Tenis di Trimester 2 Kehamilan/ Foto: Getty Images Cerita Pippa Middleton Tetap Main Tenis di Trimester 2 Kehamilan/ Foto: Getty Images
London, Inggris - Ibu hamil dianjurkan banget untuk tetap aktif, salah satunya dengan berolahraga. Anjuran tersebut rupanya dilakukan nih oleh adik Kate Middleton, Pippa Middleton. Meski sedang hamil, Pippa tetap rutin main tenis.

Saat ini, usia kehamilan Pippa Middleton udah memasuki trimester kedua. Pippa bilang tenis adalah olahraga favoritnya sejak kecil. Maka dari itu, meski sekarang kehamilannya sudah memasuki trimester kedua, Pippa tetap rutin main tenis.

Pippa bilang dia merasakan efek positif main tenis yang merupakan olahraga dengan intensitas moderat, saat hamil. Apa aja tuh? Menurut Pippa, tenis yang dia lakukan bisa membantu pertumbuhan plasenta, manajemen berat badan, mengurangi nyeri punggung, memperkuat jantung dan pembuluh darah juga tubuh dan mengurangi risiko diabetes gestational.




Bahkan, Pippa Middleton terinspirasi Serena Williams yang masih aktif main tenis sampai usia kandungannya 8 bulan. Sekarang pun Pippa menambah durasi main tenisnya, Bun.

"Saya main tenis dua kali lebih lama. Tapi pergerakan saya lebih sedikit. Saya lebih fokus pada gerakan kaki dan melepas energi," kata Pippa Middleton kepada Waitrose Weekend dikutip dari Harpers Bazaar.

Pippa Middleton juga meluangkan waktu 20 menit untuk latihan sendiri. Sudah pasti, untuk tetap rutin main tenis Pippa berkonsultasi dengan dokter kandungannya. Maka dari itu dia juga menjaga banget gerakannya selama main tenis supaya nggak ada masalah dengan otot dasar panggul.

"Hal lain yang saya suka saat main tenis dalam keadaan hamil adalah ketika lawan kaget melihat keadaan kita. Kadang ini bisa mengacaukan konsentrasinya dan saat itulah kita bisa menang," seloroh Pippa Middleton.

Dikutip dari detikHealth, menurut panduan American College of Obstetrics and Gynecology, ibu hamil disarankan melakukan olahraga dengan intensitas sedang di mana gerakan yang dilakukan cukup menghasilkan keringat dan meningkatkan denyut jantung.

Contoh olahraga yang aman dilakukan ibu hamil di antaranya berenang, naik sepeda statis, berjalan, dan yoga serta pilates dengan sedikit modifikasi. Pada ibu dengan kehamilan normal, dalam artian tanpa komplikasi dan tidak berisiko, mereka bisa melakukan olahraga untuk meningkatkan detak jantungnya.




Hal tersebut disampaikan dokter spesialis obgyn dan kepala staf di The Woman's Hospital of Texas, Dr Connie Faro. Namun, Connie menyebut ada kondisi yang membuat ibu harus segera menurunkan intensitas olahraganya.

"Jika ibu mengalami sesak napas, pusing, dan kelelahan, segera hentikan latihan dan beristirahat. Ibu juga mesti mendengarkan tubuh mereka karena ketika mereka tidak mendapat oksigen, bayi pun tidak akan mendapatkannya," kata Connie.

Saat Bunda hamil, apakah tenis jadi salah satu olahraga favorit seperti Pippa Middleton? (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi